Kanker Darah dan Sumsum Tulang

Polisitemia Vera

Pahami polycythemia vera sebagai myeloproliferative neoplasm kronis dengan produksi sel darah berlebih, hampir selalu terkait mutasi JAK2 yang didapat; sakit kepala, gatal setelah mandi, wajah merah dan limpa membesar; risiko thrombosis dan perdarahan; CBC, erythropoietin, JAK2 serta sumsum tulang; phlebotomy, aspirin dosis rendah, hydroxyurea, interferon atau ruxolitinib; target hematocrit dan monitoring; serta gejala stroke, serangan jantung atau bekuan yang darurat.

Ditulis oleh Tim SehatKitaDiperbarui 20 Agustus 2026Waktu baca 10 menit
RingkasanPolisitemia vera (PV) adalah kanker darah kronis ketika satu klon sel induk sumsum menghasilkan terlalu banyak sel, terutama sel darah merah dan sering juga trombosit/leukosit. Darah menjadi lebih mudah membentuk bekuan. Mutasi JAK2 biasanya didapat selama hidup dan umumnya tidak diwariskan kepada anak.

Gejala dan komplikasi

PV sering ditemukan lewat CBC sebelum bergejala. Sakit kepala, pusing, pandangan kabur, telinga berdenging, rasa terbakar merah pada tangan/kaki, cepat kenyang karena limpa besar dan gatal terutama setelah mandi hangat dapat terjadi. Komplikasi utama adalah thrombosis—stroke, serangan jantung, deep-vein thrombosis atau splanchnic thrombosis—tetapi perdarahan juga mungkin. Sebagian kecil berkembang menjadi myelofibrosis atau acute leukemia.

Diagnosis bukan dari hematokrit saja

Dehidrasi, hipoksia, merokok, sleep apnea, penyakit paru/jantung, testosterone atau tumor tertentu juga menaikkan sel merah. Hematolog menilai CBC berulang, serum erythropoietin, JAK2 V617F/exon 12 dan sering biopsy sumsum berdasarkan kriteria. Saturasi oksigen dan penyebab secondary erythrocytosis perlu diperiksa agar terapi tidak salah.

Tanda bekuan darah memerlukan pertolongan daruratPanggil bantuan untuk wajah mencong, kelemahan satu sisi, bicara pelo, nyeri dada, sesak mendadak, batuk darah, pingsan, kaki bengkak-nyeri satu sisi, atau sakit perut hebat. Perdarahan tidak berhenti, tinja hitam atau sakit kepala mendadak terburuk juga darurat.

Mencegah bekuan

Phlebotomy mengeluarkan darah berkala untuk menjaga hematocrit sesuai target klinis—umumnya di bawah 45%. Aspirin dosis rendah membantu banyak pasien, tetapi tidak aman bila ada perdarahan, allergy atau acquired von Willebrand syndrome. Jangan donor/keluarkan darah atau minum aspirin sendiri. Kendalikan merokok, tekanan darah, diabetes dan kolesterol; tetap aktif dan cukup cairan.

Obat penurun sel

Usia, riwayat thrombosis, gejala dan hitung darah menentukan kebutuhan cytoreduction. Hydroxyurea sering digunakan; pegylated interferon merupakan pilihan penting termasuk pada pasien lebih muda/kehamilan terpilih, sementara ruxolitinib dapat digunakan bila hydroxyurea tidak efektif/tidak toleran. CBC, limpa, gejala, kulit dan komplikasi dipantau seumur hidup.

Sumber dan catatan editorial

Informasi dalam artikel ini merujuk pada Leukemia & Lymphoma Society — myeloproliferative neoplasms, Leukemia & Lymphoma Society — MPNs in detail. Informasi ini bukan diagnosis atau pengganti konsultasi dokter.