Info Kesehatan Keluarga Indonesia

Kesehatan Wanita

Hamil Kembar

Pengertian hamil kembar

Hamil kembar adalah kehamilan dengan janin lebih dari satu. Pada Ibu hamil kembar akan lebih berisiko mengalami komplikasi kehamilan sehingga perlu menjalani kontrol kehamilannya lebih rutin.

Ibu yang hamil bayi kembar bisa melahirkan bayi kembar identik atau tidak identik (fraternal), bahkan bisa lebih dari dua bayi. Bayi kembar identik mempunyai kesamaan fisik juga berjenis kelamin sama. Terjadinya kembar identik bila janin berasal dari satu sel telur (monozigotik) yang dibuahi, kemudian membelah dua.

Lain lagi dengan, bayi kembar tidak identik. Mereka terlahir dengan keadaan fisik yang tidak mirip sama sekali, cuma mirip seperti saudara kandung biasa saja. Pada bayi kembar tidak identik, mereka bisa mempinyai jenis kelamin yang sama atau berbeda. Bayi kembar tidak identik berasal dari dua atau lebih sel telur (dizigotik).

Penyebab hamil kembar

Hamil kembar penyebab utamanya belum diketahui dengan pasti. Namun, setiap ibu mempunyai kesempatan untuk mengalami hamil kembar. berikut beberapa faktor yang ddapat meningkatkan peluang ibu mengalami hamil kembar, seperti:

  • Program bayi tabung
    Peluang hamil kembar akan makin tinggi apabila ibu menjalani program bayi tabung. Dalam program ini, beberapa sel telur yang dibuahi akan disematkan di dalam rahim ibu guna meningkatkan peluang keberhasilannya.
  • Riwayat kembar dalam keluarga
    Otang tua yang keluarganya mempunyai anak kembar, khususnya kembar tidak identik, memiliki peluang besar untuk mengalami kehamilan kembar. Riwayat hamil kembar dalam keluarga mempunyai kesempatan ibu mewarisi gen yang bisa membuat indung telur mengeluarkan sel telur lebih dari satu.
  • Hamil pada usia di atas 35 tahun
    Hamil dengan usia di atas 35 tahun bisa meningkatkan peluang terjadinya hamil kembar. Ini terjadi karena pada rentang usia tersebut, indung telur berkesempatan melepaskan lebih dari satu sel telur saat ovulasi.

Gejala hamil kembar

Pada masa 1-13 kehamilan, tanda-tanda dan gejala hamil kembar tidak beda seperti pada kehamilan tunggal, seperti:

  • Mengalami mual dan muntahdi pagi hari
  • Payudara terasa nyeri
  • Mudah lelah
  • Intensitas buang air kecil lebih sering
  • Selera makan meningkat
  • Pinggang sakit
  • Sulit tidur

Tanda-tanda kehamilan pada ibu kembar, khusunya mual dan muntah di pagi hari, akan lebih berat dibanding kehamilan tunggal. Tanda-tanda lain, pada beberapa ibu hamil kembar, pergerakan janin akan datang lebih awal dibandingkan kehamilan tunggal.

Dengan bertambahnya usia kehamilan, besar perut ibu hamil kembar terlihat akan lebih cepat membesar dibandingkan dengan kehamilan tunggal walaupun usia kehamilan sama. Disamping itu, pertambahan berat badan ibu juga lebih cepat.

Biasanya, hamil kembar akan membuat berat badan ibu bertambah sekitar 4,5–5 kg lebih besar daripada kehamilan tunggal. Namun, berat badan yang naik dengan cepat belum tentu juga menjadi penentu kehamilan kembar.

Ini karena ada  beberapa faktor yang bisa memengaruhi pertambahan berat badan ibu, misalnya tinggi badan, berat badan sebelum hamil, serta pola makan.

Saatnya ke dokter

Terdapat risiko terjadinya komplikasi kehamilan, seperti keguguran serta kelahiran prematur, dapat meningkat pada hamil kembar. Maka dari itu, kontrol kehamilan ke dokter perlu dilakukan lebih sering di banding kehamilan tunggal pada kondisi ini.

Bagi hamil kembar dengan satu plasenta, USG rutin harus dilakukan 2 minggu sekali pada awal trimester kedua. Dan pada hamil kembar dengan plasenta lebih dari satu tidak dengan tanda-tanda komplikasi, pemeriksaan bisa dilakukan 4–6 minggu sekali.

Tindakan penanganan di IGD mesti segera dilakukan pada ibu hamil tunggal ataupun kembar yang mengalami gejala-gejala, seperti:

  • Janin bergerak lamban atau berhenti
  • Ketuban pecah lebih awal
  • Kedua kaki mengalami bengkak parah
  • Tanda-tanda keguguran, seperti terjadi perdarahan, nyeri di perut dan panggul, serta vagina mengeluarkan cairan yang banyak
  • Napas sesak

Diagnosis hamil kembar

Di awal pemeriksaan, dokter akan melakukan wawancara terkait hari pertama haid terakhir ibu agar dapat menentukan perkiraan usia kehamilan. Selanjutnya, dokter akan menimbang berat badan ibu serta melakukan pemeriksaan fisik.

Diagnosis hamil kembar harus ditegakkan dengan USG kandungan. Tindakan USG umumnya direkomendasikan oleh dokter pada usia kehamilan 10–14 minggu. Lewat USG kandungan, dokter akan melihat posisi janin serta jumlah plasenta.

USG juga mampu membantu dokter melihat apakah posisi kepala janin sama-sama di bawah atau sungsang. Pemeriksaan dengan USG Doppler dilakukan untuk mengetahui detak jantung janin. Pada hamil kembar, detak jantung janin dapat terdengar di lebih dari satu area perut.

Bila dibutuhkan, dokter juga akan memeriksa kadar human Chorionic Gonadotropin  (hCG) ibu. Pada ibu yang hamil kembar biasanya mempunyai kadar hCG lebih tinggi dari kehamilan tunggal.

Pada hamil kembar membutuhkan perawatan khusus, baik saat masa kehamilan ataupun saat persalinan. Berikut adalah penjelasannya:

Saat kehamilan

Dari sebagian besar ibu yang mengandung bayi kembar harus lebih sering menjalani kontrol rutin, apalagi saat usia kehamilan memasuki trimester ketiga. Ketika waktu persalinan sudah dekat, ibu akan dianjurkan untuk menjalani kontrol rutin setiap 2 kali seminggu.

Ini dilakukan untuk memantau kondisi ibu dan janin, kontrol rutin juga bisa menemukan tanda-tanda persalinan premature dan preeklamsia yang biasanya terlihat pada akhir trimester kedua.

Ibu hamil kembar juga perlu mendapatkan banyak nutrisi. Jika dibutuhkan, dokter akan memberikan suplemen vitamin dan mineral, berupa zat besi, kalsium, dan asam folat.

Lewat kontrol rutin, dokter akan memastikan berat badan ibu bertambah sejalan dengan usia kehamilannya. Ibu dengan berat badan normal sebelum hamil, pertambahan berat badan keseluruhan coba dipertahankan pada kisaran 18–27 kg.

Untuk ibu yang berat badannya berlebih (obesitas) sebelum hamil, pertambahan berat badan dianjurkan dijaga pada rentang total 12–21 kg.

Persalinan

Pada janin kembar akan berisiko mengalami komplikasi, seperti terlilit tali pusar atau kekurangan asupan oksigen. Untuk menghindari terjadinya kematian bayi ketika lahir, dokter akan menganjurkan persalinan lebih awal pada hamil kembar.

Atas dasar usia kehamilan, ini adalah rekomendasi waktu yang cocok untuk persalinan hamil kembar:

  • Usia kehamilan 38 minggu, untuk hamil kembar yang tiap-tiap janin mempunyai ketuban dan plasenta
  • Kehamilan di usia 34–37 minggu, pada hamil kembar dengan satu plasenta namun mempunyai dua kantung ketuban
  • Usia kehamilan 32–34 minggu, bagi hamil kembar dengan satu plasenta serta satu kantung ketuban

Persalinan pada hamil kembar bisa dilakukan lewat persalinan normal (melalui vagina) atau poerasi caesar. Persalinan normal dapat dilaksanakan pada hamil kembar dua yang salah satu bayi berposisi sungsang atau posisi kedua kepala bayi ada di bawah.

Namun, untuk memperkirakan terjadinya persalinan macet, persalinan normal akan ditempatkan di ruang operasi. Tujuannya agar, jika dibutuhkan operasi caesar bisa segera dilakukan.

Untuk operasi caesar dianjurkan apabila terjadi kondisi seperti di bawah ini pada hamil kembar:

  • macet pada persalinan normal
  • Hamil kembar, tetpai hanya satu kantung ketuban
  • Bayi berposisi sungsang atau lintang
  • Bayi kembar lebih dari dua
  • Plasenta previa

Stelah lahir, bayi mungkin perlu dirawat di ruang neonatal intensive care unit (NICU). Ini bertujuan agar bayi bisa mendapatkan oksigen sera nutrisi, dan suhu tubuh bayi tetap stabil.

Komplikasi hamil kembar

Risiko terjadi komplikasi pada hamil kembar lebih tinggi dari pada kehamilan tunggal. Komplikasi ini bisa dialami oleh janin ataupun ibu. Komplikasi yang terjadi pada janin, seperti:

  • Bayi lahir prematur
  • Berat badan lahir rendah
  • Kelainan bawaan, khususnya pada bayi kembar identik dan janin lebih dari dua
  • Intrauterine growth restriction(IUGR)
  • Janin terbelit tali pusar
  • Twin to twin tranfusion syndrome (TTS), khususnya pada janin yang berbagi plasenta
  • Vanishing twin syndtome, yakni keadaan saat salah satu janin kembar “menghilang” di dalam kandungan
  • Meninggal ketika lahir

Untuk ibu, hamil kembar bisa menaikkan terjadinya komplikasi, seperti:

  • Keguguran
  • Diabetes gestasional
  • Preeklamsia
  • Hiperemesis gravidarum
  • Plasenta previa
  • Anemia
  • Perdarahan saat atau sesudah persalinan

Pencegahan komplikasi hamil kembar

Berbagai upaya yang bisa dilakukan untuk mencegah terjadinya komplikasi pada hamil kembar adalah:

  • Lakukan kontrol kehamilan dengan rutin, khususnya di trimester kedua dan ketiga.
  • Lakukan pola makan sehat, bergizi seimbang, serta lengkap.
  • Rutin menginsumsi suplemen yang dianjurkan oleh dokter.