Info Kesehatan Keluarga Indonesia

Autoimun

Myositis

Myositis adalah peradangan pada otot yang terjadi karena reaksi autoimun, yaitu ketika sistem kekebalan tubuh menyerang jaringan otot sendiri. Ini dapat menyebabkan nyeri otot dan kelelahan otot.

Myositis adalah istilah umum untuk peradangan pada otot, termasuk peradangan yang disebabkan oleh infeksi, latihan yang terlalu berat, atau efek samping obat-obatan tertentu. Namun, myositis yang disebabkan oleh penyakit autoimun biasanya ringan dan sementara.

Dalam artikel ini, kami akan membahas myositis yang disebabkan oleh reaksi autoimun. Penyakit ini menyebabkan lemah otot dan kesulitan bergerak secara bertahap, tetapi gejalanya tidak dapat disembuhkan dengan obat atau fisioterapi.

Jenis Myositis

Beberapa jenis myositis termasuk:

  • Polymyositis, yaitu peradangan beberapa otot sekaligus, biasanya di bagian tengah tubuh
  • Dermatomyositis, yaitu peradangan pada otot yang kemudian menyebabkan ruam pada kulit
  • Myositis tubuh inklusi, yaitu myositis yang menyebabkan kerusakan jaringan otot yang tidak dapat diperbaiki, terutama pada pria di atas 50 tahun
  • Myositis juvenile adalah peradangan pada otot (polimiositis atau dermatomiositis) yang muncul sebelum usia 18 tahun

Penyebab Myositis

Reaksi autoimun, di mana sistem kekebalan tubuh (antibodi) menyerang benda asing atau mikroorganisme, malah menyerang otot sendiri, menyebabkan myositis, yang menyebabkan pembengkakan pada otot dan persendian.

Tidak ada alasan pasti untuk reaksi autoimun ini. Namun, dalam beberapa kasus, kondisi ini juga dapat disebabkan oleh kondisi lain, seperti:

  • Infeksi yang disebabkan oleh virus, seperti flu (flu), batuk pilek (selesma), dan HIV
  • Penyakit autoimun tambahan seperti lupus, RA, atau skleroderma

Faktor risiko myositis

Beberapa faktor di bawah ini diketahui dapat meningkatkan risiko terkena myositis, meskipun penyebabnya belum diketahui secara pasti:

  • memiliki sejarah myositis
  • Kelamin wanita
  • antara usia 31 dan 60 tahun

Gejala Myositis

Melemahnya otot secara bertahap adalah gejala umum myositis. Namun, gejala lain yang menyertai keluhan otot dapat berbeda-beda tergantung pada jenis myositis yang diderita oleh pasien.

Berikut ini adalah keluhan myositis menurut jenisnya:

Polimiositis

Polimiositis menyebabkan otot menjadi lemah pada kedua sisi tubuh. Gejala dapat berkembang secara bertahap dalam beberapa minggu atau bulan. Ada beberapa masalah yang muncul dalam urutan yang sering terjadi, seperti:

  • Nyeri dan bengkak pada otot yang sangat penting untuk aktivitas sehari-hari
  • Lemah otot dimulai di bagian tengah tubuh, yang terdiri dari dada dan perut, dan berkembang ke otot yang lebih jauh, seperti lengan, tangan, betis, dan kaki
  • kesulitan dalam melakukan tugas tertentu, seperti menaiki tangga, berdiri dari duduk, mengangkat beban atau benda
  • Sakit dan radang sendi
    (athritis)
  • Sesak dada
  • Sulit untuk menerima informasi dan berbicara
  • Lelah dengan cepat
  • Gagal dalam irama jantung
    (aritmia)

Dermatomiositis

Dermatomiositis dapat terjadi pada siapa saja, tetapi wanita lebih sering mengalaminya daripada pria. Orang dewasa usia empat puluh hingga enam puluh tahun dan anak-anak usia lima hingga lima belas tahun lebih sering mengalami kondisi ini.

Gejala dermatomiositis dapat muncul secara tiba-tiba atau berkembang secara bertahap dalam hitungan minggu atau bulan. Beberapa gejalanya termasuk:

  • Kelopak mata, wajah, dada, leher, punggung, buku jari, siku, dan lutut memiliki ruam merah keunguan yang menyebabkan gatal dan nyeri
  • masalah kuku
  • Lemah otot di leher, bahu, paha, atau pinggul
  • Nyeri dan pembengkakan pada sendi
  • Benjolan (gottron papules) yang keras dan bersisik di bawah kulit buku jari, siku, dan lutut
  • Sulit untuk bangkit dari duduk ke berdiri
  • Mudah mengalami kelelahan atau kelelahan
  • Sulit untuk ditelan
  • Berkurangnya berat badan secara tiba-tiba
  • Demam
  • penyakit paru-paru
  • Sensitive terhadap sinar matahari
Myositis tubuh inklusi

Myositis tubuh inklusi lebih sering terjadi pada laki-laki usia lima puluh tahun ke atas dan biasanya hanya menyerang satu sisi tubuh, menyebabkan kelemahan pada otot yang lebih kecil, seperti bagian pergelangan tangan dan jari-jari.

Gejala myositis tubuh inklusi juga dapat termasuk:

  • kesulitan untuk memegang barang kecil
  • kesulitan dalam mengancing
  • Sulit berjalan
  • Sering terpeleset
  • Sulit untuk bangun dari kursi
  • Sulit untuk ditelan
Myositis juvenile

Myositis juvenile adalah jenis peradangan pada otot yang terjadi pada anak-anak atau remaja di bawah 18 tahun. Anak perempuan lebih sering terkena daripada anak laki-laki.

Myositis juvenile dapat menyebabkan gejala seperti kelemahan otot:

  • Gampang tersinggung
  • Sangat sulit untuk mengangkat kepala
  • Suara menjadi tidak jelas.
Saatnya ke dokter

Konsultasikan segera ke dokter jika Anda mengalami lemah otot, terutama yang tidak kunjung membaik, memburuk, atau menyebar dalam beberapa hari.

Jika Anda mengalami hal-hal berikut, segera pergi ke ICU:

  • tiba-tiba kehilangan kemampuan untuk menggerakkan bagian tubuh tertentu
  • kesulitan bernapas atau menelan

Diagnosis Myositis

Dokter akan bertanya kepada pasien tentang hal-hal berikut untuk mendiagnosis myositis:

  • Gejala yang ditunjukkan pasien
  • Penyakit yang pernah Anda alami
  • Jika ada, penyakit yang diturunkan dalam keluarga

Untuk mengetahui kondisi otot pasien, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik seperti tes refleks dan kekuatan otot.

Untuk membuat diagnosis, dokter akan melakukan pemeriksaan tambahan berikut:

  • Tes darah dilakukan untuk mengetahui apakah ada antibodi dalam darah yang menyebabkan kelemahan otot
  • Pemindaian magnetik resonans (MRI) untuk melihat struktur otot secara lebih detail dan memastikan apakah ada gejala peradangan
  • Elektromiografi (EMG), yang dilakukan untuk mengukur aktivitas listrik dan kemampuan otot untuk bergerak
  • Biopsi jaringan atau sel otot untuk mengevaluasi kelainan

Pengobatan Myositis

Sampai saat ini, belum ada obat yang dapat menyembuhkan myositis secara menyeluruh. Namun, ada beberapa langkah yang dapat diambil untuk meredakan gejala myositis dan menjaga agar gejala tidak mudah kambuh, sehingga penderita dapat terus beraktivitas dan produktif.

Dokter dapat menggunakan beberapa metode pengobatan berikut:

Pemberian obat-obatan

Dokter dapat memberikan beberapa jenis obat, seperti:

  • Obat kortikosteroid, seperti prednisolone atau methylprednisolone, untuk meredakan gejala dan mengurangi peradangan
  • Immunosupresan, seperti azathoprine, methotexate, dan mycophenolate mofetil, menekan atau menghambat sistem kekebalan, yang merusak otot, kulit, dan organ
  • Untuk mencegah dan melawan kerja antibodi yang tidak normal, antibodi sehat digunakan dalam imunoglobulin intravena (IVIG)
Fisioterapi

Selama gejala tidak kambuh, dokter juga akan merekomendasikan fisioterapi selain obat-obatan.

Fisioterapi bertujuan untuk meningkatkan kekuatan dan kelenturan otot, serta mengembalikan fungsi gerak yang berkurang karena myositis. Selain itu, fisioterapi secara bertahap dapat membantu mengurangi rasa sakit dan kaku.

Komplikasi Myositis

Selama gejala tidak kambuh, dokter juga akan menyarankan pasien untuk menjalani fisioterapi selain obat-obatan.

Fisioterapi bertujuan untuk meningkatkan kekuatan dan kelenturan otot, serta mengembalikan fungsi gerak yang berkurang karena myositis. Secara bertahap, fisioterapi juga dapat membantu mengurangi rasa sakit dan kaku.

Pencegahan Myositis

Dengan menghindari penyebab myositis dan menjalankan gaya hidup yang sehat, dapat dicegah. Perawatan yang dapat dilakukan untuk mengurangi kemungkinan munculnya myositis termasuk:

  • Mengambil obat sesuai resep dokter jika menderita penyakit autoimun
  • Jika Anda mengalami gejala awal myositis, terutama jika Anda memiliki riwayat keluarga myositis
  • Mengambil vaksinasi influenza setiap tahun
  • Melakukan hubungan seksual dengan aman, yaitu tidak bergonta-ganti pasangan dan menggunakan kondom
  • Sebelum mengambil obat-obatan yang dapat menyebabkan efek samping pada otot, seperti statin atau hydroxychloroquine, selalu berkonsultasi dengan dokter Anda
  • Tidak menyalahgunakan NAPZA dan menghindari konsumsi alkohol berlebihan