Info Kesehatan Keluarga Indonesia

Infeksi, Kelamin, Uncategorized

Kencing Sakit; Dysuria

Kencing sakit adalah sensasi panas nyeri, atau perih yang terasa ketika atau setelah buang air kecil. Ketika merasakan gejala kencing sakit, Anda perlu segera memeriksakan ke dokter. Bila tidak cepat ditangani, kencing sakit bisa memburuk dan berakibat pada komplikasi yang lebih serius, seperti infeksi ginjal.

Kencing sakit atau dysuria bukanlah penyakit, tetapi merupakan gejala dari penyakit di saluran kemih. Masalah ini sering kali menyebabkan penderitanya merasa tidak nyaman atau bahkan enggan untuk buang air kecil. Padahal, perlakuan tersebut justru dapat memperburuk kondisi kencing sakit. Maka dari itu, keluhan kencing sakit harus segera diperiksa dan diobati.

Siapa saja bisa terserang kencing sakit, baik itu pria maupun wanita. Akan tetapi, maalah ini lebih sering dialami oleh wanita, khususnya wanita memasuki usia 40 tahun ke atas. Kencing sakit berisiko terjadi pada ibu hamil dan wanita yang mengalami diabetes.

Penyebab Kencing Sakit

Biasanya kencing sakit disebabkan oleh gangguan pada saluran kemih. Di bawah ini adalah beberapa penyakit yang bisa menyebabkan kencing sakit:

  • Inflamasi atau infeksi saluran kemih (ISK), termasuk uretritis dan sistitis
  • Infeksi menular organ seksual, seperti herpes genital, trichomoniasis, gonore, dan klamida
  • Inflamasi atau infeksi pada organ genital, seperti vaginosis bakterial
  • Gangguan radang panggul
  • Prostate, baik yang dipicu oleh infeksi maupun tidak
  • Batu ginjal
  • Iritasi karena zat kimia, seperti pewangi yang ada pada sabun atau produk pembersih vagina
  • Dampak obat-obatan tertentu, seperti nifedipine atau obat antinyeri golongan opioid
  • Efek samping tindakan medis tertentu, seperti kateter urine atau stent ureter

Faktor risiko kencing sakit

Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami kencing sakit, antara lain:

  • Kehamilan
  • Penuaan
  • Diabetes atau kelebihan berat badan
  • Penyakit fungsi kandung kemih, misalnya retensi urine atau inkontenensia urine
  • Daya tahan tubuh yang lemah, karena menjalani proses kemoterapi atau mengonsumsi obat imunosupresan
  • Kegiatan seksual yang berisiko, seperti bergonta-ganti pasangan seksual dan tidak memakai kondom
  • Cedera di bagian perut atau kelamin, termasuk akibat hubungan intim

Gejala Kencing Sakit

Kencing sakit mempunyai gejala yang bervariasi, tergantung dari penyebabnya. Akan tetapi, beberapa keluhan yang selalu dirasakan penderitanya adalah:

  • Rasa sakit atau seperti terbakar ketika buang air kecil
  • Urine keluar sedikit dan tidak tuntas
  • Keinginan buang air kecil meningkat
  • Sakit di perut bagian bawah hingga rasa tidak nyaman
  • Urine bau menyengat dan keruh
  • Demam
Saatnya ke dokter

Lakukan konsultasi secara daring lewat chat dengan dokter apabila Anda mengalami gejala kencing sakit seperti yang telah disebutkan di atas. Jangan menunda untuk memeriksakan diri ke dokter bila kencing sakit sudah berlangsung lama dan disertai gejala lain, seperti:

  • Penis atau vagina mengeluarkan cairan selain urine yang berbau tidak sedap
  • Demam 
  • Sakit yang menusuk di bagian samping pinggang
  • Keluarnya batu kecil ketika berkemih

Diagnosis Kencing Sakit

Agar diagnosis kencing sakit dapat dijalankan, dokter akan menanyakan beberapa hal mengenai:

  • Keluhan yang dirasakan
  • Latar belakang penyakit atau cedera
  • Pengobatan atau terapi yang pernah dijalani atau sedang berjalan
  • Kebiasaan membersihkan area genital
  • Kegiatan seksual

Kemudian, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik untuk melihat ada tidaknya nyeri ketika ditekan di pinggang dan perut bawah. Jika dibutuhkan, dokter juga akan memeriksa bagian kemaluan untuk menemukan luka atau ruam infeksi. Bagi pria yang diduga mengalami gangguan prostat, kemungkinan besar dokter juga akan melakukan pemeriksaan dubur.

Jika dibutuhkan, dokter juga dapat melakukan pemeriksaan penunjang lain, seperti:

  • Cek urine atau urinalisis, untuk mengetahui sel darah putih, sel darah merah, dan tanda-tanda infeksi atau batu ginjal.
  • USG, untuk melihat kondisi ginjal juga saluran kemih
  • Kultur urine, untuk menetapkan jenis bakteri di urine (bila ada)
  • Sistoskopi, untuk melihat dengan rinci kondisi di dalam saluran kencing dan kandung kemih

Pengobatan Kencing Sakit

Tindakan awal yang akan dilakukan untuk mengatasi kencing sakit adalah memberikan obat pereda nyeri, antara lain:

Obat pereda nyeri

Kencing sakit disebabkan cedera ringan atau prosedur medis bisa diatasi dengan obat antinyeri saja. Selanjutnya, obat penghilang nyeri juga bisa digunakan untuk meredakan keluhan kencing sakit yang disebabkan oleh pemicu lain.

Beberapa jenis obat antinyeri yang digunakan adalah:

  • Paracetamol, sebagai pereda nyeri perut dan mengatasi gejala lain, seperti demam
  • Ibuprofen, untuk meredakan sakit dan peradangan pada saluran kemih, juga nyeri perut atau demam yang mungkin menyertai kencing sakit
  • Phenazopyridine, untuk menghilangkan sakit atau rasa terbakar dengan langsung bekerja pada saluran kemih

Selanjutnya dokter akan memberikan pengobatan yang sesuai dengan penyebab kencing sakit. Pengobatan yang bisa diberikan adalah:

Antibiotik

Obat seperti antibiotik bisa diberikan bila kencing sakit disebabkan oleh infeksi bakteri atau parasit. Antibiotik yang biasa diresepkan untuk kencing sakit adalah:

  • Fluoroquinolones, seperti ciprofloxacin dan levofloacin
  • Fosfomycin
  • Nitrofurantoin
  • Ceftiaxone
Antivirus

Dokter juga Dapat memberikan obat antivirus untuk mengobati kencing sakit disebabkan infeksi virus, seperti herpes genital. Beberapa obat antivirus yang diberikan adalah:

  • Acyclovir
  • Famciclovir
  • Valacyclovir
Antijamur

Obat antijamur diberikan untuk menghilangkan pertumbuhan jamur pada vagina. Pemberian obat antijamur bisa berbentuk obat minum atau yang dimasukkan langsung ke vagina (ovula). Di bawah ini adalah beberapa obat antijamur yang biasanya diberikan, yaitu:

  • Obat antijamur minum (oral), seperti fluconazole
  • Obat antijamur ovula, seperti nystaitn ovula
Penghambat alfa

Kencing sakit yang penyebabnya batu ginjal berukuran kecil bisa diatasi dengan pemberian obat penghambat alfa. Obat ini akan melebarkan saluran kemih sehingga batu akan lebih mudah mengalir keluar bersama urine.

Bukan hanya itu saja, obat penghambat alfa ini juga bisa dipakai sebagai pelancar aliran urine kencing sakit yang disebabkan oleh prostatitis. Beberapa obat penghambat alfa yang dapat dipakai sebagai pengobatan kencing sakit akibat batu ginjal dan prostatitis adalah:

  • Tamsulosin
  • Terazosin
  • Alfuzosin
  • Doxazosin

Bila kencing sakit disebabkan karena penggunaan obat-obat tertentu atau iritasi akibat zat kimia, dokter akan mengalihkan ke obat lain atau mengurangi dosis obat, serta menganjurkan pasien untuk menghindari pemicu iritasi.

Perawatan mandiri

Selain dengan obat-obatan yang telah disebutkan di atas, pasien juga bisa melakukan perawatan mandiri di rumah penyembuhan bisa lebih cepat, yakni dengan:

  • Perbanyak minum air putih
  • Jangan menahan buang air kecil meski takut akan terasa sakit
  • Hindari berhubungan seksual sementara, selama menjalani terapi bila kencing sakit yang diderita karena infeksi menular seksual
  • Menghindari konsumsi makanan yang bisa mengiritasi saluran kemih selagi dalam masa pengobatan, seperti makanan pedas, makanan atau minuman asam, kopi, dan minuman beralkohol

Komplikasi Kencing Sakit

Kencing sakit yang diabaikan dan tidak cepat ditangani bisa mengakibatkan beragam komplikasi berikut ini:

  • Infeksi saluran kemih yang berulang atau kambuhan
  • Ginjal rusak permanen
  • Sepsis
  • Komplikasi kehamilan, jika kencing sakit terjadi pada ibu hamil

Pencegahan Kencing Sakit

Ada beberapa upaya yang dapat dilakukan untuk menghindari terjadinya kencing sakit, seperti:

  • Tingkatkan konsumsi minum air putih setiap harinya
  • Melakukan perilaku seks yang sehat, misalnya tidak bergonta-ganti pasangan seks atau menggunakan kondom ketika berhubungan intim
  • Jangan menggunakan sabun yang mengandung bahan kimia berlebih, seperti pewangi atau pewarna
  • Menghindari konsumsi makanan dan minuman yang bisa mengiritasi kandung kemih
  • Membersihkan area kemaluan terutama ketika selesai berhubungan seksual
  • Mengeringkan area kelamin dengan menyeluruh yang didahulukan vulva atau penis, lalu area anus