Kehamilan dan Persalinan

Ruptur Uteri

Pahami robekan dinding rahim sebagai kegawatdaruratan kehamilan, terutama pada bekas sesar atau operasi rahim; tanda paling sering pada denyut janin, nyeri dan perdarahan yang tidak selalu lengkap; pemantauan VBAC/TOLAC dan operasi segera.

Ditulis oleh Tim SehatKitaDiperbarui 20 Agustus 2026Waktu baca 9 menit
RingkasanRuptur uteri adalah robekan seluruh ketebalan dinding rahim, biasanya pada akhir kehamilan atau persalinan. Kondisi ini langka tetapi dapat menyebabkan perdarahan berat dan kekurangan oksigen pada bayi, sehingga memerlukan persalinan operasi serta pengendalian perdarahan segera.

Bekas operasi rahim adalah faktor risiko utama

Risiko paling sering terkait bekas sesar atau myomectomy, tetapi ruptur dapat terjadi pada rahim tanpa bekas luka. Jenis sayatan rahim—bukan tampilan bekas luka kulit—penting. Induksi/augmentasi tertentu, persalinan terhambat, rahim sangat teregang dan trauma dapat menambah risiko; angka individual harus dibahas dengan obstetrician.

Tanda tidak selalu berupa nyeri dramatis

Perubahan denyut jantung janin, terutama bradycardia, sering menjadi tanda awal. Nyeri perut menetap, perdarahan vagina, kontraksi berhenti, bagian janin naik, tekanan darah turun atau syok dapat terjadi, tetapi epidural dan variasi klinis membuat sebagian gejala tidak jelas. Diagnosis pasti sering saat operasi.

Ruptur uteri adalah kegawatdaruratanSaat hamil atau bersalin, segera panggil tim medis untuk nyeri perut mendadak/menetap, perdarahan, pingsan, sesak, gerak janin berkurang atau rasa sangat tidak sehat—terutama setelah sesar/operasi rahim. Jangan bepergian sendiri atau menunggu kontraksi berikutnya.

VBAC memerlukan seleksi dan fasilitas siap operasi

Sebagian orang dengan satu bekas sesar transversal rendah dapat mempertimbangkan trial of labor after cesarean setelah informed consent. Persalinan harus dipantau di fasilitas yang dapat melakukan sesar darurat, anestesi, transfusi dan perawatan neonatal. Riwayat classical incision atau ruptur sebelumnya biasanya mengubah rekomendasi dan waktu persalinan.

Penanganan tidak boleh tertunda

Tim melakukan resusitasi, transfusi bila perlu, laparotomy dan cesarean segera. Robekan diperbaiki bila memungkinkan; hysterectomy dapat diperlukan untuk menghentikan perdarahan. Setelah pulih, dokumentasi lokasi/luas ruptur, counseling kehamilan berikutnya dan dukungan psikologis sangat penting.

Sumber dan catatan editorial

Informasi dalam artikel ini merujuk pada Merck Manual Professional — uterine rupture, ACOG — vaginal birth after cesarean delivery. Informasi ini bukan diagnosis atau pengganti konsultasi dokter.