Info Kesehatan Keluarga Indonesia

Abses

Abses Payudara

Abses payudara adalah Salah satu jenis infeksi yang bisa saja terjadi pada payudara wanita.

Abses payudara adalah suatu kondisi di mana terdapat benjolan yang terinfeksi di area tepat di bawah kulit. Nanah atau pus yang mengisi benjolan yang terinfeksi tersebut.

Timbulnya abses payudara adalah akibat infeksi lokal yang mengakibatkan pembengkakan dan nanah yang muncul, karena disebabkan oleh invasi bakteri pada bagian payudara tersebut.

Wanita berusia 18 hingga 50 tahun yg sangat berisiko terinfeksi abses payudara ini. Yang paling rentan terinfeksi abses payudara adalah wanita yang sedang menyusui. Ini terjadi pada bagian pinggir dari payudara, terutama di bagian atas dan luar.

Akan tetapi tidak tertutup kemungkinan bagi wanita yang tidak menyusui. Ini lebih sering terjadi pada bagian tengah payudara, di bawah areola atau bagian yang berwarna kegelapan di sekitar puting.

Penyebab

Abses payudara dapat terjadi pada wanita yang sedang menyusui maupun wanita yang tidak sedang menyusui.

Pada wanita yang sedang menyusui, bakteri dapat menyerang payudara melalui puting saat menyusui, atau melalui adanya celah pada puting atau areola (area berwarna kegelapan di sekitar puting.

Saluran air susu yang tersumbat juga dapat menyebabkan infeksi pada payudara atau mastitis, yang dapat berkembang menjadi abses payudara bila tidak mendapatkan penanganan segera.

Pada wanita yang tidak sedang menyusui, abses payudara dapat timbul akibat cedera pada payudara, puting yang terluka, mengalami diabetes atau kelemahan daya tahan tubuh, atau tindikan pada puting.

Wanita yang memiliki riwayat operasi pemasangan implan payudara juga berisiko terkena abses payudara.

Gejala

Tanda dan gejala dari abses payudara dapat berupa:

  • Demam
  • Nyeri pada payudara yang terlibat
  • Kemerahan dan rasa hangat pada bagian payudara yang terlibat
  • Benjolan atau pembengkakan yang disertai nyeri pada payudara

Diagnosis

Penentuan diagnosis terhadap abses payudara umumnya dilakukan melalui wawancara medis dan pemeriksaan fisik.

Bila diduga terdapat abses payudara, maka dokter juga dapat melakukan pemeriksaan ultrasonografi (USG) payudara atau pengambilan cairan pus dari benjolan untuk menentukan jenis infeksi yang terjadi.

Penanganan

Penanganan dari abses payudara dapat melibatkan:

  • Penggunaan antibiotik.
    Dokter dapat meresepkan antibiotik yang umumnya dibutuhkan untuk menangani infeksi yang menyebabkan abses payudara. Tipe bakteri yang paling sering menyebabkan abses payudara adalah Staphylococcus aureus.
  • Prosedur pembedahan.
    Pus yang terdapat pada abses payudara perlu dialirkan. Sebagian besar abses payudara dapat dialirkan menggunakan jarum dan obat bius lokal untuk membius kulit sebelum jarum dimasukkan.

Drainase dengan jarum juga dapat dilakukan dengan bantuan USG, guna menentukan posisi dari abses dan mengarahkan jarum ke area yang tepat. Abses yang berukuran lebih besar dapat membutuhkan tindakan operasi insisi dan drainase.

Pencegahan

Untuk mencegah mastitis dan abses payudara saat menyusui, terdapat berbagai upaya yang dapat dilakukan. Beberapa di antaranya adalah:

  • Memastikan bahwa perlekatan mulut bayi dan payudara tepat saat menyusui.
  • Memastikan bahwa bra dan pakaian tidak terlalu ketat.
  • Menjaga kebersihan payudara dengan membilasnya setiap hari
  • menggunakan sabun dan air.
  • Setelah menyusui, usap puting dan areola dengan kapas steril yang dicelupkan di air hangat atau dingin.
  • Gunakan krim yang diresepkan oleh dokter pada puting dan areola untuk mencegah luka.