Info Kesehatan Keluarga Indonesia

Abses

Abses Gusi

Secara umum, abses gusi adalah infeksi yang disebabkan oleh bakteri. Abses gusi dikenal dengan istilah abses gingiva. Infeksi dari bakteri ini menyebabkan peradangan sehingga membentuk satu rongga di gusi yang berisi pus atau nanah.

Sebenarnya abses semacam ini bisa saja terjadi di seluruh organ tubuh. Mulai dari ketiak, vagina, rongga mulut, tulang punggung, sampai ke anus. Salah satu dari lima jenis abses yang disebabkan oleh gigi adalah abses gusi. Jenis abses lainnya adalah abses periapikal dan abses di dalam gigi itu sendiri.

Mulai dari bawah garis gusi dan membentuk sebuah benjolan Abses gusi terletak.

Penyebab

Banyak hal yang dapat menyebabkan terjadinya abses gusi. Diantaranya karena ada infeksi bakteri yang berasal dari gigi yang berlubang, sisa makanan yang terselip di gusi, gigi patah, menggosok gigi terlalu kencang, atau pada keadaan gusi berdarah.

Selain itu, tekanan bracket gigi yang berlebihan luka akibat kecelakaan bahkan juga dapat menyebabkan abses gusi.Menurut penelitian, anak-anak yang sering menggigit jari pun dapat menyebabkan abses gusi.

Gejala

Abses gusi dapat menimbulkan nyeri berdenyut pada bagian yang terinfeksi, terasa sangat sensitif. Rasa sakit yang ringan, hingga bertambah berat akan dirasakan oleh penderitanya, dalam waktu singkat menjadi sakit yang hebat. Membengkaknya usi di sekitar gigi yang terinfeksi akan terlihat bahkan sampai di area pipi.

Tidak dirawatnya abses gusi maka infeksi bisa menjangkiti hingga menembus ke bagian tulang rahang dengan bengkak yang imbul di sekitar jaringan tersebut. Dan pembengkakan pada wajah pasien pun tidak bisa dihindari.

Wajah tidak akan simetris lagi juga akan terjadi pembengkakan kelenjar-kelenjar di daerah leher. Akibat infeksi yang meyebar terlalu luas lewat jaringan sekitarnya. Hal ini bisa menyebabkan kerusakan tetap pada jaringan di sekitar gigi tersebut.

Abses gusi bisa memicu timbulnya demam, mual, muntah dan kesulitan menelan pada tahap yang berat. Bau mulut adalah gejala lain yang juga dapat menyertai hingga mulut terasa tidak enak.

Diagnosa

Lewat pemeriksaan gigi dan mulut secara menyeluruh abses gusi dapat diketahui. Umumnya pasien abses gusi baru memeriksakan diri setelah abses yang dialaminya berada pada tahap menengah dan tak bisa diatasi dengan perawatan sendiri di rumah.

Lewat pemeriksaan lengkap, sdokter gigi dapat menentukan jika kondisi nya berpotensi ke suatu yang lebih serius atau tidak. Selain itu juga bisa diketahui bila kondisi tersebut memerlukan suatu tindakan invasif atau hanya memerlukan terapi obat saja.

Perawatan

Bila abses gusi ringan dapat mudah diobati dengan, kompres es, juga bisa ditambah dengan berkumur air garam hangat dan pemberian obat anti nyeri. juga ada beberapa kasus abses gusi bisa pecah sendiri tanpa menimbulkan rasa sakit.

Bila abses gusi sudah berat dan sering terjadi berulang kali, memerlukan pengobatan dengan antibiotik dan obat antinyeri. Dan bila kondisi makin memburuk, biasanya dokter akan melakukan beberapa langkah penanganan.

Pengeluaran nanah dari abses adalah tindakan Salah satunya . Tindakan ini bisa dilakukan dengan pemberian suntikan anestesi oleh dokter gigi.

Tindakan ini jangan dilakukan sendiri di rumah. Dengan alasan keamanan dan higienitas. Coba melakukan sendiri di rumah sangat rentan menimbulkan kerusakan jaringan di sekitarnya hingga peradangan abses gusi makin berat.

Dengan kondisi yang sangat berat adalah dengan pencabutan gigi yang terkena abses. Hal ini ditujukan agar infeksi tidak menyebar ke gigi lainnya, uga sebagai akses pengeluaran nanah.

Pencegahan

Cara terbaik untuk mengatasi abses dari awal adalah dengan mencegah terjadinya. Dan langkah berikut bisa Anda lakukan:

Pemeriksaan rutin harus anda lakukan dengan membersihkan karang gigi ke dokter gigi setiap enam bulan. Kebiasaan sehat perlu anda terapkan, dengan rutin menyikat gigi setiap dua kali sehari. Guna mencegah sisa makanan menempel terlalu lama di gigi ataupun celah di antara gigi.

Sebaiknya langsung periksakan ke dokter gigi, bila menemukan benjolan pada gusi yang tidak hilang dalam tiga hari. Jangan menunda hingga keadaan menjadi memburuk.