Info Kesehatan Keluarga Indonesia

Batu, Gangguan Mulut

Sialolithiasis (Batu Kelenjar Ludah)

Terbentuknya batu di kelenjar air liur karena pengendapan zat kimia, terutama kalsium, menyebabkan saluran air liur menyumbat, menyebabkan bengkak dan nyeri. Kondisi ini dikenal sebagai sialolithiasis. Meskipun tidak berbahaya, kondisi ini harus ditangani untuk mencegah infeksi.

Batu kelenjar ludah biasanya terbentuk di kelenjar air liur submandibula, yang terletak di rahang bawah. Batu ini sebagian besar terdiri dari kalsium dan berukuran dari beberapa centimeter hingga kurang dari 1 milimeter.

Sialolithiasis biasanya didiagnosis pada pria berusia antara 30 dan 60 tahun. Meskipun demikian, siapa pun dapat mengalami kondisi ini. Pembentukan batu di kelenjar air liur biasanya terjadi sekali seumur hidup, tetapi pada beberapa penderita, batu dapat muncul kembali, yang berarti bahwa mereka perlu diangkat melalui operasi.

Penyebab Sialolithiasis (Batu Kelenjar Ludah)

Tidak ada penyebab utama batu kelenjar ludah yang diketahui. Namun, ada kemungkinan bahwa faktor-faktor yang menyebabkan perubahan aliran air liur bertanggung jawab atas kondisi ini. Beberapa faktor tersebut adalah:

  • Konsumsi obat, seperti obat tekanan darah tinggi atau antihistamin, yang dapat menurunkan jumlah air liur yang keluar
  • Berkurangnya aliran air liur karena jarang makan
  • Mengalami dehidrasi, yang menghasilkan air liur yang lebih kental
  • Mengalami masalah dengan kelenjar air liur
  • Mengalami masalah asam urat

Gejala Sialolithiasis (Batu Kelenjar Ludah)

Gejala sialolithiasis kadang-kadang tidak muncul, terutama pada kasus di mana batu baru terbentuk. Jika batu kelenjar ludah baru cukup besar, mereka akan menimbulkan gejala. Gejalanya termasuk:

  • Rasa sakit dan bengkak di kelenjar air liur
  • Rasa sakit dan bengkak di mulut, wajah, atau leher
  • Mulut yang kering
  • Sulit untuk membuka mulut dan menelan
Saatnya ke dokter

Jika Anda mengalami gejala sialolithiasis seperti yang disebutkan di atas, Anda harus pergi ke dokter untuk diperiksa. Untuk mencegah penyakit ini berkembang lebih jauh, pemeriksaan dini diperlukan.

Risiko terkena sialolithiasis dapat meningkat pada orang yang mengonsumsi obat darah tinggi dan obat gangguan mental. Lakukan kontrol rutin ke dokter jika Anda menggunakan obat tersebut untuk mendeteksi batu kelenjar ludah sedini mungkin dan memantau perkembangan penyakit.

Hubungi dokter terdekat jika Anda membutuhkan saran medis awal sebelum pergi ke fasilitas kesehatan.

Diagnosis Sialolithiasis (Batu Kelenjar Ludah)

Dokter akan memulai diagnosis batu kelenjar air ludah dengan menanyakan gejala pasien. Setelah itu, mereka akan melakukan pemeriksaan fisik, terutama di daerah kepala dan leher, di mana batu kelenjar air ludah membengkak.

Pemeriksaan lanjutan juga mungkin dilakukan untuk memastikan diagnosis, terutama jika batu yang sulit ditemukan dengan pemeriksaan fisik. Pemeriksaan ini mencakup:

  • Foto Rontgen untuk mencari batu pada kelenjar air liur
  • Sialografi dilakukan untuk mengidentifikasi kerusakan pada kelenjar dan saluran air liur
  • Untuk mendapatkan hasil pemindaian yang lebih rinci, lakukan scan CT, MRI, atau USG
  • Sialendoskopi digunakan untuk melihat bagian dalam saluran air liur dan kelenjar

Pengobatan Sialolithiasis (Batu Kelenjar Ludah)

Menghilangkan batu yang menyumbat adalah tujuan utama pengobatan batu kelenjar air ludah. Penanganan dapat dilakukan dengan beberapa cara:

Pengobatan mandiri

Menghisap permen asam atau buah lemon dan minum banyak air putih adalah beberapa cara di rumah untuk mengeluarkan batu di kelenjar air liur. Tujuan dari metode ini adalah untuk meningkatkan produksi air liur sehingga batu dapat dikeluarkan dengan sendirinya.

Untuk mengeluarkan batu kelenjar air liur, gunakan kompres panas dan pijat perlahan area di sekitarnya.

Pengobatan oleh dokter

Penanganan medis diperlukan jika batu kelenjar air liur tidak dapat dikeluarkan secara mandiri di rumah. Berikut adalah beberapa langkah untuk menanganinya:

  • Sialendoskopi
    Selain digunakan untuk diagnosis, sialendoskopi juga dapat digunakan untuk mengeluarkan batu kelenjar air liur. Dalam prosedur ini, dokter THT akan memasukkan endoskop melalui saluran air liur pasien untuk menemukan dan mengeluarkan batu tersebut.
  • Extracorporeal shock wave lithotripsy (ESWL)
    Jika batu cukup besar, ekstracorporeal shock wave lithotripsy (ESWL) dilakukan. Prosedur ini memecahkan batu menggunakan getaran gelombang suara, memungkinkan pecahan batu keluar melalui saluran air liur
  • Operasi
    Jika batu di kelenjar ludah terlalu besar dan tidak dapat diobati dengan metode lain, operasi pengangkatan batu harus dilakukan. Selain itu, jika batu di kelenjar air liur terus muncul atau jika ada kerusakan pada kelenjar, operasi pengangkatan batu harus dilakukan
  • Obat-obatan
    Paracetamol dapat diberikan untuk mengurangi nyeri. Jika batu kelenjar air liur menyebabkan infeksi, antibiotik juga dapat diberikan.

Komplikasi Sialolithiasis (Batu Kelenjar Ludah)

Komplikasi jarang muncul dengan sialolithiasis. Mereka bisa berupa pembengkakan dan infeksi pada kelenjar air liur, yang ditandai dengan demam, kemerahan di area yang terinfeksi, dan munculnya abses (nanah).

Pencegahan Sialolithiasis (Batu Kelenjar Ludah)

Untuk mencegah efek samping obat, termasuk pembentukan batu kelenjar air liur, jika Anda sedang mengonsumsi obat yang dapat menurunkan produksi air liur dalam jangka panjang, konsultasikan dengan dokter Anda secara teratur.

Untuk mengurangi produksi air liur, makan porsi kecil tetapi sering daripada makan porsi besar sekaligus. Anda juga dapat mencegah dehidrasi dengan minum cukup cairan, sehingga air liur Anda tidak menjadi kental.

Periksakan diri ke dokter adalah cara terbaik untuk mencegah sialolithiasis, terutama bagi mereka yang mengalami cedera kelenjar air liur dan asam urat. Dokter dapat memberikan pengobatan yang tepat dan mendeteksi sialolithiasis secara dini.