Info Kesehatan Keluarga Indonesia

Uncategorized

Sindrom Sheehan

Sindrom Sheehan adalah kerusakan pada kelenjar pituitari yang disebabkan oleh komplikasi ketika melahirkan, seperti perdarahan berat atau tekanan darah yang sangat rendah selama atau setelah persalinan.

Di bawah otak terdapat kelenjar kecil yang disebut hipofisis. Produksi hormon tiroid dan kortisol, siklus menstruasi, reproduksi, dan produksi ASI adalah semua fungsi kelenjar ini.

Produksi hormon pituitari akan berkurang jika fungsi kelenjar pituitari menjadi tidak efektif. Hal ini dapat menyebabkan sekumpulan gejala yang disebut hipopituarisme. Jika terjadi setelah melahirkan, gejala ini disebut sindrom Sheehan.

Penyebab Sindrom Sheehan

Kelenjar hipofisis membutuhkan lebih banyak oksigen dan nutrisi dari aliran darah selama kehamilan, terutama selama beberapa minggu sebelum melahirkan.

Ketika melahirkan diikuti dengan perdarahan yang parah atau tekanan darah yang sangat rendah, sindrom Sheehan dapat menyebabkan kerusakan pada jaringan kelenjar hipofisis karena memerlukan lebih banyak aliran darah. Akibatnya, kelenjar ini tidak dapat berfungsi dengan baik.

Faktor risiko sindrom Sheehan

Setiap kondisi yang meningkatkan risiko perdarahan hebat atau tekanan darah rendah selama kehamilan dengan sendirinya meningkatkan risiko sindrom Sheehan. Ini termasuk beberapa kondisi:

  • Keluarnya plasenta dari dinding rahim sebelum kelahiran disebut solusi plasenta
  • Ketika sebagian atau seluruh plasenta menutupi mulut rahim, itu disebut plasenta previa
  • Melahirkan bayi dengan berat badan lebih dari empat kilogram atau bayi kembar
  • Preklamsia saat sedang hamil
  • Melahirkan melalui penggunaan forsep atau vakum

Gejala Sindrom Sheehan

Gejala sindrom Sheehan biasanya hilang secara bertahap dalam beberapa bulan atau bahkan tahun. Namun, tergantung pada seberapa parah kerusakan jaringan kelenjar hipofisis, ada juga kasus di mana gejala segera muncul, seperti gangguan menyusui.

Penderita sindrom Sheehan mungkin mengalami gejala berikut:

  • Mengalami masalah menstruasi, seperti amenorrhea atau oligomenorrhea
  • Rambut tidak tumbuh lagi setelah dicukur
  • Nilai gula darah yang rendah
  • ASI tidak keluar, keluar dalam jumlah kecil, atau tidak keluar sama sekali
  • Kerutan di bibir dan mata
  • Payudara yang mengecil
  • Peningkatan berat badan
  • Selalu kedinginan
  • Menurunkan tingkat nafsu seksual
  • Kulit menjadi kering
  • Tubuh cepat lelah
  • Menurunnya kesehatan mental
  • Menurunnya tekanan darah
  • Aritmia atau masalah dengan irama jantung
  • Sakit pada sendi

Seringkali, gejala sindrom Sheehan disalahartikan sebagai kondisi lain, seperti kelelahan normal yang dialami ibu baru, sehingga tidak terdiagnosis. Dalam kasus seperti ini, sindrom Sheehan biasanya baru terdeteksi ketika terjadi krisis adrenal, sebuah kondisi darurat yang disebabkan oleh rendahnya tingkat hormon kortisol dalam tubuh.

Diagnosis Sindrom Sheehan

Dokter pertama-tama akan bertanya tentang riwayat kesehatan pasien untuk mendiagnosis, terutama apakah pasien pernah mengalami masalah kehamilan, perdarahan pascamelahirkan, tidak minum susu, atau menstruasi tidak teratur setelah melahirkan.

Setelah itu, untuk memastikan diagnosis, dokter akan menjalankan tes darah untuk mengetahui berapa banyak hormon yang diproduksi oleh kelenjar hipofisis. Mereka juga akan melakukan tes stimulasi hormon, yaitu menyuntikkan hormon ke dalam darah untuk melihat bagaimana kelenjar hipofisis menanggapi dengan tes darah.

Dokter juga akan melakukan tes pencitraan, seperti CT scan atau MRI, jika diperlukan, untuk melihat ukuran kelenjar pituitari dan mengidentifikasi keluhan yang mungkin disebabkan oleh penyakit lain, seperti tumor hipofisis.

Pengobatan Sindrom Sheehan

Untuk mengobati sindrom sheehan, dokter dapat memberikan pengganti hormon seperti berikut:

  • Karena kekurangan hormon adrenokortikotropik (ACTH), kortikosteroid, seperti hidrokortison dan prednison, digunakan untuk menggantikan hormon adrenal yang tidak diproduksi
  • Untuk mengobati hipotiroidisme, atau kekurangan hormon tiroid, yang disebabkan oleh rendahnya kadar hormon stimulator tiroid (TSH), levotiroksin
  • Untuk mengembalikan siklus menstruasi normal, estrogen (untuk pasien yang telah menjalani pengangkatan rahim) atau kombinasi estrogen dan progesteron (untuk pasien yang masih memiliki rahim)
  • Hormon pertumbuhan membantu menurunkan kadar kolesterol, mempertahankan massa tulang, menormalkan rasio otot dan lemak tubuh, dan meningkatkan kualitas hidup penderita secara keseluruhan

Komplikasi Sindrom Sheehan

Oleh karena hormon pituitari memainkan peran penting dalam fungsi metabolisme tubuh, gangguan pada produksi hormon pituitari dapat menyebabkan masalah seperti:

  • Menurunnya tekanan darah
  • Menurunnya berat badan tanpa penyebab
  • Siklus menstruasi yang tidak normal
  • Krisis adrenal adalah keadaan darurat medis yang dapat menyebabkan syok, hilang kesadaran, bahkan koma
  • sindrom sel tanpa isi

Pencegahan Sindrom Sheehan

Melakukan pemeriksaan kehamilan secara rutin dan mempersiapkan persalinan dengan baik adalah beberapa cara untuk mengurangi risiko sindrom Sheehan dan tekanan darah rendah saat persalinan.