Info Kesehatan Keluarga Indonesia

Gangguan Mulut

Mulut Kering

Mulut kering, juga disebut xerostomia, adalah ketika mulut terasa kering karena kurangnya produksi air liur. Ini bisa terjadi karena radioterapi di kepala dan leher, penuaan, atau penyakit autoimun seperti sindrom Sjögren.

Air liur melakukan banyak hal untuk membantu menjaga gigi tetap sehat, menjaga rongga mulut tetap bersih, dan membantu dalam mengunyah dan menelan makanan.

Mulut kering dapat terjadi karena air liur yang sedikit dan meningkatkan risiko gangguan kesehatan mulut seperti radang gusi, gigi berlubang, dan infeksi jamur di mulut.

Mulut kering biasanya terjadi sesekali, seperti saat stres atau cemas, tetapi jika terjadi selama bertahun-tahun, itu bisa menandakan masalah kesehatan yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.

Penyebab Mulut Kering

Mulut kering terjadi ketika kelenjar air liur tidak dapat menghasilkan cukup air liur. Beberapa hal dapat menyebabkan kurangnya produksi air liur ini, seperti:

  • Dehidrasi, seperti yang disebabkan oleh diare atau keluarnya keringat berlebih
  • Stres dan kecemasan
  • biasa bernapas melalui mulut, misalnya karena mendengkur atau hidung tersumbat
  • Proses penuaan, karena seseorang dengan lanjut usia cenderung mengalami penyakit kronis atau kekurangan gizi
  • efek samping obat seperti diuretik, antidepresan, antihistamin, relaksan otot, serta pereda nyeri
  • biasanya merokok, mengunyah tembakau, atau minum alkohol
  • Keadaan atau penyakit tertentu, seperti sariawan, sindrom Sjorgen, anemia, stroke, diabetes, rheumatoid arthritis, cystic fibrosis, penyakit Alzheimer, gondongan, hipertensi, dan HIV/AIDS
  • Komplikasi operasi atau cedera yang menyebabkan kerusakan saraf di kepala dan leher
  • Radioterapi atau kemoterapi di kepala dan leher

Gejala Mulut Kering

Ketika kelenjar saliva tidak memproduksi cukup air liur, mulut kering adalah salah satu gejalanya. Kurangnya produksi air liur juga dapat menyebabkan berbagai gejala, seperti:

  • Bau di mulut
  • Suara aneh
  • Sering haus
  • Air liur sepertinya kental
  • Saluran hidung kering
  • Bibir pecah-pecah dan kering
  • Tenggorokan sakit dan kering
  • Mulut terasa lengket
  • sensasi panas di mulut, terutama lidah
  • Lidah yang putih
  • Lidah terasa kasar, kemerahan, dan kering
  • Sulit untuk berbicara, mengunyah, dan menelan
  • masalah dengan indra pengecap, seperti lidah yang pahit

Selain masalah yang disebutkan di atas, mulut kering juga dapat menjadi masalah bagi mereka yang ingin memasang gigi palsu.

Saatnya ke dokter

Jika Anda mengalami gejala di atas, pergi ke dokter. Ini penting terutama untuk Anda lakukan jika keluhan Anda tidak mereda setelah Anda melakukan perawatan sendiri.

Jika mulut kering bertahan lama, hal ini dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan lain, seperti gigi berlubang, sehingga perlu diperiksa oleh dokter.

Segera periksakan diri ke dokter jika gejala Anda menjadi lebih parah dan sulit untuk makan dan minum.

Diagnosis Mulut Kering

Setelah pemeriksaan di mulut, diagnosis dilakukan dengan menanyakan riwayat kesehatan pasien, obat-obatan yang mereka ambil, dan gejala.

Dokter dapat menjalankan beberapa pemeriksaan tambahan, seperti:

  • Tes darah untuk mengidentifikasi infeksi atau kondisi lain yang dapat menyebabkan mulut kering, seperti diabetes
  • Tes produksi air liur untuk mengetahui berapa banyak air liur yang dihasilkan
  • Biopsi kelenjar ludah, di mana sampel jaringan kelenjar ludah diambil dan diteliti di laboratorium jika ada kemungkinan sindrom Sjögren menyebabkan mulut kering
  • Periksa gangguan pada kelenjar air liur menggunakan scan CT dan MRI

Pengobatan Mulut Kering

Pasien harus melakukan perawatan mandiri sebelum berkonsultasi dengan dokter. Mereka mungkin lebih sering minum air putih, mengulum es batu, atau mengunyah permen karet tanpa gula. Tujuan dari teknik ini adalah untuk meningkatkan produksi air liur.

Jika langkah-langkah di atas tidak membantu mengatasi mulut kering, segera pergi ke dokter untuk mendapatkan pengobatan yang tepat. Dokter dapat menggunakan salah satu dari hal-hal berikut:

  • Mengurangi dosis atau mengganti obat jika konsumsi obat tertentu menyebabkan mulut kering
  • Memberi xylitol dalam air liur buatan atau obat kumur
  • Untuk meningkatkan produksi air liur, berikan pilocarpine
  • Mencegah gigi berlubang dengan fluoride oles

Komplikasi Mulut Kering

Jika penyebab mulut kering tidak ditangani dengan segera, ada risiko berikut:

  • Sariawan
  • Bibir rusak/pecah-pecah
  • Gigi berlubang, timbulnya penyakit gusi, atau terbentuknya karang gigi
  • infeksi jamur yang terjadi di mulut
  • kekurangan nutrisi karena membuat mengunyah dan menelan sulit

Pencegahan Mulut Kering

Mengkonsumsi air putih yang cukup setiap hari dan menjaga kesehatan gigi dan mulut adalah beberapa cara lain untuk mencegah atau meredakan mulut kering:

  • Jika Anda sering mendengkur di malam hari, hentikan kebiasaan bernapas melalui mulut dan lakukan pengobatan.
  • Hentikan merokok.
  • Jangan minum apa pun yang berkafein atau beralkohol.
  • Penting untuk menggunakan pelembap udara di kamar, terutama di malam hari.
  • Untuk mengatasi bibir pecah-pecah, oleskan pelembap bibir.
  • Jangan terlalu banyak makan makanan yang mengandung gula, asam, pedas, atau asin.
  • Hindari obat kumur yang mengandung alkohol dan gunakan pasta gigi dan obat kumur yang mengandung fluoride.
  • Mengunjungi dokter gigi setidaknya dua kali setiap tahun.
  • Jika Anda mengalami mulut kering karena efek samping obat atau kemoterapi, Anda harus pergi ke dokter secara teratur.