Info Kesehatan Keluarga Indonesia

Virus

HIV; AIDS

Pengertian AIDS

Acquired Immune Deficiency Syndrome atau disingkat AIDS. AIDS adalah tahapan akhir dari infeksi human immunodeficiency virus (HIV). Tapi, tidak semua pengidap HIV akan menjadi HIV/AIDS.

AIDS adalah kumpulan dari gejala yang muncul akibat sistem kekebalan tubuh sudah sangat lemah. Infeksi yang seharusnya tidak parah pada orang nomal, dapat saja menjadi mematikan pada penderita HIV/AIDS. Sampai saat ini belum ada sistem pengobatan yang dapat menyembuhkan HIV/AIDS.

Pengobatan pada HIV bertujuan memback up sistem kekebalan tubuh agar penderita dapat hidup kuat, normal, sehat dan tidak menjadi AIDS.

Penyebab HIV/AIDS

Penyakit ini disebabkan oleh infeksi virus HIV. Virus ini menyerang sistem pertahanan kekebalan tubuh yang semestinya berfungsi untuk melawan infeksi. Kemudian virus ini merusak sel darah putih yang disebut sel CD4.

Virus ini juga meng copy tubuhnya di dalam sel tersebut. Walhasil, sistem kekebalan tubuh drop yang akhirnya tubuh tidak kuat melawan infeksi. Bila penderita HIV tidak mendapatkan pengobatan secara intens, maka HIV dapat menjadi AIDS dalam kurun waktu 10 hingga 15 tahun.

Infeksi virus ini menular lewat kontak langsung lewat darah dan cairan tubuh penderita, seperti sperma, cairan vagina, dan ASI.

Kasus yang banyak menyerang para pemakai jarum suntik seperti pada pengguna narkoba suntik. Juga kasus lain dengan hubungan seksual, yang disebabkan oleh adanya luka kecil yang tidak disadari.

Diagnosis HIV/AIDS

Dari gejala si penderita, dokter akan menentukan diagnosa nya, apakah ini adalah HIV/AIDS. Mendeteksi adanya antibodi terhadap virus HIV dan jumlah sel CD4, sangat dibutuhkan sebagai pemeriksaan penunjang. Tes pertama mendeteksi antibodi HIV adalah tes enzyme imunoassay (EIA). Bila positif, akan dilakukan tes konfirmasi dengan tes Western Blot.

Biasanya sistem kekebalan tubuh normal memiliki sel CD4 antara 500 sampai 1500. Bagi penderita HIV yang sudah mengalami penurunan sel CD4, angka ini akan turun menjadi di bawah 200 dan sudah dikatakan HIV/AIDS.

Pemeriksaan pendukung lain bertujuan untuk mencari tahu infeksi oportunis apa yang menyerang penderita HIV/AIDS seperti tuberkulosis, pneumonia, beberapa tipe kanker dan sebagainya.

Infeksi serius terjadinya Simptom HIV/ AIDS meliputi:

  • Mual, muntah dengan diare berkepanjangan
  • Keringat dingin tiap malam hari
  • Demam
  • Batuk berkepanjangan
  • Kulit dan mulut dengan infeksi jamur
  • Sering infeksi dan berulang-ulang
  • Terjangkit penyakit serius
  • Lemah dan lelah yang berlebihan
  • Berat badan terus menurun

Pengobatan HIV/AIDS

Sampai saat ini belum ada sistem pengobatan valid yang dapat menyembuhkan HIV/AIDS. Tujuan pengobatan semata-mata hanya untuk menghentikan perkembangan penyakit dan mendukung penderita agar dapat hidup normal. Sangat disarankan untuk mengobati HIV dari awal, agar HIV tidak menjadi HIV/AIDS.

Anjuran pengobatan dilakukan dengan menggunakan obat antiretroviral (ARV). Obat ini akan melawan infeksi HIV dan memperlambat penyebaran virus di dalam tubuh. Terdapat beberapa tingkatan obat ARV seperti:

  • Integrase Inhibitors
  • Entry Inhibitors
  • Non-nucleoside reverse transcriptase inhibitors (NNRTIs)
  • Chemokine co-receptor antagonists
  • Nucleoside/Nucleotide Reverse Transcriptase Inhibitors (NRTIs)
  • Protease Inhibitors

Sebagai kombinasi beberapa macam obat Biasanya digunakan untuk pengobatan ini. Jenis kombinasi obat nya juga bervariasi, tergantung dari masing-masing penderita.

Obat mesti diminum secara teratur pada jadwal yang sama, karena pengobatan HIV/AIDS harus dilakukan seumur hidup. Dan jika diperlukan, penderita sebaiknya kontrol dan periksa secara rutin ke dokter untuk pengubahan dosis obat

Ada beberapa efek samping dari pengobatan:

  • Lemah
  • Mual
  • Diare
  • Sakit pada kepala
  • Kulit ruam

Pencegahan HIV/AIDS

Untuk melakukan pencegahan HIV/AIDS, ialah dengan mencegah penularan virus HIV. Tindakan pencegahan berupa menghindari kontak langsung dengan cairan dan darah penderita.

Selain itu, hindari juga penggunaan jarum suntik dan hubungan seksual bebas. Menggunakan pengaman seperti kondom saat berhubungan seksual dapat mencegah penularan HIV/AIDS.

Penting juga untuk melakukan deteksi dini dan pengobatan HIV agar HIV tidak menjadi tahap yang lebih parah yaitu HIV/AIDS.