Info Kesehatan Keluarga Indonesia

Gangguan Hormon, Kesehatan Pria, Kesehatan Wanita

Mandul; Infertilitas

Mandul adalah suatu kondisi ketidakmampuan untuk hamil meskipun aktif berhubungan seksual tanpa alat kontrasepsi selama 12 bulan. Kemandulan bisa saja terjadi pada setiap jenis kelamin (Wanita maupun Pria).

Kemandulan atau infertilitas dipicu oleh berbagai faktor. Penyebab kemandulan pada pria berbeda dengan penyebab mandul pada wanita. Akan tetapi, ada juga beberapa faktor pemicu mandul yang tidak bisa diketahui hingga kini.

Tidak semua orang yang mengalami mandul, tidak bisa mempunyai anak selamanya. Dari berbagai pengalaman sebagian orang yang mandul tetap bisa memiliki anak setelah penyebab mandul diatasi menggunakan bantuan teknologi medis yang secara relevan bisa meningkatkan peluang kehamilan.

Penyebab Mandul

Kehamilan dimulai dari proses pertemuan sel telur yang sehat dengan sel sperma yang sehat sehingga terjadi pembuahan. Dari pembuahan ini akan terbentuk zigot yang akan berkembang menjadi embrio dan menempel di rahim.

Semua tahapan dalam proses pembuahan harus terjadi dengan tepat supaya kehamilan dapat terjadi. Akan tetapi, proses pembuahan tersebut bisa mengalami masalah pada salah satu atau beberapa tahapannya sehingga terjadi mandul.

Ada dua jenis mandul atau infertilitas, yaitu:

  • Infertilitas primer, adalah wanita yang belum juga hamil setelah paling tidak berhubungan seksual tanpa alat kontrasepsi selama 12 bulan
  • Infertilitas sekunder, adalah wanita yang sebelumnya sudah pernah mengalami hamil setidaknya satu kali, namun tidak kunjung hamil lagi

Mandul merupakan suatu kondisi yang bisa terjadi pada satu orang, baik wanita maupun pria, atau pada keduanya. Berikut, adalah beberapa perbedaan penyebab mandul antara pria dengan wanita:

Penyebab mandul pada pria

Kemandulan pada pria dipicu oleh gangguan pengeluaran air mani, banyaknya, pergerakan, dan bentuk sperma. Dampaknya, sel sperma dapat berbentuk tidak normal (teratozoospermia), dengan jumlah yang sedikit (oligospermia), atau bahkan tidak ada sama sekali (azoospermia). Pelbagai kemungkinan penyebab kemandulan pada pria adalah:

1. Gangguan fungsi testis dan ejakulasi

Faktor yang bisa mengakibatkan gangguan fungsi testis dan ejakulasi antara lain:

  • Pembuluh darah di dalam testis membengkak (varikokel)
  • Cedera pada testis
  • Kecanduan minuman beralkohol dan merokok
  • Penggunaan narkotika dan zat adiktif lainnya
  • Penyakit tertentu, seperti diabetes yang tidak terkontrol, cystic fibrosis, serta penyakit autoimun
  • Infeksi tertentu, seperti radang testis (orchitis), epididimitis, gonore, serta HIV
  • Kriptorkismus serta gangguan ejakulasi
  • Pengobatan kanker, seperti kemoterapi, radiasi, atau operasi pengangkatan satu atau kedua testis

2. Gangguan hormonal

Masalah hormonal terjadi karena ada gangguan pada hipotalamus dan kelenjar pituitari (hipofisis). Beberapa faktor yang bisa memengaruhi kondisi ini adalah:

  • Tumor hipofisis
  • Hiperlasia adrenal kongenital
  • Kelebihan hormon estrogen
  • Kelebihan hormon testosterone
  • Sindrom Kallman
  • Sindrom Cushing
  • Penggunaan steroid jangka panjang

3. Kelainan genetik

Beberapa kelainan atau kondisi genetik yang bisa memengaruhi produksi jumlah sperma yaitu sindrom Klinefelter, kelainan kromosom Y, dan distrofi miotonik.

Penyebab mandul pada wanita

Selain itu, kemandulan pada wanita biasanya ditemukan dengan kelainan pada ovarium, rahim, dan tuba falopi. Beberapa kemungkinan pemicu kemandulan pada wanita adalah:

1. Gangguan fungsi ovarium

Masalah pada fungsi ovarium akan berdampak pada proses pelepasan sel telur (ovulasi) atau tidak melepaskan sel telur (anovulasi) dengan demikian menyebabkan kemandulan pada wanita. Faktor-faktor yang bisa menyebabkan kondisi ini adalah:

  • Polycystic ovarian syndrome (PCOS)
  • Kelainan struktur ovarium
  • Masalah tiroid
  • Gangguan fungsi hipotalamus dan kelenjar pituitari
  • Menopause dini
  • Amenorrhea

2. Kerusakan atau penyumbatan tuba falopi

Berbagai penyakit atau kondisi tertentu yang berisiko mengakibatkan gangguan pada tuba falopi adalah:

  • Usus buntu pecah
  • Radang panggul
  • Infeksi gonore dan clamydia
  • Endometrosis
  • Pernah melakukan prosedur bedah pada perut

3. Kelainan pada rahim dan serviks

Beberapa perbedaan (penyimpangan) atau kondisi pada rahim dan leher rahim (serviks) yang bisa memengaruhi kemandulan wanita adalah perlengketan rahim (sindrom Asherman), polip endometrium, adenomiosis, serta kelainan bawaan uterus.

Sementara itu, radang pada rahim (endrometritis) juga bisa menyebabkan kemandulan pada wanita.

Faktor risiko mandul

Selain beberapa penyebab di atas, ada juga faktor-faktor yang bisa meningkatkan risiko seseorang mengalami mandul, adalah:

  • Berumur 35 tahun lebih untuk wanita atau 40 tahun lebih untuk pria
  • Berolahraga yang berlebihan
  • Merokok
  • Penyalahgunaan narkotika dan zat adiktif lainnya
  • Kebiasaan mengonsumsi minuman beralkohol secara berlebihan
  • Mengikuti terapi radiasi atau pengobatan kanker lainnya
  • Mempunyai riwayat penyakit diabetes
  • Mengalami penyakit menular seksual (PMS)
  • Menderita gangguan makan, seperti anoreksia nervosa atau bulimia
  • Kelebihan berat badan (obesitas) atau malnutrisi (gizi buruk)
  • Terkena racun lingkungan, seperti timbal atau pestisida

Gejala Mandul

Gejala utama pada kemandulan adalah tidak bisanya hamil. Selain itu, gejala lain dari mandul belum diketahui dengan pasti.

Terdapat dari beberapa wanita yang mengalami mandul mungkin memiliki periode menstruasi yang tidak teratur. Sementara itu, dari beberapa pria yang mandul bisa jadi mengalami ciri gangguan hormonal.

Saatnya ke dokter

Periksakan ke dokter bila Anda atau pasangan Anda tidak juga kunjung hamil setelah 1 tahun sebelumnya sudah melakukan hubungan seksual secara teratur tanpa menggunakan kontrasepsi, terlebih lagi bila Anda atau pasangan sudah berada dalam posisi, seperti ini:

  • Berusia di atas 35 tahun (pada wanita) dan telah mencoba untuk hamil selama 6 bulan atau lebih
  • Berusia di bawah 35 tahun dan sudah melakukan hubungan seksual tanpa alat kontrasepsi selama 12 bulan, namun tidak juga kunjung hamil
  • Mengalami keguguran sebanyak dua kali atau lebih dengan berturut-turut
  • Mempunyai faktor risiko mandul

Diagnosis Mandul

Untuk mendiagnosis mandul, dokter akan menanyakan Anda seputar aktivitas seksual yang biasa dilakukan, latar kesehatan dan penggunaan obat, serta beberapa faktor risiko yang mungkin dimiliki pasien. Selain itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik, termasuk juga pemeriksaan alat kelamin kedua pasangan tersebut.

Setelah itu, dokter akan melakukan uji kesuburan untuk memastikan apakah pasien mandul atau tidak, dan mencari tahu penyebab kemandulan tersebut. Berikut adalah beberapa pemeriksaan tambahan tersebut:

Pemeriksaan pada pria

Beberapa jenis tes kesuburan yang bisa dilakukan pada pasien pria, adalah:

  • Tes sperma, guna mengetahui jumlah, kualitas, pergerakan, dan bentuk sperma
  • Pemeriksaan hormon, untuk melihat kadar hormon testosteron dan hormon lainnya
  • Pemeriksaan genetik, sebagai penentuan apakah ada kelainan genetik yang menyebabkan mandul
  • Biopsi testis, untuk memeriksa kelainan yang bisa mengakibatkan gangguan pada produksi sperma pada jaringan testis
  • USG testis, untuk mencek kondisi testis dan salurannya
Pemeriksaan pada wanita

Beberapa jenis tes kesuburan yang bisa dilakukan bagi pasien wanita adalah:

  • Cek ovulasi, untuk menguji kadar hormon dalam menentukan apakah pasien sedang berovulasi atau tidak
  • Tes hormon, untuk melihat kelainan kadar hormon yang berperan dalam menyebabkan mandul
  • Pemeriksaan cadangan sel telur di ovarium, untuk menetapkan kualitas serta jumlah sel telur yang tersedia untuk ovulasi
  • Pemindaian, untuk menemukan apakah ada penyakit atau kondisi lain pada rahim, tuba falopi, atau ovarium yang bisa menyebabkan mandul
  • Histerosalpingografi, untuk menemukan kelainan pada rahim dan leher rahim (serviks) memakai selang tipis yang dimasukkan melalui leher rahim

Pengobatan Mandul

Pengobatan mandul akan dicocokkan dengan penyebab yang mendasarinya, lamanya kemandulan, usia pasien besrta pasangannya, dan pendapat pribadi. Dibawah ini adalah cara pengobatan yang bisa dijadikan pilihan untuk menangani mandul:

1. Obat-obatan

Ada beberapa obat-obatan yang dipakai untuk mengatasi mandul, yakni:

  • Clomifene, tamoxifen, anastrozole, atau letrozole, yaitu obat yang berperan untuk mendorong ovulasi tiap bulan pada wanita
  • Metformin, yakni obat yang digunakan untuk mengatasi polycystic ovarian syndrome (PCOS)
  • Gonadotropin, yakni obat yang menstimulus perangsangan ovulasi pada wanita dan juga meningkatkan kesuburan pada pria
  • Gonadotropin releasing hormone (GnRH) agonis dan GnRH antagonis, yakni sejenis obat yang berguna untuk membantu mempersiapkan rahim wanita sebelum transfer embrio
  • Mesterolene, untuk mengobati kemandulan pria yang disebabkan oleh kekurangan hormon androgen
  • Bromociptine dan cabergoline, yakni obat yang diberikan pada wanita yang mempunyai gangguan ovulasi akibat kadar prolaktin yang tinggi
2. Operasi

Terdapat beberapa jenis operasi yang bisa dilakukan untuk mengatasi masalah kesuburan baik pada pria maupun wanita, yaitu:

Laparoskopi

Pada wanita, operasi laparoskopi bisa dilakukan bila pasien menderita endometriosis dan kista ovarium. Laparoskopi juga diterapkan untuk mengikis bagian ovarium apabila obat ovulasi tidak bekerja pada pasien penderita polycystic ovarian syndrome (PCOS).

Operasi terbuka

Operasi ini dilakukan untuk memperbaiki saluran sperma dan tuba falopi, dan mengangkat tumor. Operasi seperti ini dilakukan jika laparoskopi tidak bisa dilakukan karena alasan medis tertentu.

3. Teknologi bantuan reproduksi

Beberapa penggunaan teknologi bantuan reproduksi yang tersedia di Indonesia yaitu:

Inseminasi buatan

Inseminasi buatan merupakan cara yang dilakukan dengan menyuntikkan sperma sehat secara langsung ke dalam rahim saat terjadi ovulasi, dengan menggunakan kateter kecil. Sperma yang disuntikkan adalah sperma yang berkualitas dan pergerakan yang terbaik.

Bayi tabung

Bayi tabung adalah proses yang dilakukan dengan menggabungkan sel telur dan sel sperma di luar tubuh pasien, (laboratorium). Selanjutnya, sel telur yang telah dibuahi akan dikembalikan ke rahim.

Komplikasi Mandul

Seseorang yang mandul rentan mengalami depresi atau gangguan emosional. Hal tersebut akibat dari rasa kecewa karena ketidakmampuannya untuk hamil. Bilaa dibiarkan, depresi akan memberikan dampak buruk bagi kesehatan penderitanya.

Pencegahan Mandul

Mandul merupakan kondisi yang tidak selalu bisa dicegah, misalnya karena disebabkan dari kelainan struktur organ reproduksi pria dan wanita. Akan tetapi, upaya pencegahan bisa dilakukan untuk menghindari risiko yang bisa mengakibatkan mandul. Upaya pencegahan tersebut di antaranya adalah:

  • Jangan merokok dan mengonsumsi alkohol secara berlebihan.
  • Tidak menyalahgunakan  narkotika dan zat adiktif lainnya.
  • Hindari terkena racun di lingkungan.
  • Konsultasikan ke dokter tentang penggunaan obat yang dapat memengaruhi kesuburan, seperti steroid dan obat antipsikotik.
  • Pertahankan berat badan agar tetap dalam keadaan normal.
  • Berolahraga dengan teratur, namun jangan berlebihan.
  • Terapkan pola hidup sehat dan makanan yang bergizi
  • Lakukan pengobatan sampai tuntas bila Anda menderita penyakit menular seksual.

Untuk pasangan yang sedang merencanakan kehamilan, disarankan untuk rutin berhubungan seksual selama beberapa kali setiap masa subur. Tujuannya adalah agar kesempatan hamil bisa lebih meningkat. Selajutnya, konsultasikan ke dokter mengenai program hamil yang tepat sesuai kondisi.