Pengertian astrositoma
Astrositoma adalah istilah yang dipakai untuk menjelaskan tumor otak primer yang bersumber dari sel astrosit. sel ini adalah, sel berbentuk bintang yang membentuk jaringan penyokong otak dan membantu menghantarkan informasi antar sel saraf.
Tumor primer artinya tumor yang berasal dari jaringan otak sendiri, dan bukan merupakan hasil persebaran dari bagian tubuh lainnya.
Terdapat beberapa jenis astrositoma, yang dibedakan berdasarkan penampakan tumor ini di bawah mikroskop, tingkat kecepatan pertumbuhannya, serta penyebarannya.
Jenis astrositoma tersebut adalah:
- Grade I astrositoma (pilocytic astrocytoma)
Pilocytic astrocytoma kerap kali dianggap tipe astrositoma yang paling jinak. Lambat dalam pertumbuhan dan tidak menyebar, walau diameternya bisa mencapai ukuran besar.
Jarang kambuh setelah dibuang.
Biasanya ditemukan pada bagian serebelum otak yang mengatur keseimbangan atau jalur optik yang berhubungan dengan fungsi penglihatan. - Grade II astrositoma (diffuse astrocytoma)
Diffuse astrocytoma mempunyai sifat lambat dalam pertumbuhan, akan tetapi memilik batas yang kurang tegas sehingga sulit ketika akan dibuang. Bisa juga kembali kambuh walaupun telah dibuang. - Grade III astrositoma (anaplastic astrocytoma)
Anaplastic astrocytoma mempunyai sifat tumbuh dengan cepat, juga memiliki batas serupa tentakel yang kerapkali menjangkiti jaringan sekitarnya hingga sukar untuk dibuang sepenuhnya. Sering kambuh kembali, walaupun sudah dilakukan pengobatan dalam bentuk lebih lanjut, misalnya grade IV astrositoma. Dianggap malignan atau ganas. - Grade IV astrositoma (glioblastoma)
Jenis globalasitoma ini terdiri dari dua jenis; astrositoma primer dan astrositoma sekunder. Untuk yang primer adalah bentuk yang paling umum ditemukan, yang memiliki sifat sangat agresif. Sementara yang sekunder, adalah hasil dari evolusi tumor grade lebih rendah.
Penyebab astrositoma
Untuk penyebab pasti dari astrositoma hingga kini belum diketahui. Meskipun telah banyak studi terfokuskan untuk mempelajari peran gen terhadap hadirnya astrositoma.
Gen manusia mengatur bagaimana sel dalam tubuh tumbuh dan membelah.
Adanya mutasi gen dapat menyebabkan pertumbuhan sel yang tidak terkendali, sehingga menyebabkan timbulnya tumor.
Diagnosis astrositoma
Untuk menentukan diagnosis astrositoma diperlukan evaluasi lengkap, yang terdiri dari:
- Anamnesis
Wawancara medis mendetail atau anamnesis, meliputi tanda dan gejala yang dirasakan, history tentang penyakit, dan lainnya. - Pemeriksaan fisis
Tindakan pemerikasaan ini bertujuan untuk mengetahui adanya tanda peningkatan tekanan intrakranial (dalam kepala), kelumpuhan saraf kranial, hemiparesis atau melemanya satu sisi tubuh, terdapatnya refleks abnormal atau kelainan pada refleks tendon dalam. - Pemeriksaan penunjang
Biasanya sebagai pemeriksaan standar disarankan, pemeriksaan dengan MRI. Atau juga, dapat dipertimbangkan CT-scan, angiografi, PET-scan, dan lainnya.
Gejala astrositoma
Biasanya gejala yang dialami bergantung pada ukuran dan lokasi tumor. Terdapat beberapa gejala yang mungkin dikeluhkan penderita astrositoma adalah:
- Kelainan kesadaran dan status mental
- Masalah kognitif
- Hilangnya memori
- Perubahan perilaku dan mood
- Sakit kepala
- Mual dan muntah, kehilangan nafsu makan
- Terjadi gangguan penglihatan
- Juga gangguan motorik
- Gangguan sensorik
- Dan gangguan bicara
- Kejang, dapat berupa kedutan pada wajah, lengan, dan kaki
- Ataksia
Pengobatan astrositoma
Tindakan pengobatan pada astrositoma perlu disesuaikan dengan tipe astrositoma, ukuran, lokasi, persebaran, juga pengobatan sebelumnya, dan kesehatan pasien secara umum. Kemungkinan pengobatan yang dapat ditawarkan adalah:
- Pembedahan:
Tidakan pembedahan bermaksud untuk membuang seluruh atau sebagian dari astrositoma. - Terapi radiasi:
Terapi ini bisa diberikan setelah pembedahan. Biasanya diberikan selama 5 hari per minggu, selama 6 minggu berturut-turut. - Kemoterapi:
Biasanya diberikan secara oral. - Pengobatan simtomatik (mengatasi gejala), seperti antikonvulsan untuk mengatasi kejang, atau kortikosteroid untuk membantu mengurangi masa (akibat pembengkakan).
Biasanya, pada tumor grade I pembedahan cukup untuk membuang seluruh astrositoma. Akan tetapi pada grade II, tumor kerap kali susah untuk dibuang melalui pembedahan secara keseluruhan. Maka dari itu bisa ditambah radiasi untuk mengatasi tumor yang tidak bisa dibuang.
Lain hal dengan astrositoma pada grade III biasanya akan ditangani dengan pembedahan dan dilanjutkan dengan radiasi. Kemoterapi juga bisa ditambahkan setelah radiasi atau bila terjadi kekambuhan.
Dan pada grade IV, biasanya disarankan melakukan pembedahan dilanjutkan radiasi dan kemoterapi. Setelah menjalani pengobatan, penderita astrositoma perlu menjalani kontrol rutin untuk mengawasi terjadinya kekambuhan.