Info Kesehatan Keluarga Indonesia

Penyakit Mental

Bigorexia

Pengertian bidorexia

Bigorexia, dipahami juga dengan sebutan muscle dysmorphia atau reverse anorexia, adalah satu bentuk penyakit persepsi tubuh. Penderita bigorexia mempercayai akan dirinya terlalu rapuh dan kecil. Kendatipun dirinya berotot, tetap saja meyakini bahwa ototnya masih kurang besar.

Biasanya penderita bigorexia mengerjakan rutinitas olahraganya dan mengonsumsi steroid untuk membesarkan tubuhnya. Kondisi seperti ini bisa dialami siapa pun, baik itu pria ataupun perempuan. Tetapi kebanyakan penyakit ini lebih sering dijumpai pada pria.

Bigorexia memang merupakan salah satu dari kelainan dismorfik tubuh (body dysmorphic disorder), yakni penyakit mental yang ditandai dengan kepercayaan penderitanya akan bentuk tubuhnya yang tidak sempurna. Dikarenakan hal tersebut membebani pikiran, penderitanya akan melakukan berbagai macam upaya agar bentuk tubuhnya sesuai dengan yang ia inginkan.

Akan tetapi, walaupun ia sudah melakukan berbagai macam usaha, penderita kelainan dismorfik tubuh tidak akan pernah merasa puas dengan apa yang sudah tercapai untuk tubuhnya.

Penyebab bigorexia

Penyebab pasti bigorexia belum ditemukan dengan pasti. Akan tetapi diperkirakan bahwa bigorexia tercipta karena banyak faktor seperti faktor genetik dan unbalancing neurotransmitter kimia pada otak.

Bisa juga, selalu mengalami kekerasan saat masih anak-anak, seseorang lebih rentan mengalami bigorexia.

Diagnosis bigorexia

Guna memastikan adanya bigorexia, dokter harus melakukan tanya jawab mendalam dan pengamatan terhadap penderita. Biasanya dokter yang cocok untuk mengobati bigorexia adalah dokter spesialis kesehatan jiwa (psikiater).

Berikit beberapa pertanyaan yang digunakan untuk mendeteksi adanya bigorexia:

  • Bila tidak melakukan oolahraga apakah ada perasaan bersalah dalam diri Anda?
  • Pentingkah bagi Anda untuk selalu makan protein dan lemak yang sehat setiap hari untuk membentuk otot Anda?
  • Seberapa sering anda membandingkan bentuk tubuh Anda dengan bentuk tubuh orang lain?
  • Apakah Anda selalu berusaha untuk menjadi yang paling baik ketika berada di gym (pusat kebugaran)?

Apabila semua pertanyaan di atas, dijawab dengan YA, kemungkinan besar orang itu mengalami bigorexia akut.

Penderita bigorexia mempunyai pemikiran yang tertuju pada seputar masalah otot dan tubuh yang kekar. Sekali pun tubuhnya sudah berotot, ia tetap merasa tubuhnya kurang sesaui dengan keinginannya.

Gejala-gejala yang lain adalah:
  • Beraktivitas seperti olahraga yang berlebihan
  • Sangat terobsesi dengan bentuk tubuh kekar, padahal otot tubuhnya sudah cukup kekar
  • Selalu bercermin, atau justru sangat menghindari bercermin
  • Mengonsumsi suplemen dengan berlebihan
  • Bila tidak berolahraga, akan sangat merasa bersalah

Pengobatan bigorexia

Tindakan pengobatan utama buat penderita bigorexia adalah melakukan terapi psikologis perilaku. Pengobatan ini dilakukan oleh profesional, seperti psikiater.

Lewat terapi kognitif perilaku, dokter akan memandu penderita untuk mengetahui pemikiran yang tidak tepat seputar tubuhnya, serta membimbing bagaimana cara mengendalikan pemikiran tersebut menjadi lebih faktual dan masuk akal.

Dibutuhkan kerja sama yang baik antara psikiater dan penderita agar pengobatan ini bisa berjalan susuai, dan perlu melakukannya dengan teratur. Terapi dibutuhkan beberapa bulan kedepan untuk mengubah pemikiran penderita agar menjadi lebih logis.

Biasanya akan dibutuhkan obat anti-depresan guna membantu mengatasi bigorexia. Dalam penelitian membuktikan bahwa gabungan antara terapi kognitif perilaku dan konsumsi obat antidepresan sangat efektif guna menguasai perilaku, dan membenahi pemikiran serta tanggapan penderita tentang tubuhnya.

Sampai saat ini belum ada langkah yang bisa dilakukan untuk mencegah bigorexia.