Info Kesehatan Keluarga Indonesia

Uncategorized

Sindrom Hepatorenal

Sindrom hepatorenal adalah kondisi yang membahayakan nyawa yang terjadi pada ginjal orang yang menderita penyakit hati yang parah.

Hepatorenal syndrome, juga dikenal sebagai hepatorenal syndrome, ditandai dengan fungsi ginjal yang memburuk secara cepat dalam beberapa minggu atau bulan, bahkan jika penderita sebelumnya tidak pernah mengalami penyakit ginjal.

Penyebab Sindrom Hepatorenal

Penderita penyakit hati (penyakit liver) yang parah, kanker hati, atau sirosis hati memiliki pembuluh darah di ginjal yang menyempit, yang mengganggu aliran darah ke ginjal dan menyebabkan kerusakan ginjal. Kondisi ini dikenal sebagai sindrom hepatorenal.

Racun menumpuk dan menimbulkan berbagai gejala karena ginjal yang rusak tidak dapat menghilangkan racun dari tubuh.

Faktor risiko sindrom hepatorenal

Bagi mereka yang menderita penyakit liver sangat rentan terkena sindrom hepatorenal apabila mengalami hal-hal berikut:

  • Infeksi di lapisan rongga perut, juga dikenal sebagai peritonitis, terutama pada orang yang memiliki asites
  • Perdarahan yang terjadi di saluran cerna
  • Hipertensi portal, atau peningkatan tekanan pada pembuluh darah hati dan organ di sekitarnya
  • Mengonsumsi obat diuretik

Gejala Sindrom Hepatorenal

Sindrom hepatorenal dapat menyebabkan gejala seperti:

  • Sangat jarang buang air kecil
  • Lemah
  • Mual juga muntah
  • Sakit pada perut
  • Rasa pahit di mulut
  • Penyakit yang disebut kuning
  • Berdarah atau gampang memar
  • Air urine yang gelap
  • Bengkak di tungkai atau perut
  • Tidak nyaman pada kulit
  • Linglung

Segera berkonsultasi dengan dokter mengenai keluhan yang dirasakan, untuk mendapatkan saran penanganan yang tepat.

Saatnya ke dokter

Penderita penyakit liver dengan gejala-gejala di atas harus segera diobati oleh dokter.

Untuk menghindari sindrom hepatorenal, individu yang telah terdiagnosis penyakit hati harus menjalani kontrol rutin ke dokter sesuai jadwal yang ditetapkan.

Apabila memiliki riwayat penyakit hati sebelumnya dan mengalami gejala seperti dibawah ini, segera pergi ke ICU.

  • Napas terasa sesak
  • Muntah mengeluarkan darah
  • Kebingugan
  • Kesadaran menurun

Diagnosis Sindrom Hepatorenal

Dokter akan memeriksa pasien secara menyeluruh, termasuk memeriksa riwayat kesehatan dan obat-obatan yang sedang dikonsumsi pasien. Kemudian, mereka akan melihat apakah ada cairan di perut.

Setelah itu, dokter akan melakukan tes darah dan urine untuk memeriksa ginjal dan hati untuk memastikan diagnosis. Pada tes darah, dokter juga akan memeriksa kadar albumin dan ammonia pasien. Selanjutnya, dokter akan melakukan USG perut untuk mengidentifikasi kerusakan hati.

Pengobatan Sindrom Hepatorenal

Tujuan pengobatan sindrom hepatorenal adalah untuk menghilangkan racun, memperbaiki kondisi ginjal, dan meredakan gejala. Dokter dapat melakukan hal-hal berikut untuk mengatasi kondisi ini:

  • Cuci darah berfungsi sebagai pengganti ginjal untuk mengeluarkan racun dari tubuh
  • Untuk mencegah muntah darah, dilakukan gastroskopi
  • Pemberian obat untuk menurunkan air urine
  • Pemberian antibiotik untuk pengobatan infeksi yang berpotensi menyebabkan sindrom hepatorenal
  • Obat-obatan untuk meningkatkan aliran darah ke ginjal, seperti terlipressin dan dopamin
  • infus albumin untuk mengurangi bengkak dan mempercepat aliran darah ke ginjal

Penanganan utama sindrom hepatorenal pada pasien dengan gagal hati adalah transplantasi hati; obat dan prosedur di atas tidak dapat mencegah kekambuhan kondisi tersebut.

Komplikasi Sindrom Hepatorenal

Sindrom hepatorenal dapat menyebabkan masalah tambahan seperti:

  • Berdarah
  • Mengalami kerusakan pada berbagai organ, seperti gagal jantung dan gagal ginjal stadium akhir.
  • Paru-paru penuh dengan cairan
  • Koma atau tidak sadar diri dalam waktu yang lama
  • Kematian

Pencegahan Sindrom Hepatorenal

Menghindari penyakit liver adalah pencegahan utama sindrom hepatorenal. Ini dapat dicapai dengan melakukan hal-hal berikut:

  • Melakukan vaksin hepatitis B
  • Jangan memakai NAPZA
  • Melakukan hubungan seksual dengan cara yang aman dan sehat
  • Mengurangi penggunaan minuman beralkohol
  • menjaga pola makan yang sehat dan seimbang
  • Jika Anda memiliki penyakit hati, Anda harus pergi ke dokter dan menjalani pengawasan rutin.