Info Kesehatan Keluarga Indonesia

Gangguan Pendengaran, Telinga, Tumor

Neuroma Akustik

Vertigo, telinga berdenging (tinitus), dan hilang pendengaran adalah gejala neuroma akustik, tumor jinak yang tumbuh di saraf penghubung antara otak dan telinga.

Schwannoma vestibular adalah istilah lain untuk neuroma akustik.Tumor otak jinak ini tumbuh secara bertahap di saraf yang mengatur pendengaran dan keseimbangan. Akibatnya, penderita neuroma akustik akan secara bertahap mengalami masalah pendengaran dan keseimbangan.

Neuroma akustik tidak menyebar ke bagian lain tubuh. Akan tetapi, dalam kasus yang jarang, pertumbuhannya dapat menekan batang otak, mengganggu fungsi otak.

Penyebab Neuroma Akustik

Ketika gen pada kromosom 22 tidak berfungsi dengan baik, neuroma akustik terjadi. Gen ini mengontrol pertumbuhan sel Schwann, yaitu sel yang menyelubungi berbagai sel saraf di tubuh, termasuk saraf yang mengatur keseimbangan.

Kondisi ini memicu pertumbuhan dan perkembangan tidak terkendali sel Schwann. Namun, belum diketahui secara pasti apa yang menyebabkan gangguan pada fungsi gen tersebut.

Neurofibromatosis tipe 2, kelainan genetik yang ditandai dengan pertumbuhan tumor di berbagai jaringan saraf, adalah salah satu penyakit yang paling sering dikaitkan dengan neuroma akustik.

Faktor risiko neuroma akustik

Beberapa faktor yang dapat meningkatkan kemungkinan terkena neuroma akustik termasuk:

  • Adanya neurofibromatosis 2 pada orang tua
  • Neuroma paratiroid, tumor jinak di kelenjar tiroid
  • riwayat sebelumnya menerima radioterapi
  • Menghadapi suara bising terus-menerus

Antara usia 30 dan 60 tahun, neuroma akustik juga lebih sering ditemukan dan didiagnosis.

Gejala Neuroma Akustik

Neuroma akustik memiliki gejala yang berbeda tergantung pada ukuran tumor. Jika tumor kecil, penderita biasanya tidak menunjukkan gejala apa pun. Namun, ketika tumor cukup besar dan menekan saraf yang mengendalikan pendengaran dan keseimbangan, gejala baru muncul.

Tumor neuroma akustik juga dapat menekan pembuluh darah, saraf, atau struktur lain di wajah atau otak. Jika tumor sudah menekan struktur-struktur ini, gejala seperti:

  • Hilang pendengaran secara bertahap, biasanya di salah satu telinga
  • Berdenging di telinganya, atau tinnitus
  • Problem dengan keseimbangan
  • Vertigo

Jika tumor neuroma akustik semakin besar, akan terjadi beberapa gejala tambahan, di antaranya:

  • Sakit kepala kronis
  • Suara yang serak atau sulit ditelan
  • Problem yang mengganggu koordinasi gerak anggota badan (ataksia)
  • Mengalami penglihatan ganda atau kabur
  • Rasa sakit atau mati rasa di salah satu sisi wajah
  • Wajah terkulai
Kapan harus ke dokter

Jika Anda mengalami telinga berdenging, kehilangan pendengaran di salah satu telinga, atau masalah keseimbangan, segera temui dokter Anda. Penanganan dan diagnosis dini dapat mencegah komplikasi.

Diagnosis Neuroma Akustik

Dokter akan memeriksa telinga pasien dengan otoskop setelah menanyakan gejala dan keluhannya.

Dokter akan melakukan pemeriksaan tambahan seperti:

  • Tes pendengaran seperti audiometri, tes garpu tala, dan tes respons batang otak pendengaran untuk mengetahui seberapa baik telinga berfungsi
  • Electronystagmography digunakan untuk mengidentifikasi gangguan keseimbangan yang ditunjukkan oleh pergerakan bola mata
  • Pemindaian CT dan MRI untuk menentukan ukuran dan lokasi tumor

Pengobatan Neuroma Akustik

Ukuran tumor, kecepatan pertumbuhannya, dan kondisi kesehatan pasien menentukan pengobatan neuroma akustik. Dokter dapat melakukan beberapa pengobatan berikut:

Observasi

Dokter akan melakukan pengamatan dan tes pendengaran atau pemindaian secara berkala pada tumor neuroma akustik yang berukuran kecil, tumbuh lambat, dan tidak bergejala. Pemeriksaan ini biasanya dilakukan tiap enam bulan sampai satu tahun sekali untuk memantau pertumbuhan tumor.

Dokter akan melakukan tindakan tambahan jika tumor meningkat atau menunjukkan gejala yang lebih parah.

Stereotactic radiosurgery

Stereotactic radiosurgery dilakukan untuk tumor kecil atau berdiameter kurang dari 3 cm dengan tujuan mencegah pertumbuhan tumor neuroma akustik.

Selain itu, pasien yang memiliki kondisi kesehatan yang tidak memungkinkan mereka menerima bius total karena tidak dapat menjalani operasi juga dapat menerima terapi ini.

Operasi

Dokter bedah akan mengangkat tumor jika tumor terus berkembang untuk mencegah komplikasi.

Namun, pada beberapa kasus, operasi tidak dapat menghilangkan seluruh tumor. Kondisi ini biasanya terjadi jika lokasi tumor terlalu dekat dengan area vital di otak atau saraf wajah sehingga berisiko merusak saraf di sekitarnya jika tumor diangkat.

Pada kondisi tersebut di atas, dokter akan melakukan radioterapi setelah operasi untuk menghilangkan jaringan tumor yang tersisa.

Selain sejumlah metode di atas, dokter akan memberikan terapi pendukung untuk membantu mengatasi gejala yang dialami pasien. Beberapa jenis terapi pendukung tersebut adalah:

  • Penawaran alat bantu dengar
  • Terapi okupasi
  • Terapi untuk mengembalikan keseimbangan (vestibular)
  • Terapi fisik
Komplikasi Neuroma Akustik

Berbagai komplikasi yang dapat bertahan lama, seperti neuroma akustik, dapat terjadi:

  • Berdengung di telinga
  • Kelumpuhan dan rasa sakit pada otot wajah
  • Problem dengan keseimbangan
  • Tuli
  • Hidrosefalus terjadi ketika tumor cukup besar untuk menekan batang otak.

Pencegahan Neuroma Akustik

Tidak semua neuroma akustik dapat dicegah, terutama yang terkait dengan kelainan genetik.

Namun, risiko terkena neuroma akustik dapat dikurangi dengan menghindari paparan suara bising dan melakukan konsultasi sebelum dan sesudah radioterapi.

Seperti yang telah disebutkan, pengobatan neuroma akustik akan lebih efektif jika penyakitnya dideteksi lebih awal. Deteksi dini juga dapat mencegah komplikasi.