Beranda/Darurat Pencernaan/Muntah Darah (Hematemesis)

Darurat Pencernaan

Muntah Darah (Hematemesis)

Pahami hematemesis sebagai darah merah atau seperti bubuk kopi dari saluran cerna atas, bedanya dari batuk darah dan darah tertelan, penyebab tukak H. pylori atau NSAID, gastritis, varises, robekan Mallory-Weiss dan kanker, risiko obat pengencer darah serta penyakit hati, pertolongan tanpa makan-minum atau obat sendiri, pemeriksaan darah dan endoskopi, resusitasi, terapi endoskopi, dan tanda syok.

Ditulis oleh Tim SehatKitaDiperbarui 15 Agustus 2026Waktu baca 10 menit
Ilustrasi editorial untuk artikel Muntah Darah (Hematemesis)
RingkasanMuntah darah atau hematemesis adalah tanda perdarahan saluran pencernaan atas dan selalu memerlukan pertolongan medis segera. Darah dapat merah segar atau gelap seperti bubuk kopi setelah terkena asam lambung. Jumlah yang tampak tidak selalu menggambarkan berat perdarahan karena sebagian darah dapat masuk ke usus dan menjadi tinja hitam.

Penyebab utama

Tukak lambung atau duodenum akibat H. pylori, NSAID, aspirin, atau pengencer darah; gastritis atau esophagitis; varises pada penyakit hati; robekan Mallory-Weiss setelah muntah kuat; kelainan pembuluh; serta tumor termasuk penyebab. Darah dari hidung atau mulut yang tertelan dapat dimuntahkan, tetapi tetap perlu dibedakan oleh klinisi.

Bedakan dari batuk darah

Hematemesis keluar bersama muntah dan dapat bercampur makanan atau terasa asam; hemoptysis biasanya dibatukkan, berbusa, dan bercampur dahak. Warna saja tidak cukup. Tinja hitam lengket, pusing, berdebar, pucat, keringat dingin, napas cepat, bingung, atau pingsan menandakan kehilangan darah bermakna.

Semua muntah darah harus dinilai segeraHubungi ambulans atau ke IGD sekarang, terutama bila darah banyak, berulang, disertai tinja hitam, pusing, pingsan, kebingungan, kulit pucat-dingin, napas cepat, nyeri perut atau dada, penyakit hati, kehamilan, atau memakai pengencer darah.

Yang harus dilakukan

Panggil bantuan, duduk atau berbaring miring bila mengantuk, dan jangan mengemudi sendiri. Jangan makan, minum, memakai NSAID, aspirin tambahan, jamu, atau memancing muntah. Bawa daftar obat dan riwayat penyakit hati. Jangan menghentikan pengencer darah tanpa instruksi kecuali tim gawat darurat mengarahkan.

Penanganan rumah sakit

Tim menilai jalan napas, sirkulasi, darah lengkap, pembekuan, hati, golongan darah, serta memberikan akses infus dan transfusi bila perlu. Endoskopi menemukan dan sering menghentikan sumber dengan suntikan, panas, clip, band, bubuk, atau gel. Varises memerlukan obat vasoaktif dan antibiotik; radiologi intervensi atau operasi digunakan bila endoskopi gagal.

Sumber dan catatan editorial

Informasi dalam artikel ini merujuk pada NIDDK — symptoms and causes of GI bleeding, NIDDK — treatment for GI bleeding. Informasi ini bukan diagnosis atau pengganti konsultasi dokter.