Info Kesehatan Keluarga Indonesia

Kesehatan Pencernaan

Melena

Tinja yang berwarna hitam atau gelap karena perdarahan di saluran pencernaan atas dikenal sebagai melena, yang merupakan salah satu gejala penyakit yang memerlukan pengobatan segera.

Perdarahan pada salah satu organ saluran pencernaan atas, yaitu lambung, kerongkongan, dan usus dua belas jari (duodenum), menyebabkan melena. Tumor, tukak lambung, dan perdarahan pada varises di kerongkongan (esofagus) adalah penyebab umum perdarahan di bagian ini.

Penyebab Melena

Darah pada tinja dapat berwarna merah terang atau gelap. Darah merah terang biasanya berasal dari perdarahan di usus besar karena jarak usus besar ke anus dekat.

Namun, melena adalah hasil dari campuran darah dengan enzim dan asam lambung di saluran pencernaan. Akibatnya, darah menjadi berwarna hitam pekat seperti ter.

Salah satu gejala berikut dapat menunjukkan pelena:

1. Tukak lambung atau ulkus duodenum

Luka lambung adalah luka di dinding lambung, sedangkan luka duodenum adalah luka di usus dua belas jari. Kedua kondisi ini adalah penyebab tersering melena.

2. Sindrom Mallory-Weis

Sindrom Mallory-Weis adalah kondisi yang ditandai dengan robeknya lapisan bagian dalam kerongkongan yang berbatasan dengan lambung. Jika robekan ini berdarah, melena terjadi.

3. Pecah varises esofagus

Varises esofagus adalah pembesaran pembuluh darah vena di bagian esofagus pada pasien sirosis. Varises esofagus dapat pecah, menyebabkan melena.

4. Esofagitis

Penyakit asam lambung atau penyakit refluks asam lambung (GERD) dapat mengalami peradangan di kerongkongan yang dikenal sebagai esophagetis. Penyakit ini dapat menyebabkan perdarahan, salah satunya ditandai dengan melena.

5. Tumor

Salah satu gejala tumor jinak atau ganas yang tumbuh di kerongkongan atau lambung adalah melena.

Selain beberapa kondisi medis di atas, mengonsumsi obat jangka panjang, seperti obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS), meningkatkan kemungkinan terkena melena.

Gejala Melena

Salah satu gejala utama melena adalah darah berwarna gelap pada tinja, yang membuat tinja terlihat seperti aspal dan berbau busuk. Selain itu, melena juga dapat disertai dengan gejala lain, seperti:

  • Sakit di perut
  • Sakit kepala
  • Mual
  • Menguning atau pucat pada kulit dan mataPusing
  • Muntah darah, atau hematemesis
Saatnya ke dokter

Jika Anda mengalami gejala di atas, segera pergi ke dokter. Ini sangat penting untuk Anda lakukan jika mereka sering muncul.

Jika Anda mengalami banyak melena, terutama jika disertai muntah darah, Anda berisiko mengalami kondisi darurat syok. Jika Anda mengalami gejala seperti ini, segera cari pertolongan medis ke ruang gawat darurat (IGD):

  • Dingin dan pucat
  • Pusing, kelelahan, dan kehilangan kesadaran
  • Nyeri di perut atau anus yang sangat parah
  • Banyak air kecil
  • Pingsan

Diagnosis Melena

Setelah pemeriksaan fisik, dokter akan menanyakan tentang gejala pasien, riwayat medis, dan obat-obatan yang telah dikonsumsi sebelumnya. Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan tambahan seperti:

  • Tinja diperiksa untuk darah
  • Tes darah dilakukan untuk mengevaluasi kadar hemoglobin (Hb), zat besi, dan fungsi pembekuan darah
  • pemeriksaan saluran pencernaan melalui endoskopi dan kolonoskopi
  • CT scan perut untuk menemukan perdarahan dan tumor

Pengobatan Melena

Metode pengobatan melena akan disesuaikan dengan sumber keparahannya dan tingkatnya. Dokter akan menstabilkan kondisi pasien dengan infus dan transfusi darah jika perdarahan cukup banyak dan terjadi dengan cepat.

Dokter akan melakukan penanganan tambahan, seperti: Setelah kondisi pasien membaik.

1. Obat-obatan

Dokter akan memberikan obat penghambat pompa proton, seperti esomeprazole atau pantoprazole, untuk mengurangi jumlah asam lambung yang diproduksi oleh tukak lambung. Ini akan menghentikan perdarahan yang disebabkan oleh tukak lambung.

2. Endoskopi

Prosedur endoskopi juga dapat dilakukan untuk menentukan diagnosis dan mencegah perdarahan yang disebabkan oleh pecahnya varises esofagus.

3. Embolisasi

Embolisasi dilakukan dengan menyuntikkan zat tertentu ke pembuluh darah yang pecah atau bocor.

4. Operasi

Operasi dilakukan pada melena jika sumber perdarahan tidak dapat ditemukan atau jika metode lain tidak berhasil menghentikan perdarahan. Tujuan prosedur ini adalah untuk mencegah perdarahan dan memperbaiki dinding lambung atau usus dua belas jari yang robek.

Tumor yang dapat menyebabkan perdarahan juga dapat diangkat melalui operasi.

Komplikasi Melena

Melaina dapat menyebabkan komplikasi serius, seperti anemia (kurang darah) dan syok, yang jika tidak ditangani segera dapat menyebabkan kematian.

Pencegahan Melena

Berbagai penyebab perdarahan saluran cerna dapat dicegah melalui pencegahan melena. Berikut adalah beberapa langkah yang dapat diambil untuk mencegah perdarahan tersebut:

  • Berkonsultasi dengan dokter jika Anda menderita tukak lambung atau penyakit gastroesophageal reflux (GERD) untuk mendapatkan pengobatan yang tepat
  • Menghindari penggunaan OAINS tanpa resep dokter, terutama dalam jangka waktu yang lama
  • Menghindari minuman beralkohol dan berkafein.
  • Hentilan kebiasaan merokok
  • Mengikuti rutinitas makan
  • Melakukan hubungan seksual dengan cara yang aman
  • Jangan menggunakan NAPZA