Info Kesehatan Keluarga Indonesia

Kesehatan Gigi

Pulpitis

Peradangan pada pulpa gigi, yaitu saluran akar gigi yang berisi saraf dan pembuluh darah, dikenal sebagai pulpitis. Sakit gigi parah, bau mulut, dan nyeri saat makan makanan atau minuman yang manis, dingin, atau panas adalah gejala dari kondisi ini.

Dalam kebanyakan kasus, enamel dan dentin melindungi pulpa gigi dari infeksi dengan membentuk lapisan terluar (enamel), lapisan tengah (dentin), dan saluran akar (pulpa).

Ketika enamel dan dentin rusak, pulpa gigi meradang karena terinfeksi bakteri. Gigi berlubang yang tidak segera ditangani adalah salah satu penyebab kerusakan pada lapisan ini.

Penyebab Pulpitis

Ketika enamel dan dentin rusak, bakteri dapat masuk lebih dalam ke akar gigi, menginfeksi dan menyebabkan peradangan. Bakteri yang menyebabkan pulpitis biasanya adalah Streptococcus mutans.

Beberapa kondisi atau penyakit berikut dapat menyebabkan enamel dan dentin rusak:

  • Gigi yang terbuka
  • Gigi yang sakit
  • Gigi yang patah
  • kebiasaan menggesekkan gigi atas dan bawah, yang dikenal sebagai bruxism
Faktor risiko pulpitis

Beberapa kondisi seperti di bawah dapat meningkatkan risiko pulpitis, seperti:

  • Kebersihan mulut yang hilang
  • konsumsi makanan manis
  • Olahraga yang dapat mengakibatkan kerusakan gigi, seperti tinju
  • Diabetes

Gejala Pulpitis

Pulpitis memiliki gejala yang berbeda-beda tergantung pada jenisnya. Gejala pulpitis biasanya diklasifikasikan berdasarkan seberapa parah mereka.

Gejala pulpitis berdasarkan jenisnya adalah sebagai berikut:

Pulpitis reversibel

Pulpitis reversibel adalah peradangan pulpa tahap awal yang masih dianggap ringan. Pengobatannya dapat mencakup pengikisan gigi yang rusak dan tambal gigi.

Gejala pulpitis reversibel dapat termasuk:

  • Sakit gigi
  • Jika gigi terkena makanan atau minuman dingin, panas, atau manis, rasanya akan hilang dalam 1–2 detik
Pulpitis ireversibel

Dalam kasus pulpitis ireversibel, peradangan pulpa menjadi lebih dalam dan lebih parah. Kondisi ini memerlukan perawatan akar gigi atau prosedur cabut gigi.

Gejala pulpitis ireversibel termasuk:

  • Adanya bengkak di salah satu pipi
  • Bengkak di leher kelenjar getah bening
  • Rasa pahit di mulut
  • Bau mulut
  • Sakit gigi yang tidak mereda dalam waktu beberapa menit setelah makan makanan atau minuman panas, dingin, atau manis
  • Ketika diketuk, gigi Anda terasa sakit
Saatnya ke dokter

Segera temui dokter jika Anda merasa sakit atau sensitif pada gigi Anda, baik ketika mengunyah maupun tidak.

Selain itu, jika gigi menjadi sakit setelah rahang terbentur atau gigi patah, atau jika gigi ditambal dan terasa sakit, segera pergi ke dokter untuk mendapatkan perawatan yang tepat.

Diagnosis Pulpitis

Dokter akan memeriksa riwayat kesehatan pasien dan gejalanya, lalu menyemprotkan air atau mengetuk gigi yang bermasalah dengan alat.

Selain melakukan pemeriksaan gigi, dokter akan melakukan pemeriksaan foto Rontgen untuk melihat kerusakan yang terjadi pada gigi.

Pengobatan Pulpitis

Untuk mengobati pulpitis, tindakan medis dan obat-obatan dapat digabungkan. Berikut adalah penjelasannya:

Pemberian obat-obatan

Penderita pulpitis biasanya diberi antibiotik minum seperti amoxicillin atau clindamycin untuk meredakan infeksi sebelum melakukan tindakan medis.

Tindakan medis

Dokter akan mengambil tindakan medis yang berbeda tergantung pada jenis pulpitis yang diderita. Jika pulpitis reversibel, mereka akan mengebor dan menambal bagian gigi yang rusak.

Dokter akan melakukan perawatan saluran akar gigi atau perawatan saluran akar gigi jika pulpitis tidak dapat diperbaiki. Saraf dan pembuluh darah kecil di dalam gigi diangkat selama prosedur.

Dokter akan mengikis dan menambal gigi bolong setelah perawatan saluran akar gigi. Jika diperlukan, mereka juga akan mencetak gigi untuk memasang mahkota atau crown.

Jika tindakan di atas tidak efektif menangani pulpitis, atau pulpitis kambuh kembali setelah diobati, dokter dapat menyarankan prosedur cabut gigi. Setelah gigi dicabut, dokter akan menyarankan pemasangan implan gigi atau gigi palsu.

Setelah tindakan medis, pasien akan diberikan obat pereda nyeri, seperti asam mefenamat atau paracetamol, untuk mengurangi nyeri.

Komplikasi Pulpitis

Komplikasi seperti berikut dapat muncul jika pulpitis tidak segera diobati:

  • Periodontitis
  • Abses pada gigi
  • Rahang yang rusak
  • Jika pulpitis terjadi pada gigi atas, infeksi dapat menyebar ke rongga mata, yang dikenal sebagai selulitis orbita
  • Sinusitis ketika pulpitis menyerang gigi atas

Pulpitis juga dapat menyebabkan komplikasi serius seperti:

  • Radang selaput otak, juga dikenal sebagai meningitis
  • Abses pada otak
  • Angina Ludwig (inflasi yang parah pada dasar rahang bawah)
  • Abses pada faring
  • Mediastinitis, atau radang pada rongga dada
  • Perikarditis, atau radang selaput jantung

Pencegahan Pulpitis

Menjaga kesehatan gigi dan mulut adalah cara utama untuk mencegah pulpitis:

  • Pasta gigi berfluorida digunakan secara teratur untuk sikat gigi.
  • Mengurangi porsi makanan dan minuman manis.
  • Periksa gigi Anda setiap enam bulan sekali.
  • Jika Anda mengalami bruxism, konsultasikan dengan dokter gigi Anda.
  • Ketika Anda berolahraga atau berkendara, gunakan alat pelindung diri.