Info Kesehatan Keluarga Indonesia

Autoimun

Penyakit Graves

Penyakit Graves adalah gangguan autoimun yang menyebabkan tubuh menghasilkan lebih banyak hormon tiroid (hipertiroidisme). Gejalanya termasuk detak jantung tidak teratur, penurunan berat badan, dan tangan gemetar.

Kelenjar tiroid bertugas untuk memproduksi hormon yang mengatur fungsi tubuh, seperti sistem saraf, perkembangan otak, dan suhu tubuh. Pada penderita penyakit Graves, kelenjar tiroid menghasilkan hormon lebih banyak dari yang dibutuhkan.

Jika tidak ditangani dengan tepat, kelebihan hormon tiroid bisa menimbulkan gangguan serius pada jantung, otot, siklus menstruasi, dan mata. Meskipun banyak masalah kesehatan lain yang bisa mengakibatkan hipertiroidisme, penyakit Graves merupakan penyebab paling umum dari kondisi tersebut.

Penyakit Graves paling sering didiagnosis pada wanita dan orang yang berusia kurang dari 40 tahun, tetapi pada dasarnya siapa saja dapat menderitanya.

Penyebab dan Faktor Risiko Penyakit Graves

Penyakit Graves, juga dikenal sebagai penyakit Graves, disebabkan oleh gangguan pada fungsi sistem kekebalan tubuh. Sistem kekebalan tubuh berfungsi dengan baik untuk melindungi tubuh dari organisme asing yang menyebabkan penyakit, seperti virus dan bakteri.

Penyakit Graves menyebabkan sistem kekebalan tubuh menghasilkan antibodi yang menyerang kelenjar tiroid. Antibodi TSI, atau immunoglobulin yang mendorong kelenjar tiroid, menyebabkan kelenjar tiroid menghasilkan lebih banyak hormon tiroid daripada yang diperlukan.

Namun, penyebab sistem kekebalan tubuh menghasilkan antibodi yang menyerang kelenjar tiroid masih belum diketahui. Namun, risiko terkena penyakit Graves dapat ditingkatkan oleh beberapa faktor berikut:

  • Berjenis kelamin perempuan
  • Usia antara 20 dan 40 tahun
  • Memiliki anggota keluarga yang juga didiagnosis dengan penyakit Graves
  • Mengalami penyakit autoimun tambahan, seperti RA atau diabetes tipe 1
  • Mengalami beban emosional
  • Baru melahirkan dalam waktu satu tahun
  • Pernah terkena mononukleosis
  • Memiliki kecenderungan untuk merokok

Gejala Penyakit Graves

Penyakit Graves memiliki berbagai gejala. Gejala awal biasanya ringan atau bahkan tidak terlihat. Kemudian gejala menjadi lebih parah secara bertahap.

Penyakit Graves menyebabkan beberapa gejala, termasuk:

  • Kelenjar Tiroid membengkak
  • Tremors pada jari tangan atau tangan
  • Jantung berdebar, yang dikenal sebagai palpitasi jantung, atau jantung berdetak tidak teratur, yang dikenal sebagai aritmia
  • Siklus menstruasi yang berubah, termasuk ketidaksuburan
  • Disfungsi ereksi pada pria
  • Menurunkan berat badan tanpa kehilangan nafsu makan
  • Mudah menjadi marah
  • Menurunnya gairah seksual
  • Kesulitan tidur
  • Diare
  • Rambut yang rontok
  • Gampang lelah
  • Mudah berkeringat
  • Sensitif terhadap suhu tinggi

Selain gejala-gejala di atas, sekitar 30% orang yang menderita penyakit Graves atau penyakit Graves juga mengalami sejumlah keluhan khas, seperti ophtalmopati Graves dan dermopati Graves.

Peradangan atau gangguan pada sistem kekebalan mempengaruhi otot dan jaringan di sekitar mata, menyebabkan gejala ophtalmopathy Graves. Salah satu masalah yang muncul adalah:

  • Menonjolnya mata (eksoftalmus)
  • Mata menjadi kering
  • Sakit atau tekanan pada mata
  • Bengkak di kelopak mata
  • Mata menjadi merah
  • Mata sensitif terhadap sinar matahari
  • Penglihatan berbayang
  • Hilang kemampuan untuk melihat

Namun, dermopathy Graves jarang terjadi. Graves’ dermopathy paling sering terjadi pada area tulang kering dan di punggung kaki. Gejalanya adalah kulit yang memerah dan menebal seperti kulit jeruk.

Saatnya ke dokter

Jika Anda mengalami gejala yang disebutkan di atas, Anda harus melakukan pemeriksaan ke dokter. Deteksi dini dapat menghasilkan diagnosis yang lebih akurat dan pengobatan yang lebih baik.

Jika Anda mengalami gejala yang berkaitan dengan jantung, seperti jantung berdebar atau berdetak tidak beraturan, atau kehilangan penglihatan, segera pergi ke dokter atau IGD terdekat.

Diagnosis Penyakit Graves

Untuk mendiagnosis penyakit Graves, dokter akan mengajukan beberapa pertanyaan kepada pasien, seperti:

Gejala awal

  • Penyakit yang pernah Anda alami atau saat ini Anda alami
  • Penyakit tiroid dalam keluarga
  • Prosedur medis yang telah dilakukan sebelumnya

Setelah itu, dokter akan memeriksa tanda-tanda vital pasien, seperti denyut nadi, tekanan darah, suhu, dan laju napas. Mereka juga akan melakukan pemeriksaan fisik, terutama untuk mengetahui apakah ada ophtalmopathy dan dermopathy Graves pada kelenjar tiroid di leher pasien.

Dokter dapat melakukan pemeriksaan tambahan seperti:

  • Tes darah untuk mengukur hormon tiroid dan hipofisis, yang mengontrol produksi hormon kelenjar tiroid
  • Tes yodium radioaktif: Menelan dosis rendah zat yodium radioaktif untuk melihat bagaimana kelenjar tiroid berfungsi
  • Tes antibodi, seperti pemeriksaan anti TPO, untuk mengidentifikasi antibodi yang menyerang kelenjar tiroid dan bagian-bagiannya
  • Periksa pembesaran kelenjar tiroid melalui pemindaian magnetik resonans (MRI) atau CT scan
  • USG, untuk melihat apakah kelenjar tiroid tumbuh, terutama pada wanita hamil

Pengobatan Penyakit Graves

Pilihan pengobatan untuk penyakit Graves adalah untuk mengurangi produksi hormon tiroid yang berlebihan dan efeknya pada tubuh. Beberapa pilihan pengobatannya adalah:

Obat-obatan

Dokter dapat memberikan obat-obatan berikut untuk mengobati penyakit Graves:

  • Obat antitiroid, seperti methimazole dan propylthiouracil, untuk menghentikan produksi hormon tiroid
  • Untuk mengurangi efek hormon tiroid, seperti detak jantung tidak beraturan, gelisah, tremor, keringat berlebihan, dan diare, obat penghambat beta-adrenergik seperti propranolol, metoprolol, atenolol, dan nadolol
  • Terapi yodium radioaktif

Terapi yodium radioaktif melibatkan penggunaan pil yang mengandung yodium radioaktif dosis rendah yang berfungsi untuk menghancurkan sel tiroid yang terlalu aktif dan mengecilkan kelenjar tiroid. Dalam beberapa minggu hingga bulan, gejala akan secara bertahap berkurang.

Terapi yodium radioaktif tidak disarankan untuk penderita ophtalmopati Graves karena dapat memperburuk gejala mereka. Mereka juga tidak boleh menggunakannya saat hamil atau menyusui.

Karena terapi ini menghancurkan sel tiroid, pasien kemungkinan besar akan memerlukan hormon tiroid tambahan untuk meningkatkan jumlah hormon tiroid yang berkurang sebagai akibat dari terapi ini.

Operasi

Operasi tiroid, yang melibatkan pengangkatan sebagian atau seluruh kelenjar tiroid pasien, adalah pilihan lain untuk pengobatan penyakit Graves. Setelah operasi, pasien diberi hormon tiroid sintetis untuk meningkatkan kadar hormon tiroid yang rendah yang disebabkan oleh pengangkatan kelenjar tiroid.

Kelenjar paratiroid, yang menghasilkan hormon yang mengontrol kadar kalsium dalam darah, juga dapat rusak karena operasi tiroid.

Sangat penting untuk dicatat bahwa, meskipun penyakit Graves itu sendiri telah berhasil diobati, gejala penyakit itu dapat tetap bertahan hingga tiga hingga enam bulan setelah pengobatan, dan kondisi ini biasanya akan bertahan hingga satu tahun sebelum mulai membaik sendiri.

Diobati dengan kortikosteroid atau teprotumumab jika diperlukan, dan dalam beberapa kasus, operasi mungkin diperlukan untuk mencegah kebutaan.

Perawatan mandiri

Pasien dengan penyakit Graves disarankan untuk mengubah gaya hidup mereka dan menjalani pengobatan yang disebutkan di atas. Pekerjaan yang dapat dilakukan termasuk:

  • Mengonsumsi makanan yang mengandung banyak nutrisi, seperti sayur-sayuran dan buah-buahan
  • Berolahraga dengan teratur
  • Mengatasi stres dengan baik dengan yoga atau meditasi

Untuk saat ini, pasien dengan ophtalmopathy Graves disarankan untuk melakukan hal-hal berikut:

  • Menggunakan air mata buatan yang tersedia di toko obat
  • Konsumsi kortikosteroid yang diresepkan dokter
  • Menggunakan kacamata hitam untuk melindungi mata dari sinar matahari
  • Pijat mata Anda dengan kompres dingin
  • Meninggikan kepala saat tidur
  • Jangan merokok

Perawatan tambahan untuk pasien dengan gejala dermopati Graves dapat mencakup penggunaan salep kortikosteroid dan pengompresan pada bagian kaki yang mengalami gejala untuk mengurangi pembengkakan.

Komplikasi Penyakit Graves

Komplikasi berbahaya seperti berikut dapat muncul jika penyakit Graves tidak segera ditangani:

  • Gangguan kehamilan, seperti kelahiran prematur, disfungsi tiroid janin, masalah perkembangan janin, preeklamsia (tekanan darah tinggi ibu), gagal jantung ibu, dan keguguran
  • Gagal jantung, aritmia, perubahan dalam bentuk dan fungsi jantung, serta gagal jantung
  • Osteoporosis/Pengeroposan tulang
  • Krisis tiroid, atau badai tiroid
  • Pencegahan Penyakit Graves

Karena penyakit Graves adalah gangguan autoimun, sulit untuk mencegahnya. Namun, menjalani pemeriksaan rutin jika Anda memiliki riwayat gangguan autoimun atau penyakit Graves dalam keluarga Anda dapat menurunkan risiko terkena penyakit ini.

Selain itu, mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat, seperti berhenti merokok, menjaga berat badan ideal, dan berolahraga secara teratur, dapat mengurangi risiko terkena penyakit Graves.