Pengertian fetal distress (gawat janin)
Gawat janin (fetal distress) merupakan kondisi yang menunjukkan bahwa janin kekurangan oksigen saat masa kehamilan atau ketika persalinan. Keadaan ini bisa dirasakan oleh ibu hamil dari kurangnya gerakan janin.
Janin yang menderita fetal distress bisa diketahui oleh dokter lewat pemeriksaan detak jantung janin, detak yang cepat atau detak lambat, juga air ketuban yang keruh lewat USG kehamilan. Bayi yang menderita fetal distress juga akan memiliki pH darah yang asam.
Satu diantara cara yang bisa dilakukan untuk melindungi terjadinya fetal distress adalah dengan melakukan pemeriksaan kehamilan rutin ke dokter kandungan. Dengan begitu, kesehatan janin bisa termonitor dengan baik.
Tanda-tanda janin sehat adalah:
- Janin bergerak aktif di dalam rahim
- Tumbuh-kembang organ tubuh janin sehat dan normal
- Irama jantung berdetak dengan teratur
- Menjelang kelahiran terjadi perubahan posisi janin
Penyebab fetal distress (gawat janin)
Fetal distress bisa disebabkan oleh beberapa hal, baik gangguan dalam kehamilan ataupun persoalan kesehatan pada ibu. Dibawah ini adalah beberapa kondisi yang dapat memicu gawat janin:
- Gangguan plasenta atau ari-ari sehingga mengakibatkan pasokan oksigen terganggu hingga nutrisi pada janin berkurang
- Peregangan yang terlalu cepat dan kuat
- Usia kehamilan diatas 42 minggu
- Kehamilan diatas usia 35 tahun
- Mengandung bayi kembar
- Terjadi komplikasi pada kehamilan, seperti polihidramnion atau oligohidramnion, preeklamsia, serta hipertensi ketika mengandung
- Diabetes, anemia, hipertensi, asma, atau hipotiroidisme pada ibu yang sedang mengandung
Gejala fetal distress (gawat janin)
Fetal distress bisa diketahui lewat tanda dan gejala yang tidak normal dirasakan oleh ibu hamil sebelum atau masa proses persalinan. Selain dari gejala yang dirasakan oleh ibu hamil, dokter kandungan bisa mengetahui gawat janin lewat berbagai pemeriksaan.
Berbagai gejala serta tanda fetal distress (gawat janin), meliputi:
- Gerakan janin berkurang dengan cepat
Pergerakan janin bisa berkurang menjelang melahirkan akibat ruang gerak di dalam rahim berkurang. Akan tetapi, rata-rata pergerakan janin tetap bisa dirasakan serta mempunyai pola yang sama. Berkurangnya pergerakan janin atau berubah secara drastis bisa menjadi tanda gawat janin (fetal distress).Maka dari itu, ibu hamil diajurkan untuk rutin memantau gerakan janin agar lebih mengenal pola gerakan serta keadaan janin. - Bentuk kandungan yang terlalu kecil dari usia kehamilan
Pengukuran tinggi puncak rahim (tinggi fundus uteri), diukur dari tulang kemaluan ke atas. Bentuk kandungan yang dirasa terlalu kecil dari usia kehamilan, itu juga bisa menunjukankan tanda festal distress.
Saatnya ke dokter
Apabila Anda merasa gerakan janin berkurang, segera periksaan ke dokter kandungan. Dalam masa kehamilan, ibu hamil disarankan untuk melakukan pemeriksaan kehamilannya secara berkala untuk memantau pertumbuhan dan perkembangan janin dan menghindari terjadinya kelainan pada janin.
Jadwal pemeriksaan kehamilan yang disarankan:
- Sebelum memasuki minggu ke 28, lakukan pemeriksaan 1 bulan sekali
- Di minggu ke 28 sampai minggu ke 35, lakukan pemeriksaan setiap 2 minggu sekali
- Memasuki minggu ke 36 dan seterusnya, lakukan pemeriksaan setiap minggu
Lakukan lebih sering apabila memounyai kondisi kesehatan tertentu atau pernah mendapatkan komplikasi pada kehamilan sebelumnya.
Diagnosis fetal distress (gawat janin)
Diagnosis fetal distress bisa dipastikan lewat pemeriksaan kehamilan oleh dokter kandungan, sebelum ataupun sesudah bayi dilahirkan. Ini adalah pemeriksaan yang dilakukan dan tanda-tanda yang dijumpai ketika janin mengalami fetal distress:
- USG kehamilan, agar dapat terlihat, adakah janin bertumbuh sejalan dengan usia kandungan
- USG Doppler, agar dapat mendeteksi adanya gangguan di aliran darah dan jantung janin
- Cardiotocography (CTG), untuk mengamati reaksi detak jantung janin atas pergerakan janin serta kontraksi rahim secara berkelanjutan
- Pemeriksaan air ketuban, agar bisa diketahui volume air ketuban (amniotic fluid) dan mendeteksi mekonium atau tinja janin di air ketuban
- Pemeriksaan sampel darah bayi, untuk mengetahui apakah pH darah bayi berubah jadi lebih asam karena janin tidak mendapatkan cukup oksigen
Pengobatan fetal distress (gawat janin)
Apabila janin yang didiagnosis ada tanda mengalami fetal distress harus mendapatkan penyelesaian secepatnya. Berikut adalah tindakan yang dilakukan dokter:
Resusitasi dalam rahim
Sebagai pengobatan utama dalam mengatasi gawat janin perlu tindakan resusitasi dalam rahim. Dalam prosedur ini, dokter akan:
- Memberikan oksigen, agar ibu mendapat pasokan oksigen yang cukup
- Memastikan kecukupan asupan cairan kepada ibu yang memadai dengan memberikan cairan lewat infus
- Memposisikan ibu berbaring dengan miring ke kiri agar mengurangi tekanan rahim di pembuluh vena besar yang bisa mengurangi aliran darah ke plasenta dan janin
- Memberhentikan sementara pemakain obat-obatan yang bisa menaikkan kontraksi, seperti obat oksitosin
- Menghentikan kontraksi rahim sementara menggunakan terapi tokolisis
- Memberi tambahan cairan dalam rongga cairan ketuban untuk mengurangi himpitan tali pusat, dengan prosedur amnioinfusion
Persalinan segera
Segera dilakukan persalian bisa menjadi pilihan bila resusitasi dalam rahim tidak bisa mengatasi kondisi gawat janin. Kelahiran perlu dilakukan dalam 30 menit ketika kondisi gawat janin diketahui.
Partus dapat diupayakan lewat vagina dengan bantuan vakum atau forceps pada kepala bayi. Apabila cara tersebut tidak memungkinkan untuk dilakukan, maka janin harus dilahirkan lewat operasi caesar.
Pemantauan kondisi janin
Kondisi bayi akan dipantau dengan akurat selama 1-2 jam setelah kelahiran, dan dilanjutkan hingga 12 jam pertama setelah kelahiran. Monitoring yang dilakukan melingkupi pemeriksaan kondisi umum, gerak dada, warna kulit, tulang dan otot, suhu tubuh, juga irama jantung bayi.
Apabila bayi terlihat mengalami aspirasi mekonium atau keracunan ketuban, dokter akan membersihkan jalan napas bayi supaya pernapasannya tidak terganggu.
Minimnya aliran oksigen pada janin bisa mengakibatkan pertumbuhan janin terhambat. Hasilnya, bayi akan lahir dengan berat badan lahir rendah. Dan juga, apabila janin mengalami kekurangan oksigen bisa meninggal di dalam kandungan (stillbirth).
Pencegahan fetal distress (gawat janin)
Fetal distress atau gawat janin adalah kondisi yang sulit dicegah. Tetapi, pemeriksaan kehamilan yang dilakukan dengan rutin bisa membantu agar kesehatan ibu dan janin selama masa kehamilan dapat dipantau. Tujuan pemeriksaan adalah untuk memantau kondisi janin, serta mengetahui gangguan sejak dini dan kemungkinan terjadinya komplikasi.