Info Kesehatan Keluarga Indonesia

Gigi dan Gusi, Kesehatan Gigi

Sakit Gigi

Sakit gigi adalah kondisi ketika bagian dalam atau sekitar gigi dan rahang terasa sakit atau nyeri. Nyeri tersebut bervariasi dari ringan hingga berat, dan bisa hilang atau berlangsung secara terus-menerus.

Sakit gigi biasanya merupakan gejala penyakit pada gigi atau gusi. Namun, dalam beberapa kasus, sakit gigi juga bisa menjadi gejala penyakit di bagian tubuh lain yang menyebabkan nyeri menjalar ke sekitar gigi, seperti masalah pada sendi rahang, sakit telinga, sinus, atau penyakit jantung.

Sakit gigi mungkin merupakan akibat dari penyakit yang berbahaya seperti pembusukan gigi atau serangan jantung, jadi meskipun biasanya tidak mengancam nyawa, sebaiknya pergi ke dokter gigi untuk mendapatkan perawatan yang tepat.

Penyebab Sakit Gigi

Sakit gigi biasanya merupakan gejala dari penyakit, baik itu yang berasal dari rongga mulut maupun bagian tubuh yang lain. Masalah di dalam rongga mulut dapat menyebabkan sakit gigi karena:

  • Gigi yang berlubang atau tambalan yang rusak
  • Gusi atau gigi yang sakit atau terinfeksi
  • Gigi patah atau retak
  • Gigi menjadi hitam tanda membusuk
  • Gigi copot atau tanggal
  • Gigi yang peka
  • Dalam proses pertumbuhan gigi
  • Gigi bungsu yang tumbuh tidak normal
  • Gigi bernanah
  • Gusi menjadi bengkak
  • Problem dengan kawat gigi
  • kebiasaan menggeretakkan gigi yang dikenal sebagai bruxism

Sementara sakit gigi dapat disebabkan oleh nyeri yang menjalar dari bagian tubuh lain, seperti:

  • Migrain
  • Penyakit sinus
  • Penyakit kardiovaskular
  • Penyakit pada paru-paru
  • Trigeminal neuralgia, atau gangguan saraf wajah

Selain penyebab di atas, risiko mengalami sakit gigi dapat meningkat oleh faktor-faktor berikut:

  • Rokok
  • Mengalami penyakit diabetes
  • Mengidap AIDS
  • menggunakan obat, seperti obat imunosupresif

Gejala Sakit Gigi

Sakit gigi dapat sangat parah, mulai dari yang ringan dan tidak tertahankan hingga yang parah dan tidak tertahankan. Nyeri yang disebabkan oleh sakit gigi juga dapat tajam, berdenyut, atau seperti ditusuk-tusuk.

Sakit gigi dapat menyebabkan gejala lain seperti:

  • Bengkak di sekitar gigi dan gusi yang sakit
  • Bengkak di wajah dan rahang
  • Bau mulut yang tidak sedap, juga dikenal sebagai halitosis
  • Perdarahan yang terjadi di gigi atau gusi
  • Sulit untuk membuka mulut dan sakit

Sakit gigi biasanya memburuk di malam hari, terutama saat penderita berbaring. Makan dan minum juga dapat menyebabkan nyeri memburuk, terutama jika mereka makan makanan atau minuman yang panas, dingin, terlalu manis, atau terlalu asam.

Saatnya ke dokter

Jika sakit gigi Anda bertahan lebih dari dua hari atau tidak membaik setelah melakukan pengobatan mandiri, segera temui dokter. Anda juga harus diperiksa oleh dokter jika Anda memiliki gejala berikut:

  • Demam bersamaan dengan sakit kepala
  • Rasa sakit ketika mengunyah
  • Sulit untuk menelan
  • Dada sesak
  • Sakit di telinga

Untuk mendapatkan janji konsultasi tatap muka dengan dokter, Anda tidak perlu melakukan antrean atau menghubungi klinik melalui telepon. Aplikasi Alodokter memiliki fitur “Buat Janji”, yang memungkinkan Anda memilih dokter sesuai kebutuhan Anda dan membuat janji temu secara online langsung dengan dokter tersebut.

Chat With a Doctor adalah layanan yang dapat Anda gunakan untuk berbicara langsung dengan dokter Anda untuk mengetahui langkah penanganan yang tepat jika Anda membutuhkan saran medis awal sebelum pergi ke fasilitas kesehatan.

Diagnosis Sakit Gigi

Dokter akan mulai memeriksa gejala pasien yang mengeluh sakit gigi dengan menanyakan:

  • Posisi nyeri
  • Level keparahan nyeri
  • Kebiasaan nyeri itu muncul
  • hal yang memperburuk nyeri
  • Hal-hal yang dapat mengurangi rasa sakit

Selanjutnya, dokter akan memeriksa mulut, gigi, gusi, rahang, lidah, tenggorokan, sinus, telinga, hidung, dan leher pasien.

Dokter juga akan memeriksa rangsangan pada gigi dengan meminta pasien untuk menggigit atau mengunyah sesuatu, menggunakan suhu dingin pada gigi mereka, atau menekan jari mereka ke gigi mereka.

Dokter akan melakukan pemeriksaan tambahan pada pasien jika dicurigai menderita penyakit atau kondisi lain yang dapat menyebabkan sakit gigi, seperti:

  • Foto rontgen gigi untuk mengidentifikasi abses dan lubang gigi
  • Pemeriksaan lebih lanjut tentang gigi, gusi, tulang rahang, dan jaringan yang mengelilingi mereka melalui citra resonansi magnetik (CT) atau MRI

Dokter gigi akan merujuk pasien ke dokter yang terkait dengan penyakit atau kondisi tersebut jika pemeriksaan gigi tidak menemukan masalah pada gigi.

Pengobatan Sakit Gigi

Segera temui dokter gigi jika Anda mengalami sakit gigi untuk mengetahui penyebabnya dan mendapatkan pengobatan yang tepat. Namun, jika sakit gigi Anda masih dalam tahap ringan, berikut adalah beberapa langkah pengobatan mandiri yang dapat Anda lakukan sendiri di rumah untuk meredakan sakit gigi Anda:

  • Membersihkan sela-sela gigi dengan benang gigi (dental floss), untuk menyingkirkan plak dan sisa makanan yang tersangkut
  • Berkumur dengan campuran air hangat dan garam, untuk membantu membersihkan kotoran di mulut serta untuk mengurangi radang gusi
  • Berkumur dengan obat kumur antiseptik, untuk mengurangi bakteri di mulut sekaligus mengobati radang gusi
  • Mengompres pipi dengan kompres dingin, apabila sakit gigi disebabkan oleh cedera
  • Mengonsumsi obat sakit gigi herbal maupun golongan analgetik-antipiretik seperti paracetamol atau ibuprofen, untuk meredakan nyeri

Jika sedang hamil atau menyusui, sebaiknya konsultasikan dengan dokter mengenai obat sakit gigi yang tepat. Apotek menyediakan obat sakit gigi untuk ibu menyusui atau ibu hamil. Namun, tidak semua obat pereda nyeri gigi tersebut aman untuk digunakan tanpa pengawasan dokter.

Jika penanganan mandiri tidak bisa meredakan sakit gigi, dokter dapat melakukan beberapa tindakan berikut:

  • Menambal gigi jika sakit gigi disebabkan oleh gigi berlubang, dengan terlebih dahulu membersihkannya
  • Melakukan penambalan ulang jika sakit gigi disebabkan oleh kerusakan pada tambalan sebelumnya
  • Melakukan perawatan saluran akar gigi (root canal treatment) jika akar gigi telah terinfeksi
  • Melakukan tindakan cabut gigi jika cara-cara pengobatan di atas tidak berhasil atau bila sakit gigi disebabkan oleh masalah pada pertumbuhan gigi bungsu
  • Meresepkan antibiotik, seperti amoxicillin jika sakit gigi disebabkan oleh infeksi bakteri

Komplikasi Sakit Gigi

Sakit gigi umumnya tidak berbahaya. Meski demikian, infeksi yang terjadi pada gigi berisiko menyebar ke bagian tubuh lain. Jika infeksi menyebar, komplikasi yang dapat terjadi antara lain:

  • Abses gigi
  • Dehidrasi karena sulit makan dan minum akibat nyeri
  • Gigi tanggal
  • Sepsis

Pencegahan Sakit Gigi

Mencegah selalu lebih baik daripada mengobati. Oleh sebab itu, untuk mencegah terjadinya sakit gigi, mulailah lakukan langkah-langkah berikut ini:

  • Menyikat gigi dengan cara yang benar dua kali sehari, dengan menggunakan pasta gigi yang mengandung fluoride
  • Membersihkan sela-sela gigi dengan benang gigi (dental floss) dan obat kumur bila diperlukan
  • Membatasi konsumsi makanan yang terlalu keras, terlalu manis, dan terlalu asam
  • Menjaga kadar gula darah agar tetap normal, bila mengalami diabetes
  • Memeriksakan gigi ke dokter gigi setidaknya setiap 6 bulan sekali
  • Berhenti merokok