Info Kesehatan Keluarga Indonesia

Penyakit Mental

Agoraphobia; Gangguan Kecemasan

Pengertian Agoraphobia

Agoraphobia adalah salah satu jenis gangguan kecemasan, yang dimulai dengan rasa takut yang hebat saat ada di ruangan ramai nan terbuka, seperti di pasar malam, pasar, bandara, dan sebagainya.

Penderita agoraphobia sangat menghindari datang sendiri ke tempat ramai dan terbuka seperti ini.

Biasanya penderita akan merasa tidak aman, panik dan malu juga tidak berdaya, saat berada diruangan ramai nan terbuka. Maka dari itu, penderita minta ditemani jika harus terpaksa berada di ruang terbuka dan ramai, agar merasa lebih aman.

Panik dan khawatir berlebihan

Agoraphobia bisa terjadi akibat adanya serangan panik. Panik yang tiba-tiba saja muncul tanpa sebab yang jelas, dmulai dengan perasaan seperti leher tercekik, keringat dingin, jantung berdebar, sesak napas dan mau mati.

Ini bisa menjadi peristiwa yang dianggap memalukan karena ia akan menjadi pusat perhatian banyak orang, jika tiba-tiba saja seseorang mengalami serangan panik berlebihan saat sedang berada ditempat ramai sendirian. Karena hal inilah, agoraphobia bisa mulai terjadi.

Selalu khawatir jika serangan panik ini terjadi, peristiwa memalukan pasti akan terulang kembali. Penderita menjadi merasa takut bila harus berada di tempat ramai.

Diagnosis pada penyakit agoraphobia

Demi memastikan ada tidaknya gangguan agoraphobia pada pasien, wawancara menyeluruh harus dilakukan dokter terhadap penderita ini. Dokter yang ahli dalam bidang kejiwaan yang berkompeten melakukan diagnosa kepada pasien agoraphobia.

Seseorang dapat disebut mengalami gangguan agoraphobia jila kriteria Pedoman Penggolongan Diagnostik Gangguan Jiwa (PPDGJ) III ini terpenuhi:

Manifestasi dari ansietas (kecemasan) akan menimbulkan gejala ini
Ansietas yang timbul setidaknya harus dalam dua situasi berikut:

  • Banyak orang
  • Di tempat umum
  • Bepergian ke luar rumah
  • Bepergian sendiri
  • Menghindari situasi yang menyebabkan fobia

Kombinasi dari rasa cemas, takut juga keluhan fisik seperti nyeri di dada, berdebar-debar, keringat dingin, pusing, gemetar, sesak nafas, sakit perut, atau diare, adalah tanda-tanda gejala agoraphobia.

Situasi seperti ini yang sangat ditakuti oleh penferita agoraphobia:

  • Keluar rumah sendiri
  • Berada di tempat umum yang ramai dan terbuka
  • Berada dalam situasi yang memalukan

Pengobatan agoraphobia

Untuk mengatasi agoraphobia, obat-obatan dan psikoterapi adalah kominasi yang dibutuhkan dalam pengobatan penderita agoraphobia. Seorang psikiater lah yang tepat untuk melakukan tindakan pengobatan ini.

Obat golongan selective serotonin reuptake inhibitor (SSRI) atau obat anti-ansietas seperti golongan benzodiazepine Obat yang dapat digunakan untuk mengobati agoraphobia. Dan harus dikonsumsi dalam pengawasan ketat oleh dokter.

Apabila dosis tidak tepat, keluhan tidak menghilang, juga keluhan bisa makin bertambah parah.

Lain dari itu untuk mengubah pola pikir mengenai kondisi ketakutan irasional yang dialami penderita, psikoterapi akan dilakukan. Kerja sama yang baik antara penderita dengan psikiater, akan menghasilkan dampak yang baik bagi proses Psikoterapi.

Lewat metode pengobatan ini, penderita sedikit-sedikit akan menyadari bahwa ketakutannya tidak perlu dan akan terjadi lagi, cemas akan menghilang secara perlahan, dan ia akan dengan mudah mengendalikan ketakutannya.

Pencegahan agoraphobia

Tenang, relaks dan fokus akan mencegah terjadinya ketakutan berlebihan itu terulang lagi.

Hal ini yang harus dipelajari oleh penderita agoraphobia. Hindari mengkonsumsi alkohol dan narkotika juga membantu mencegah terjadinya rasa takut dan cemas akibat agoraphobia terjadi.