Info Kesehatan Keluarga Indonesia

Sakit Kepala

Sakit Kepala Tegang

Sakit kepala tegang adalah jenis sakit kepala yang ditandai dengan nyeri ringan sampai sedang di kepala dan leher. Tanda-tanda yang paling umum dari sakit kepala tegang adalah seperti tali yang mengikat di sekitar kepala.

Jenis sakit kepala yang paling umum adalah sakit kepala tegang, juga dikenal sebagai sakit kepala tegang. Ini dapat terjadi pada siapa saja, tetapi lebih sering terjadi pada remaja dan dewasa, terutama wanita.

Sakit kepala tegang biasanya dapat diobati dengan obat-obatan dan gaya hidup yang lebih sehat. Namun, untuk beberapa kondisi, seperti sakit kepala yang berulang atau menjadi lebih buruk, dokter harus diperiksa.

Penyebab dan Faktor Risiko Sakit Kepala Tegang

Sakit kepala tegang terjadi ketika otot leher dan kulit kepala berkontraksi atau menegang. Tidak ada alasan pasti untuk sakit kepala tegang, tetapi beberapa orang mengalaminya karena alasan yang berbeda.

Beberapa penyebab umum sakit kepala tegang adalah:

  • Stress
  • Depresi
  • Lapar
  • Dehidrasi/kekurangan cairan
  • Suka memicingkan mata
  • Kekurangan tidur atau kelelahan
  • kurang aktif atau berolahraga
  • Perokok
  • Posisi tidur yang salah atau postur tubuh yang buruk
  • Terpapar sinar matahari yang terik
  • Aroma yang kuat
  • Suara bising
  • Konsumsi minuman berkafein atau beralkohol yang berlebihan
  • penyakit tambahan seperti flu, infeksi sinus, pilek, atau masalah pada gigi dan rahang

Gejala Sakit Kepala Tegang

Sakit kepala tegang biasanya ditunjukkan dengan rasa sakit dan berat di dahi, kepala bagian atas, kedua sisi kepala, kulit kepala, dan bagian belakang kepala dan bahu. Sakit tersebut dapat berlangsung selama 30 menit atau terus-menerus sepanjang hari, dan terkadang juga bisa sampai ke mata.

Gejala tambahan yang mungkin terjadi adalah:

  • Sulit untuk fokus
  • mudah marah
  • Sering lelah
  • Sulit tidur
  • Kaku punggung dan leher bagian atas
  • Kaku punggung dan leher bagian atas

Sakit kepala tegang dapat dibagi menjadi dua kategori berdasarkan durasi gejala, yaitu:

  • Sakit kepala tegang berulang, jika gejala muncul kurang dari lima belas hari dalam satu bulan dan berlangsung selama tiga bulan.
  • Sakit kepala tegang kronis, jika gejala muncul selama lebih dari lima belas hari dalam satu bulan dan berlangsung selama tiga bulan.

Berhati-hatilah bahwa sakit kepala tegang tidak sama dengan migrain. Penderita migrain juga mungkin mengalami gejala seperti mual, muntah, dan gangguan penglihatan. Sebaliknya, aktivitas fisik tidak memperparah sakit kepala tegang.

Saatnya ke dokter

Jika sakit kepala tegang terjadi beberapa kali dalam satu minggu atau sangat mengganggu, Anda tidak perlu mendapatkan pengobatan. Namun, sakit kepala tegang yang hanya terjadi sesekali tidak memerlukan pengobatan.

Segera pergi ke dokter jika Anda atau orang lain di sekitar Anda mengalami sakit kepala yang memiliki tanda-tanda berikut:

  • Terjadi secara tidak sengaja dan terasa sangat mengerikan
  • timbul setelah kecelakaan, terutama ketika memukul kepala
  • Selain itu, mual, muntah, demam, leher kaku, linglung, kejang, kelemahan pada anggota badan, bicara yang tidak jelas, penglihatan ganda, dan mati rasa

Diagnosis Sakit Kepala Tegang

Dokter biasanya hanya dapat mendiagnosis sakit kepala tegang melalui pemeriksaan fisik dan tanya jawab. Dalam pemeriksaan ini, dokter akan bertanya tentang gejala pasien, seperti jenis nyeri, lokasi, dan intensitas sakit kepala.

Pada tahap ini, dokter juga dapat melakukan pemeriksaan fisik sederhana dengan menekan otot di sekitar leher dan pundak atau mengetuk area kepala dan wajah. Pasien biasanya merasakan nyeri, dan dokter mungkin juga menanyakan apakah leher mereka kaku.

Dokter akan menyarankan pemeriksaan tambahan, seperti: Jika dari pemeriksaan fisik dan tanya jawab diketahui bahwa keluhan pasien berat, sangat mengganggu, atau tidak kunjung hilang.

  • Untuk mengetahui apakah ada gangguan otak yang menyebabkan sakit kepala, lakukan scan CT atau MRI kepala,
  • Tes ketajaman penglihatan dilakukan untuk memastikan apakah pasien memiliki kelainan refraksi yang menyebabkan mereka sering memicingkan mata.
  • Tes lumbal pungsi untuk mengidentifikasi kemungkinan infeksi atau peradangan di dekat atau di dalam otak.
  • Studi tidur untuk mengetahui apakah gangguan tidur dapat menyebabkan pasien kurang tidur.

Pengobatan Sakit Kepala Tegang

Pasien yang menderita sakit kepala tegang dapat menggunakan obat-obatan yang dijual bebas, seperti ibuprofen dan paracetamol, segera setelah gejala muncul sebagai langkah pertama untuk mengatasi sakit kepala tegang, yang bertujuan untuk meredakan gejala secepat mungkin dan menghindari kekambuhan.

Pasien disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter jika obat-obatan tersebut tidak dapat meredakan gejalanya. Dokter akan memeriksa obat yang telah dikonsumsi pasien sebelumnya dan mungkin meresepkan obat yang lebih kuat, seperti:

  • Naproxen
  • Ketoprofen
  • Ketorolac
  • Indomethacin

Di samping pereda nyeri, dokter juga dapat memberikan obat-obatan tambahan, seperti:

  • Antidepresan trisiklik, seperti amitriptyline, atau jenis antidepresan lainnya
  • Anti-inflamasi dan pelemas otot

Komplikasi Sakit Kepala Tegang

Sakit kepala tegang dapat sering kambuh jika tidak ditangani dengan tepat. Sakit kepala tegang yang sering kambuh dapat mengganggu aktivitas sehari-hari dan mengganggu tidur, terutama jika nyeri dianggap parah.

Salah satu komplikasi lain yang dapat terjadi adalah sakit kepala kembali, yang terjadi setelah mengonsumsi obat-obatan untuk mengatasi sakit kepala tegang secara berlebihan. Rebound headache terjadi ketika tubuh menjadi terbiasa dengan obat yang digunakan, sehingga sakit kepala muncul kembali ketika obat dihentikan.

Oleh karena itu, sangat penting bagi pasien untuk selalu berkonsultasi dengan dokter mereka sebelum menggunakan obat apa pun, bahkan ketika obat tersebut tidak membantu mereka meredakan gejala mereka.

Pencegahan Sakit Kepala Tegang

Untuk mencegah sakit kepala tegang menjadi kronis, menjalani pola hidup yang sehat dan mengelola stres dengan baik dapat membantu proses pengobatan.

Beberapa metode untuk mengurangi stres adalah:

  • Terapi perilaku kognitif untuk membantu mengelola stres dan mengurangi jumlah dan intensitas gejala sakit kepala tegang
  • Untuk membantu pasien yang stres, terapi relaksasi seperti yoga, meditasi, dan teknik napas dalam dapat membantu mereka rileks
  • Pijat untuk melemaskan otot yang tegang, terutama pada pundak, leher, dan kepala
  • Terapi akupunktur merangsang pelepasan hormon endorfin, yang dapat mengurangi rasa sakit

Pasien disarankan untuk mengikuti kebiasaan sehat, seperti:

  • Istirahat cukup dan berkualitas
  • Berolahraga dengan rutin
  • Mengkonsumsi jumlah air putih yang cukup
  • Meningkatkan postur tubuh
  • Mengonsumsi makanan yang sehat dan seimbang secara gizi
  • Mengurangi jumlah minuman berkafein dan beralkohol yang dikonsumsi
  • Jangan merokok