Jantung dan Kegawatdaruratan

Syok Kardiogenik

Kenali syok kardiogenik ketika jantung tidak mampu mengalirkan darah ke organ, paling sering setelah serangan jantung: hipotensi, sesak, kulit dingin, bingung dan urine turun; ECG/echo/angiography, PCI, obat dan mechanical circulatory support.

Ditulis oleh Tim SehatKitaDiperbarui 25 Agustus 2026Waktu baca 10 menit
RingkasanSyok kardiogenik adalah kegagalan pompa jantung yang membuat otak, ginjal, dan organ lain kekurangan darah dan oxygen. Penyebab tersering adalah serangan jantung besar, tetapi acute heart failure, myocarditis, arrhythmia, komplikasi mekanik, valve disease, atau emboli paru berat juga dapat memicu.

Sesak dan tanda perfusi buruk muncul bersama

Tekanan/nyeri dada, sesak berat, napas cepat, kulit dingin-lembap, tangan/kaki dingin, nadi lemah/tidak teratur, bingung, pingsan, serta urine turun adalah tanda penting. Leher dapat tampak penuh dan paru berisi cairan. Sebagian pasien memburuk tiba-tiba tanpa nyeri dada khas.

Diagnosis dan resuscitation berlangsung bersamaan

Tim melakukan ECG, troponin, lactate, blood gas, fungsi organ, bedside echo, chest imaging, dan coronary angiography bila serangan jantung dicurigai. Shock septic, hypovolemic, obstructive, dan campuran dibedakan karena cairan berlebihan pada gagal pompa dapat memperburuk edema paru.

Syok kardiogenik memerlukan ambulansHubungi layanan darurat untuk nyeri/tekanan dada, sesak berat, keringat dingin, kebingungan, pingsan, atau bibir membiru. Jangan menyetir sendiri atau memberi makanan/minuman. Mulai CPR dan gunakan AED bila orang tidak responsif dan tidak bernapas normal.

Aliran koroner dipulihkan secepat mungkin

Pada acute myocardial infarction, emergency PCI/stent adalah terapi utama; bypass atau operasi diperlukan pada anatomi/komplikasi tertentu. Oxygen/ventilasi, vasopressor dan inotrope dipilih berdasarkan tekanan serta ritme. Antiplatelet/anticoagulant diberikan sesuai penyebab dan risiko perdarahan.

Dukungan mekanik hanya untuk pasien terpilih

Intra-aortic balloon pump, Impella, VA-ECMO, ventricular assist device, atau transplantasi dapat dipertimbangkan oleh shock team sebagai jembatan menuju pemulihan/keputusan, tetapi masing-masing membawa risiko perdarahan, stroke, ischemia, dan infeksi. Setelah pulih, cardiac rehabilitation dan terapi penyebab mengurangi kekambuhan.

Sumber dan catatan editorial

Informasi dalam artikel ini merujuk pada NHLBI — Cardiogenic shock, NHLBI — Symptoms, NHLBI — Treatment. Informasi ini bukan diagnosis atau pengganti konsultasi dokter.