Bekas operasi rahim adalah faktor risiko utama
Risiko paling sering terkait bekas sesar atau myomectomy, tetapi ruptur dapat terjadi pada rahim tanpa bekas luka. Jenis sayatan rahim—bukan tampilan bekas luka kulit—penting. Induksi/augmentasi tertentu, persalinan terhambat, rahim sangat teregang dan trauma dapat menambah risiko; angka individual harus dibahas dengan obstetrician.
Tanda tidak selalu berupa nyeri dramatis
Perubahan denyut jantung janin, terutama bradycardia, sering menjadi tanda awal. Nyeri perut menetap, perdarahan vagina, kontraksi berhenti, bagian janin naik, tekanan darah turun atau syok dapat terjadi, tetapi epidural dan variasi klinis membuat sebagian gejala tidak jelas. Diagnosis pasti sering saat operasi.
VBAC memerlukan seleksi dan fasilitas siap operasi
Sebagian orang dengan satu bekas sesar transversal rendah dapat mempertimbangkan trial of labor after cesarean setelah informed consent. Persalinan harus dipantau di fasilitas yang dapat melakukan sesar darurat, anestesi, transfusi dan perawatan neonatal. Riwayat classical incision atau ruptur sebelumnya biasanya mengubah rekomendasi dan waktu persalinan.
Penanganan tidak boleh tertunda
Tim melakukan resusitasi, transfusi bila perlu, laparotomy dan cesarean segera. Robekan diperbaiki bila memungkinkan; hysterectomy dapat diperlukan untuk menghentikan perdarahan. Setelah pulih, dokumentasi lokasi/luas ruptur, counseling kehamilan berikutnya dan dukungan psikologis sangat penting.
Informasi dalam artikel ini merujuk pada Merck Manual Professional — uterine rupture, ACOG — vaginal birth after cesarean delivery. Informasi ini bukan diagnosis atau pengganti konsultasi dokter.


