Info Kesehatan Keluarga Indonesia

Penyakit Mental

Body Dismorphic Disorder

Pengertian body dismorphic disorder

Body dysmorphic disorder (BDD), atau disebut juga dengan dysmophobia, adalah gangguan kejiwaan yang ditandai dengan berlebihannya kekhawatiran yang dialami seseorang.

Perasaan khawatiran berlebihan ini terpaut dengan merasa bahwa ada hal yang kurang dari tubuh si penderita. Misalnya Bentuk tubuh yang kurang proporsional, hidung yang tidak mancung, lipatan mata yang tidak simetris, dan sebagainya.

Kekurangan penampilan tubuh ini umumnya hanya bisa dilihat oleh penderita. Sementara orang lain melihat apa yang ia khawatirkan itu adalah hal yang biasa-biasa saja. BDD umumnya lebih banyak diderita oleh kaum muda atau remaja dan dewasa muda.

Penyebab body dismorphic disorder

Sampai saat ini, enyebab pasti body dysmorphic disorder belum diketahui dengan pasti. walaupun begitu, masalah BDD ini acap kali dikaitkan dengan beberapa kondisi, seperti:

  • Depresi dan stres
  • Gangguan obsesif kompulsif
  • Tidak seimbangnya neurotransmitter di otak
  • Ada trauma di masa lalu, misalnya selalu bully saat masih anak-anak

Diagnosis body dismorphic disorder

agar diagnosis bisa dipastikan body dismorphic disorder, dibutuhkan tanya jawab medis secara mendalam antara dokter/terapis dengan penderita. Hasil dan penetapan diagnosis terhadap BDD dapat dilakukan oleh psikiatri.

Berikut adalah beberapa pertanyaan yang bisa dipakai untuk mendeteksi adanya BDD:

  • Apakah ada yang tidak sesuai dengan penampilan Anda?
  • Apakah penampilan Anda yang kuramg sesuai tersebut, masalah bagi Anda?
  • Apakah Anda bisa melewatkan waktu lebih dari dua jam per hari hanya untuk memikirkan penampilan saja?
  • Apakah ada masalah penampilan anda, dan memengaruhi kehidupan anda sehari-hari?
    Dan, apakah ada masalah dengan penampilan yang Anda miliki akan mempengaruhi aktivitas di tempat kerja atau di sekolah?

apabila semakin banyak pertanyaan yang dijawab dengan “Ya”, maka semakin besar peluang  kemungkinan orang ini mengalami body dismorphic disorder.

Gejala body dismorphic disorder

Body dismorphic disorder yang bisa ditandai berupa gejala:

  • Selalu memperhatikan penampilan dengan rutin lebih dari satu jam dalam sehari
  • Mengamati dan menyentuh kekurangan yang ia rasakan berulang-ulang
  • Selalu meminta pendapat orang tentang bagian tubuh yang mana, yang dianggap memiliki kekurangan
  • Terlintas dalam pikiran akan melakukan operasi plastik
  • Merasa tidak puas dengan bentuk tubuhnya
  • Hal yang selalu menjadi pusat perhatian penderita BDD adalah bentuk tubuh, mata, hidung, bibir, dagu, bentuk pipi, ukuran rahang, payudara, juga bokong.

Pengobatan body dismorphic disorder

Untuk melalkukan pengobatan body dismorphic disorder harus dilakukan oleh psikiater. Pengobatannya adalah psikoterapi juga pemberian obat-obatan.

Biasanya psikoterapi dilakukan dengan terapi kognitif perilaku (cognitive behavior therapy). Dalam pengobatan ini, psikiater akan membantu menjelaskan pada penderita untuk memahami bahwa pemikiran yang  negatif tentang tubuhnya adalah hal yang berlebihan.

Selanjutnya, secara perlahan psikiater akan menuntun penderita untuk berpikir secara rasional dan memiliki pemikiran positif tentang penampilan tubuhnya. Dan jika penderita masih remaja atau anak-anak, maka terapi ini akan membutuhkan bantuan orang tua atau anggota keluarga yang mempunyai hubungan dekat dengan penderita.

Lalu untuk jenis obat-obatan yang dipakai guna mengatasi body dysmorphic disorder (BDD) adalah jenis obat golongan selective serotonin reseptor inhibitor (SSRI), seperti fluoxetine dan sertraline. Dan obat ini hanya oleh dikonsumsi dengan pengawasan ketat dari dokter. Biasanya, setelah mengonsumsi obat setidak-tidaknya selama kurang lebih 12 minggu, hingga keluhan terlihat mulai membaik.

Selanjutnya pengobatan dengan konsisten pada psikiater yang sama harus terus berlanjut. apabila berganti-ganti psikiater akan membuat pengobatan yang sudah dilakukan akan terhambat, karena tidak berkesinambungan sehingga menghambat kesembuhan.

Pencegahan body dismorphic disorder

Hingga saat ini, belum ada tindakan yang dapat dilakukan untuk mencegah body dysmorphic disorder.