Info Kesehatan Keluarga Indonesia

Gangguan Otak, Pembuluh Darah, Sakit Kepala

Perdarahan Subarachnoid

Perdarahan subarachnoid adalah stroke yang terjadi karena penumpukan darah di lapisan pelindung otak. Ini biasanya ditandai dengan sakit kepala hebat yang terjadi secara tiba-tiba, leher kaku, atau muntah.

Perdarahan subarachnoid atau subarachnoid hemorrhage (SAH) dapat terjadi tanpa cedera kepala sebelumnya. Kondisi ini paling sering disebabkan oleh pecahnya aneurisma otak, yang terjadi ketika pembuluh darah arteri di otak membesar karena dinding pembuluh darah menipis.

Jika seseorang mengalami perdarahan subarachnoid, mereka harus segera mendapatkan perawatan medis karena kondisi ini berpotensi menyebabkan kerusakan otak permanen dan bahkan mengancam nyawa.

Penyebab Perdarahan Subarachnoid

Ruang subarachnoid adalah celah di antara lapisan arachnoid dan piameter. Selaput otak (meningen) terdiri dari tiga bagian: durameter, arachnoid, dan piameter.

Banyak pembuluh darah di ruang subarachnoid melindungi otak, dan cairan di dalamnya memberikan nutrisi dan oksigen untuk otak.

Perdarahan subarachnoid dapat dikategorikan menjadi traumatik dan nontraumatik berdasarkan penyebabnya. Ini penjelasannya:

Perdarahan subarachnoid traumatik

Cedera kepala berat, seperti yang terjadi dalam kecelakaan lalu lintas, dapat menyebabkan perdarahan subarachnoid karena pecah pembuluh darah di selaput otak.

Perdarahan subarachnoid nontraumatik

Perdarahan subarachnoid nontraumatik terjadi secara spontan, biasanya sebagai hasil dari pecahnya aneurisma pembuluh darah otak. Aneurisma ini menyebabkan dinding pembuluh darah otak menipis dan sangat rapuh.

Perdarahan dari malformasi arteri vena, penggunaan obat pengencer darah, kelainan darah yang meningkatkan risiko perdarahan, dan perdarahan dari bagian otak lain yang bocor ke ruang subarachnoid adalah beberapa alasan lain untuk perdarahan subarachnoid nontraumatik.

Faktor risiko perdarahan subarachnoid

Mereka yang memiliki faktor-faktor di bawah ini lebih rentan mengalami perdarahan subarachnoid:

  • Jenis kelamin perempuan
  • Riwayat aneurisma dalam keluarga
  • Perilaku merokok
  • Kolesterol tinggi
  • Kecanduan terhadap alkohol
  • Penyakit ginjal yang disebut polikistik Fibromyalgia, pertumbuhan abnormal dinding pembuluh darah
  • Vaskulitis, termasuk infeksi virus
  • Penyakit Moyamoya, suatu kondisi langka yang menyebabkan pembuluh darah otak tersumbat
  • Penyalahgunaan obat terlarang (NAPZA) atau obat-obatan
  • Penggunaan obat yang mengencerkan darah, seperti warfarin

Gejala Perdarahan Subarachnoid

Perdarahan subarachnoid dapat menyebabkan gejala berikut:

  • Sakit kepala yang sangat parah yang muncul secara tiba-tiba, seolah-olah tersambar petir
  • Bingung
  • Lemas dengan cepat
  • Leher terasa tertekan
  • Nyeri pada otot, terutama di leher dan bahu
  • Mengalami mual dan muntah
  • Gangguan penglihatan seperti pandangan ganda, kehilangan penglihatan sementara pada satu mata, atau sensitif terhadap cahaya
  • Mengurangi kesadaran
  • Kejang
  • Tubuh kehilangan rasa
Kapan harus ke dokter

Perdarahan subarachnoid adalah kondisi darurat yang memerlukan penanganan segera karena gejalanya dapat muncul secara tiba-tiba dan menyebabkan penderitanya mengalami penurunan kesadaran dengan cepat.

Jika Anda melihat tanda-tanda perdarahan subarachnoid seperti di atas, segera cari pertolongan dokter atau ke ruang gawat darurat rumah sakit terdekat.

Diagnosis Perdarahan Subarachnoid

Dokter akan menanyakan hal-hal berikut sebelum membuat diagnosis perdarahan subarachnoid:

  • Gejala yang dirasakan
  • Bagaimana gejala muncul?
  • Penyakit yang pernah Anda alami atau saat ini Anda alami
  • Obat yang sering dikonsumsi

Setelah itu, dokter akan memeriksa pasien secara fisik untuk memastikan apakah ada gejala leher kaku atau perubahan dalam refleks dan gerak mereka.

Untuk memastikan diagnosis perdarahan subarachnoid, dokter juga dapat melakukan pemeriksaan penunjang berikut:

  • Komputer tomografi (CT) scan otak untuk menunjukkan pembuluh darah dan lokasi perdarahan
  • MRI scan untuk mengetahui apakah perdarahan otak pernah terjadi
  • Fungsi lumbal: sampel cairan pelindung otak diambil dari sela tulang belakang untuk mencari tanda-tanda perdarahan
  • Tes darah untuk mengidentifikasi perdarahan

Pengobatan Perdarahan Subarachnoid

Tujuan penanganan perdarahan subarachnoid adalah untuk mengatasi situasi darurat, mengidentifikasi sumbernya, mengurangi gejala, dan menghindari komplikasi. Dokter akan melakukan pengobatan berikut:

1. Pemberian obat-obatan

Dokter dapat memberikan obat-obatan berikut untuk mengobati gejala perdarahan subarachnoid:

  • Manitol atau obat lain untuk mengurangi tekanan otak
  • Furosemide, obat untuk mengobati tekanan darah tinggi, yang diberikan melalui infus
  • Obat untuk mengatasi pembengkakan otak, seperti dexamethasone, yang diberikan melalui infus
  • Nimodipine digunakan untuk mencegah penyempitan pembuluh darah setelah pembuluh darah pecah
  • Obat untuk meredakan sakit kepala, seperti codeine atau paracetamol
  • Phenytoin dan obat lain yang digunakan untuk mengobati atau mencegah kejang
  • Obat anticemas untuk mengurangi kecemasan akibat nyeri
2. Operasi

Jika terjadi perdarahan hebat yang berisiko menekan otak, dokter akan memasang selang khusus di kepala melalui prosedur bedah untuk mengurangi tekanan. Dokter juga dapat melakukan operasi tambahan untuk mencegah perdarahan lebih lanjut. Salah satu hal yang dapat dilakukan adalah:

Neurosurgical clipping

Tindakan yang dikenal sebagai neurosurgical clipping bertujuan untuk mencegah perdarahan dengan menjepit pembuluh darah yang pecah. Untuk melakukan tindakan ini, terlebih dahulu dilakukan kraniotomi, yang berarti membuka tulang tengkorak.

Endovascular coiling

Dalam tindakan endovascular coiling, gulungan logam platina dimasukkan ke dalam tonjolan pembuluh darah yang menggembung karena aneurisma untuk mencegah aliran darah ke sana. Ini mengurangi risiko perdarahan lanjutan.

3. Rehabilitasi fisik

Dokter akan menyarankan pasien untuk menjalani rehabilitasi setelah kondisi pasien stabil. Ini dilakukan untuk memastikan pasien dapat melakukan aktivitas harian dengan sebaik mungkin. Rehab yang akan dilakukan meliputi:

  • Fisioterapi, untuk memperbaiki pergerakan yang terbatas setelah perdarahan subarachnoid, seperti dengan berolahraga atau pijat
  • Terapi bicara, mengajarkan pasien berbicara dan berkomunikasi dengan keterbatasan setelah sakit
  • Terapi okupasi membantu pasien kembali beradaptasi dengan aktivitas sehari-hari

Komplikasi Perdarahan Subarachnoid

Komplikasi seperti berikut dapat muncul jika perdarahan subarachnoid tidak segera diobati:

  • Hidrosefalus, di mana cairan di otak terkumpul
  • penyempitan pembuluh darah yang menyebabkan jaringan otak kekurangan oksigen
  • Perdarahan yang sering
  • Masalah fisik seperti ketidaknyamanan fisik, seperti ketidaknyamanan atau kelelahan pada beberapa bagian tubuh, kesulitan menelan, atau gangguan keseimbangan
  • Sulit untuk berkonsentrasi
  • kesulitan berkomunikasi
  • Stress
  • Post-traumatic stress disorder (PTSD)

Pencegahan Perdarahan Subarachnoid

Melakukan deteksi dini aneurisma otak atau mengobatinya dapat mencegah perdarahan subarachnoid, terutama nontraumatik.

Beberapa tindakan yang dapat diambil untuk mengurangi kemungkinan perdarahan subarachnoid adalah:

  • Menggunakan alat pelindung diri yang sesuai saat berkendara, berolahraga, atau bekerja
  • Berhenti merokok
  • Mengurangi atau menghindari konsumsi alkohol
  • Menghindari mengonsumsi obat tanpa nasihat dokter
  • Jika Anda memiliki hipertensi, kontrol tekanan darah Anda dengan mengonsumsi obat-obatan sesuai saran dokter Anda
  • Berolahraga dengan rutin
  • Mengonsumsi makanan yang mengandung nutrisi yang seimbang