Info Kesehatan Keluarga Indonesia

Kesehatan Kulit

Angioedema

Penyebab angioedema

Angioedema adalah reaksi hipersensitivitas tipe I (alergi) pada kulit yang ditandai dengan pembengkakan. Pembengkakan dapat disertai luka panjang pada kulit, seperti dicemeti, besar pada area yang terkena. Umumnya tempat langganan nya adalah area di dekat bibir dan mata.

Penyakit kulit ini tidak berbahaya, justru bisa pulih dengan sendirinya tanpa meninggalkan bekas. Tetapi, ada beberapa kejadian, pembengkakan dikarenakan angioderma yang terjadi di tenggorokan dapat mengakibatkan penderitanya susah bernapas sehingga mengancam jiwa.

Diagnosis angioedema

Prosedur penetapan diagnosis angioedema bisa dikerjakan lewat kumpulan tanya jawab serta pengamatan fisik. Ketika tanya jawab berlangsung, dokter akan menanyakan tanda yang dirasakan oleh penderita angioedema.

Mungkin ada pengamatan lain yang bisa dilakukan, yaitu pemeriksaan darah dan radiologi.

Gejala angioedema

Sebagian gejala angioedema yang sangat mudah ditandai, dengan timbulnya pembengkakan pada jaringan bawah kulit. Area langganan yang paling sering mengalami adalah di seputar mata dan bibir. Kadang kala pembengkakan bisa berwarna kemerahan, hangat, dan sakit.

Pembengkakan umumnya hanya berjalan sebentar atau paling lama dua hari. Tetapi bengkak dapat bergeser ke area lain dan bertahan lama hingga beberapa hari dan menjadi berat.

Meski terasa mengganggu, angioedema jarang membesar menjadi urusan kesehatan yang benar-benar berat. Lain hal bila menginvasi area saluran napas.

Pengobatan angioedema

  • Pemakaian obat-obatan seperti antihistamin, antiinflamasi.
  • Menyingkirkan alergen atau keadaan yang bisa menyebabkan angioedema.
  • Tidak mengonsumsi obat-obatan, suplemen atau obat herbal ketika tanda-tanda alergi muncul

Sampai saat ini, pemicu utama angioedema belum dapat ditetapkan. Walaupun begitu, biasanya angioedema disebabkan oleh aksi alergi.

Makanan, minuman anggur (wine), obat-obatan atau keadaan yang menyebakan ketegangan mental dipercaya sebagai elemen pencetus angioedema.

Pada sebagian masalah, angioedema tercetus karena paparan sinar matahari, cuaca – bisa panas atau dingin, atau serangga. Selain itu, munculnya penyakit ini bisa saja berbarengan dengan penyakit autoimun lainnya.

Faktor genetik (keturunan) turut dicurigai sebagai pemicu angioedema.