Info Kesehatan Keluarga Indonesia

Uncategorized

Kekurangan Yodium

Kekurangan yodium atau defisiensi yodium adalah penyebab utama penyakit gondok dan hipotiroid. Yodium merupakan komponen yang digunakan tiroid untuk memproduksi hormon tiroid.

Umumnya kekurangan yodium paling sering terjadi pada anak-anak dan ibu menyusui. Terdapat berbagai gangguan yang timbul karena kekurangan yodium, seperti penyakit gondok dan hipotiroid. Ini dikenal dengan GAKI atau gangguan akibat kekurangan iodium.

Kemudian, kekurangan yodium juga bisa terjadi pada ibu hamil. Ketika kekurangan yodium terjadi pada ibu hamil, ini akan meningkatkan risiko terjadinya keguguran, kematian janin, hingga gangguan tumbuh kembang anak, berupa kretinisme.

Penyebab Kekurangan Yodium

Kekurangan yodium dipicu oleh kurangnya asupan yodium dalam makanan yang dikonsumsi. Pada sebagian besar orang dewasa membutuhkan 150 mcg yodium per hari. Wanita hamil memerlukan setidaknya 220 mcg yodium per hari, dan wanita menyusui membutuhkan 290 mcg yodium per hari.

Agar asupan yodium dapat terpenuhi tiap hari, Anda bisa mengonsumsi beberapa jenis makanan di bawah ini:

  • Rumput laut
  • Udang, kerang, dan ikan tuna (seafood)
  • Garam beryodium
  • Telur
  • Produk olahan susu, (yoghurt, keju, dan es krim)

Gejala Kekurangan Yodium

Kekurangan asupan yodium mengakibatkan penurunan produksi hormon tiroid di dalam tubuh akan berakibat pada penyakit hipotiroid dan penyakit gondok. Hormon tiroid berguna sebagai pengatur berbagai fungsi anggota tubuh. Bila seseorang menderita kekurangan hormon tiroid, maka gejala muncul adalah:

  • Muncul benjolan di leher
  • Rambut rontok
  • Berat badan naik tanpa penyebab yang jelas
  • Tubuh mudah lelah dan lemah
  • Merasa kedinginan
  • Kulit kering dan pecah-pecah
  • Menstruasi terganggu
  • Gangguan irama jantung
  • Kemampuan berpikir lemah dan mudah terganggu

Pada ibu hamil, kekurangan yodium sangat berbahaya bagi janin. Kurangnya asupan yodium ketika hamil bisa menyebabkan anak mengalami kretinisme (hipotiroid kongenital atau bawaan). Kretinisme pada anak bisa mengakibatkan gangguan tumbuh kembang, seperti otot yang kaku, stunting, susah berjalan, tuli, dan tidak bisa berbicara.

Saatnya ke dokter

Seseorang harus memeriksakan diri ke dokter bila mengalami gejala kekurangan yodium seperti yang telah disampaikan di atas, juga ibu hamil. Ibu hamil mesti memeriksakan kehamilannya dengan rutin di tiap bulan, hingga usia kehamilan memasuki bulan ke-7 atau minggu ke-28.

Di minggu ke-28 hingga minggu ke-36, ibu hamil harus memeriksakan kehamilannya tiap-tiap 2 minggu sekali. Ibu hamil juga perlu menjalani konsultasi kehamilan setiap minggu ketika usia kehamilan telah memasuki minggu ke-36 sampai menjelang persalinan.

Hipotiroid bisa menyebabkan komplikasi yang berbahaya, seperti koma miksederma. Hal ini mengakibatkan penderitanya mengalami perubahan perilaku serta tidak sadarkan diri. Penderita koma miksedema harus segera dibawa ke IGD.

Diagnosis Kekurangan Yodium

Dokter akan menanyakan keluhan serta gejala yang dirasakan penderita, juga menanyakan apakah penderita pernah mengalami penyakit yang berkaitan dengan tiroid. Kemudian, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik, khususnya di bagian leher untuk memeriksa adanya benjolan akibat gondok.

Dokter juga bisa melakukan beberapa pemeriksaan pendukung dalam melakukan diagnosis. Pemeriksaan penunjang tersebut meliputi:

Tes darah

Dokter akan mengambil sampel darah penderita yang akan diteliti di laboratorium. Tes darah ini dilakukan untuk melihat kadar hormon tiroid dan kadar yodium di dalam tubuh.

Tes urine

Dokter akan memeriksa 1 sampel urine atau beberapa ketika penderita buang air kecil dalam 24 jam. Lewat pemeriksaan sampel urine ini, dokter akan mengetahui kadar yodium yang ada di dalam tubuh penderita.

Kadar normal yodium setiap orang bisa berbeda-beda, tergantung dari usia serta kondisinya. Anak dengan usia 6 tahun sampai orang dewasa bisa dikatakan kekurangan yodium apabila kadar yodium di urinenya ada di bawah 100 mcg per liter. Untuk ibu hamil, bila kadarnya di bawah 500 mcg per liter, dan pada ibu menyusui, apabila kadarnya di bawah 100 mcg per liter.

Tes patch yodium

Pada tes patch yodium, dokter akan mengoleskan yodium di kulit penderita serta memeriksa warnanya dalam 24 jam. Bila seseorang tidak mengalami kekurangan yodium, yodium yang dioleskan akan lenyap lebih dari 24 jam. Akan tetapi bila seseorang kekurangan yodium akan hilang kurang dari 24 jam.

Pengobatan Kekurangan Yodium

Penderita gangguan akibat kekurangan iodium (GAKI) akan mendapatkan beberapa pilihan pengobatan, seperti:

Obat-obatan

Obat jenis levolthyroxine diberikan untuk mengatasi gejala karena hipotiroid dan memperlambat kerja hormon agar gndok menjadi lebih kecil. Dokter juga bisa memberikan aspirin dan kortikosteroid untuk mengobati peradangan.

Operasi

Proses operasi juga dapat di rekomendasikan oleh dokter, untuk mengangkat seluruh atau sebagian kelenjar tiroid. Operasi dilakukan bila gondok yang tumbuh membuatkan penderita kesulitan bernapas atau menelan.

Yodium radioaktif

Untuk sebagian kasus, dokter bisa menggunakan yodium radioaktif atau terapi nuklir tiroid untuk mengecilkan ukuran gondok. Pasien akan diminta meminum yodium radioaktif untuk menghancurkan sel-sel tiroid.

Selain pengobatan dari dokter, pasien kekurangan yodium harus memenuhi asupan yodium hariannya, yakni dengan meminum multivitamin beryodium, mengonsumsi makanan yang kaya akan yodium, dan memberikan garam beryodium dalam makanannya.

Komplikasi akibat Kekurangan Yodium

Orang dengan kekurangan yodium bisa menderita penyakit gondok dan hipotiroid. Penyakit tersebut apabila tidak ditangani akan menyebabkan komplikasi sebagai berikut:

  • Gagal jantung
  • Kemampuan berpikir jadi menurun
  • Saraf terganggu (neoropati)
  • Kemandulan
  • Kesulitan bernapas, jika gondok makin besar
  • Koma miksederma

Pengobatan Kekurangan Yodium

UNICEF bersama pemerintah Indonesia menggalakkan Universal Salt Iodization agar kebutuhan yodium di seluruh Indonesia terpenuhi. Mulai dari produksi hingga penambahan yodium pada produk yang dibuat, seperti mie instan dan saus.

Agar asupan yodium dapat terpenuhi, setiap hari ibu hamil bisa mengonsumsi multivitamin yang mengandung 150 mcg yodium atau sesuai dengan resep dokter. Selanjutnya, ibu hamil juga perlu mengonsumsi makanan kaya yodium dan memasukkan garam beryodium ke asupan makanan harian.