Info Kesehatan Keluarga Indonesia

Persendian

Sendi Kaku

Ketika sendi kaku terjadi, sulit untuk digerakkan. Kondisi ini dapat ringan hingga berat, dan biasanya muncul ketika berbaring atau duduk dalam jangka waktu yang lama.

Jika Anda memiliki sendi kaku, itu bisa terjadi pada sendi mana pun, tetapi yang paling umum adalah di lutut, kaki, dan punggung. Ini adalah tanda dari sendi yang aus atau meradang.

Keluhan nyeri sendi dan otot yang menegang seringkali disertai dengan sendi kaku, yang menyebabkan rentan gerak penderitanya semakin terbatas.

Penyebab Sendi Kaku

Seseorang dapat mengalami sendi kaku karena berbagai alasan, salah satunya adalah:

1. Penuaan

Dengan bertambahnya usia, tulang rawan menjadi lebih kering dan mengeras. Selain itu, produksi cairan sinovial yang melapisi sendi berkurang, yang mengurangi fleksibilitas sendi dan menyebabkan sendi menjadi kaku dan lebih sulit untuk digerakkan.

2. Cedera

Cedera pada sendi, tulang, tulang rawan, tendon, ligamen, dan otot dapat menyebabkan pembengkakan, penumpukan cairan, dan kerusakan jaringan penopang sendi. Akibatnya, sendi menjadi kaku dan lebih sulit untuk bergerak.

3. Rheumatoid arthritis

Rheumatoid arthritis dapat menyebabkan sendi kaku. Jika ini terjadi karena penyakit radang sendi ini, gejala lain juga akan muncul, seperti nyeri di sendi, bengkak atau hangat sendi, mudah lelah, demam, dan kehilangan nafsu makan.

4. Osteoarthritis

Salah satu gejala utama osteoarthritis adalah nyeri dan kaku pada sendi. Gejala lainnya termasuk bengkak pada sendi, kelemahan otot, pergerakan terbatas, atau suara gesekan saat menggerakkan sendi.

Osteoarthritis dapat menyebabkan sendi kaku di mana pun di tubuh, tetapi yang paling umum adalah di lutut, jari-jari, leher, panggul, dan punggung.

5. Lupus

Penyakit autoimun ini dapat menyebabkan keluhan sendi kaku karena penyakit lupus membuat sistem kekebalan tubuh menyerang jaringan dan sendi yang sehat karena menganggapnya berbahaya. Akibatnya, sendi mengalami peradangan, yang menyebabkan nyeri, bengkak, dan kaku di sendi.

6. Bursitis

Bursitis juga dapat menyebabkan sendi kaku terasa sakit ketika digerakkan, rentang gerak terbatas, dan sendi dapat membengkak atau terlihat memerah.

7. Asam urat

Penyakit yang disebabkan oleh penumpukan kristal asam urat di sendi ini dapat menyebabkan sendi kaku, merah, bengkak, nyeri, dan hangat saat disentuh.

Beberapa penyakit yang dapat meningkatkan risiko terkena asam urat adalah:

  • Terlalu banyak makan daging merah
  • Kegemukan/obesitas
  • penyakit seperti diabetes dan sindrom metabolik
8. Kanker tulang

Meskipun jarang terjadi, nyeri sendi dan sendi kaku adalah gejala kanker tulang. Perkembangan sel kanker pada tulang yang dekat dengan sendi dapat menyebabkan sendi kaku.

Gejala Sendi Kaku

Di antara gejala sendi kaku adalah:

  • Sendi yang sulit digerakkan atau rentang gerak yang lebih kecil
  • Nyeri pada sendi
  • Sendi merasa gelisah
  • Sendi yang membengkak
  • Ketika sendi bergerak, terdengar bunyi
Saatnya ke dokter

Segera konsultasikan diri ke dokter jika Anda mengalami gejala kaku pada sendi Anda, termasuk setelah cedera. Bisa dilakukan konsultasi melalui chat tanpa perlu bertatap muka.

Kunjungi dokter segera jika Anda mengalami keluhan sendi kaku bersama dengan salah satu kondisi berikut:

  • Bengkak sendi yang parah atau membengkak tiba-tiba
  • Sendi berwarna merah atau terasa hangat saat disentuh
  • Nyeri pada sendi yang sangat menyakitkan
  • Luka terbentuk di bagian sendi yang cedera
  • Sendi terlihat pucat
  • Sendi sulit digerakkan
  • Sendi yang kaku bertahan selama tiga hari atau muncul beberapa kali dalam sebulan

Diagnosis Sendi Kaku

Dokter akan menanyakan beberapa pertanyaan kepada pasien untuk mendiagnosis sendi kaku dan penyebabnya. Pertanyaan-pertanyaan ini termasuk:

  • Semua gejala yang dirasakan
  • Usia dan penyakit yang diderita
  • Tingkat nyeri dan kaku pada sendi
  • Berapa lama keluhan sendi kaku sudah ada dan kapan biasanya muncul

Dokter kemudian akan melakukan pemeriksaan fisik untuk mengetahui kondisi sendi. Setelah pemeriksaan, biasanya dokter akan merekomendasikan pemeriksaan tambahan untuk memastikan diagnosis.

Pemeriksaan yang dilakukan, seperti pemindaian resonansi magnetik (MRI) atau X-ray, dapat dilakukan. Tujuan dari prosedur ini adalah untuk mengetahui kondisi sendi, termasuk apakah ada atau tidaknya kerusakan tulang atau sendi yang menyebabkan keluhan kaku.

Dokter juga dapat melakukan tes darah jika mereka mencurigai bahwa sendi kaku mungkin disebabkan oleh penyakit asam urat atau penyakit autoimun lainnya.

Pengobatan Sendi Kaku

Penanganan sendi kaku dapat berbeda untuk setiap pasien tergantung pada penyebabnya. Dokter menyarankan beberapa metode pengobatan berikut:

Kompres dingin atau hangat

Kompres dingin atau hangat dapat meredakan sendi kaku. Ini karena kompres ini mengurangi nyeri, peradangan, atau pembengkakan pada sendi, sehingga lebih mudah untuk bergerak.

Selain itu, kompres hangat dapat membantu mengurangi kaku pada sendi. Ini karena panas yang dialirkan oleh kompres melebarkan pembuluh darah, memungkinkan aliran darah, oksigen, dan nutrisi masuk ke area yang meradang.

Namun, perlu diingat bahwa kompres panas tidak disarankan untuk menyembuhkan sendi yang kaku karena cedera berat.

Terapi fisik atau olahraga teratur

Jika sendi kaku disebabkan oleh cedera ringan, kurang gerak, atau osteoarthritis, dokter akan menyarankan pasien untuk berolahraga atau menjalani terapi fisik. Bergerak aktif dapat membantu mengurangi kekakuan sendi yang disebabkan oleh kondisi tersebut.

Selain itu, proses pemulihan dapat berjalan lebih cepat dan pasien dapat memperoleh keterampilan yang lebih baik untuk menggerakkan sendinya dengan cara yang paling efektif. Berolahraga secara teratur dapat membantu pasien mempertahankan kontrol berat badan yang lebih baik, yang dapat mengurangi rasa sakit dan kaku pada sendi.

Obat pereda nyeri

Dokter biasanya memberikan pasien obat pereda nyeri atau obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS), seperti ibuprofen (Dolofen-F), aspirin (Cardio Aspirin), atau naproxen (Xenifar), ketika keluhan sendi kaku disertai dengan nyeri sendi.

Dokter juga mungkin meresepkan obat pereda nyeri topikal yang mengandung capsaicin untuk meredakan nyeri dan kaku pada sendi.

Suntik steroid

Suntik steroid adalah pengobatan tambahan untuk sendi kaku. Suntikan steroid dapat diberikan kepada pasien dengan arthritis atau radang sendi, tetapi tidak untuk arthritis yang sudah parah. Suntik steroid diberikan untuk mengurangi peradangan dan pembengkakan sehingga sendi kaku tertangani.

Obat tertentu

Dokter juga biasanya meresepkan obat tertentu sesuai dengan penyebab sendi kaku pasien. Jika sendi kaku disebabkan oleh penyakit autoimun seperti lupus atau RA, dokter mungkin meresepkan obat yang dikenal sebagai DMARD, atau obat antirheumatik yang mengubah penyakit.

Obat DMARD berfungsi sebagai imunosupresan yang menekan sistem imun agar berhenti merusak jaringan tubuh yang sehat, termasuk tulang dan sendi. Mereka juga membantu mempertahankan fungsi sendi:

  • Azathioprine
  • Hidroksiklorokuin
  • Sulfasalazine
  • Lazafin
Operasi

Dokter akan merekomendasikan operasi jika keluhan dan nyeri pada sendi sudah lama terjadi dan tidak membaik setelah beberapa jenis pengobatan.

Salah satu jenis operasi yang tersedia adalah osteotomi, yang dilakukan untuk memperbaiki sendi yang rusak sehingga mereka tidak lagi kaku dan memungkinkan pergerakan kembali.

Selain pengobatan yang disebutkan di atas, pasien yang mengalami sakit sendi juga disarankan untuk melakukan perubahan dalam pola makan mereka. Caranya adalah dengan membiasakan diri untuk menghindari makanan olahan dan yang mengandung lemak jenuh dan lebih banyak mengonsumsi makanan utuh seperti buah, sayur, ikan, dan kacang-kacangan.

Komplikasi Sendi Kaku

Tidak tertangani sendi kaku dapat menyebabkan kerusakan sendi yang serius, terkadang permanen, atau kecacatan. Pada sendi kaku yang disebabkan oleh RA, misalnya, ini dapat menyebabkan kerusakan pada tulang, termasuk tulang rawan di dekat sendi yang meradang.

Patah tulang dapat terjadi jika tendon di dekatnya juga rusak.

Pencegahan Sendi Kaku

Usia meningkatkan risiko terkena sendi kaku, tetapi ada beberapa cara untuk mencegahnya.

Ada beberapa caranya:

  • Pilih olahraga yang tidak membebani sendi, seperti jogging, bersepeda, dan berenang, selama 60 menit setiap hari
  • Untuk mencegah cedera, lakukan peregangan atau pemanasan sebelum berolahraga dan dinginkan setelah berolahraga
  • Untuk mencegah cedera, gunakan decker atau sepatu yang berukuran pas
  • Beristirahat cukup setelah berolahraga atau beraktivitas berat
  • Menjaga berat badan dalam batas ideal
  • Berhenti merokok karena kebiasaan ini dapat mengurangi kepadatan tulang dan meningkatkan kemungkinan terkena RA, yang menyebabkan sendi kaku
  • Makan makanan yang dapat meningkatkan kekuatan atau kesehatan sendi, seperti makanan yang mengandung omega 3, berbagai jenis buah dan sayur, kacang-kacangan, dan biji-bijian utuh

Segera hubungi dokter jika Anda mengalami gejala sendi kaku, terutama jika terus terjadi, karena ini perlu ditangani agar pasien dapat beraktivitas dengan lebih nyaman.

Dengan menggunakan Chat With a Doctor, pasien dapat melakukan konsultasi online tentang keluhan sendi kaku mereka untuk mendapatkan pengobatan yang tepat.