Info Kesehatan Keluarga Indonesia

Uncategorized

Penyakit Dekompresi

Penyakit dekompresi terjadi ketika tubuh mengalami perubahan tekanan air atau tekanan udara yang terlalu cepat, sehingga nitrogen atau gas lain membentuk gelembung yang menyumbat pembuluh darah atau jaringan organ.

Penyakit dekompresi dapat menyebabkan gejala seperti pusing, kelelahan, dan nyeri pada otot dan persendian. Pada kasus yang parah, gejala seperti stroke dapat terjadi, seperti mati rasa, kesemutan, vertigo, nyeri dada, dan sesak napas.

Penyebab Penyakit Dekompresi

Penyakit dekompresi adalah penyakit yang disebabkan oleh perubahan tekanan air atau udara yang terlalu cepat. Mereka biasanya diderita oleh penyelam, astronot, pendaki, atau pekerja pesawat terbang.

Pada dasarnya, tubuh membutuhkan waktu untuk menyesuaikan diri dengan perubahan tekanan. Jika perubahan tekanan terjadi terlalu cepat, nitrogen dalam darah akan membentuk gelembung, yang dapat menyumbat pembuluh darah atau menumpuk di jaringan organ.

Jika naik kembali ke permukaan tidak dilakukan secara bertahap sesuai aturan keselamatan menyelam, penyelam dapat mengalami penyakit dekompresi.

Beberapa faktor risiko yang dapat meningkatkan kemungkinan penyakit dekompresi adalah sebagai berikut:

  • Berusia lebih dari tiga puluh tahun
  • Memiliki riwayat cedera otot atau tulang sebelumnya
  • Terkena penyakit jantung bawaan
  • Mengalami kehilangan air tubuh
  • Setelah menyelam, lakukan penerbangan segera
  • Menyelam di perairan yang dingin atau dalam keadaan laut yang ekstrem
  • kurang tidur dan lelah
  • Memiliki berat badan yang berlebihan atau obesitas
  • Penyakit jantung atau paru-paru
  • Merokok atau minum alkohol

Gejala Penyakit Dekompresi

Gejala penyakit dekompresi dapat berbeda pada masing-masing pasien, tergantung lokasi penyumbatan. Beberapa gejala yang sering terlihat dari penyakit ini adalah:

  • Badan merasa sangat lelah
  • Gatal atau ruam di kulit
  • Nyeri pada otot atau sendi
  • Pusing
  • Berdengung di telinga
  • Sesak dada
  • Rasa sakit atau mati rasa
  • Sulit untuk membuang air kecil
  • Linglung atau perubahan dalam tingkah laku
  • Hilang memori
  • Batuk dengan darah
  • Pingsan

Penyakit dekompresi pada penyelam biasanya muncul dalam waktu lima belas menit atau lebih dari dua belas jam setelah naik ke permukaan. Dalam kasus yang parah, gejala dapat muncul sebelum atau sesaat setelah naik ke permukaan.

Saatnya ke dokter

Dalam waktu 48 jam setelah menyelam atau terbang, segera periksakan diri ke dokter jika Anda mengalami gejala penyakit dekompresi. Penanganan yang cepat menghasilkan pemulihan yang optimal.

Diagnosis Penyakit Dekompresi

Dokter akan terlebih dahulu memeriksa pasien untuk gejala, riwayat penyakit, saturasi oksigen, dan kondisi umumnya. Mereka juga akan menanyakan apakah pasien memiliki faktor risiko penyakit dekompresi dan kapan terakhir kali menyelam.

Setelah menyelam, dokter akan melakukan pemindaian dengan foto Rontgen, CT scan, atau MRI untuk membuat diagnosis. Tujuan dari prosedur ini adalah untuk mengetahui apakah ada kelainan pada organ pasien.

Selain pemindaian, dokter akan melakukan pemeriksaan darah menyeluruh, yang akan mencakup:

  • Sel-sel darah
  • Adanya kadar elektrolit
  • tingkat gula darah
  • Fungsi dari ginjal
  • Kadar karboksihemoglobin dalam darah
  • Jumlah asam laktat dalam darah
  • Struktur pembekuan darah

Pengobatan Penyakit Dekompresi

Panggil ambulans jika Anda melihat penyelam dengan gejala penyakit dekompresi. Setelah itu, lakukan hal-hal berikut:

  • Penyelam harus berbaring ke kiri dengan kakinya lebih tinggi dari kepala.
  • Jika suhu turun, keringkan tubuh dengan penyelam dan hangatkan dengan selimut.
  • Berikan penyelam oksigen yang benar-benar murni melalui masker.
  • Jika pasien pingsan, tidak bernapas, atau tidak merasakan nadinya, posisikan pasien menjadi telentang dan lakukan CPR.

Pasien harus segera dibawa ke rumah sakit yang memiliki fasilitas terapi oksigen hiperbarik. Terapi ini dilakukan di ruangan khusus atau dengan menggunakan tabung khusus.

Tujuan terapi oksigen hiperbarik adalah untuk membuat tubuh mengalami tekanan buatan untuk mengecil dan menghilangkan gelembung. Namun, keputusan untuk melakukan terapi ini bergantung pada seberapa parah gejala pasien.

Komplikasi Penyakit Dekompresi

Komplikasi berikut dapat muncul jika penyakit dekompresi tidak ditangani segera:

  • Tidur terganggu
  • Penyumbatan yang terjadi pada pembuluh vena
  • Kelumpuhan yang tidak hilang
  • Sebuah serangan jantung
  • Iskemia

Pencegahan Penyakit Dekompresi

Penyakit dekompresi dapat dicegah. Untuk melakukannya, penyelam dapat melakukan hal-hal berikut untuk mencegahnya:

  • Taati peraturan keamanan dan instruksi instruktur selam.
  • Konsultasikan dengan instruktur tentang kedalaman dan durasi menyelam yang diizinkan.
  • Gunakan alat untuk mengukur kedalaman dan durasi penyelaman, seperti dive computer.
  • Sebelum kembali ke permukaan, gunakan stop aman atau berhenti selama beberapa menit di kedalaman tertentu, biasanya sekitar empat hingga lima meter.
  • Hindari terbang atau bepergian ke tempat tinggi setelah menyelam selama minimal 24 jam.
  • Setelah sembuh dari penyakit dekompresi, jangan menyelam selama setidaknya dua minggu.
  • Hindari minum alkohol sebelum dan sesudah menyelam.
  • Setelah menyelam, hindari sauna atau mandi dengan air panas.
  • Pastikan tubuh Anda memiliki jumlah cairan yang cukup.

Jangan menyelam sebelum berkonsultasi dengan dokter jika Anda memiliki kondisi yang berisiko tinggi menyebabkan penyakit dekompresi, seperti penyakit jantung dan asma.