Info Kesehatan Keluarga Indonesia

Pembuluh Darah

Penyakit Arteri Perifer

Tersumbatnya aliran darah ke tungkai atau tangan karena penyempitan pembuluh darah yang berasal dari jantung (arteri) menyebabkan sakit di tungkai, terutama saat berjalan, dikenal sebagai penyakit arteri perifer.

Penyakit arteri perifer, juga dikenal sebagai penyakit arteri perifer, terkadang tidak menunjukkan gejala dan berkembang secara bertahap. Jika tidak ditangani, penyakit ini dapat memburuk dan menyebabkan kematian jaringan (gangrene), yang meningkatkan kemungkinan amputasi.

Penyakit arteri perifer dapat diobati dengan mengambil obat dan menjalani gaya hidup sehat. Mengonsumsi obat-obatan dan menjalani gaya hidup sehat tidak hanya merupakan pengobatan, tetapi juga dapat mencegah penyakit ini muncul.

Penyebab Penyakit Arteri Perifer

Penumpukan lemak di dinding pembuluh darah yang memasok darah ke tungkai disebut aterosklerosis, yang menyebabkan aliran darah ke tungkai tersumbat. Proses ini menyebabkan penyakit arteri perifer.

Meskipun jarang terjadi, kondisi berikut juga dapat menyebabkan penyakit arteri perifer:

  • cedera tungkai
  • Infeksi pembuluh darah arteri
  • Variasi dalam bentuk ligamen atau otot
  • Eksposur radiasi

Faktor risiko penyakit arteri perifer

Risiko terkena penyakit arteri perifer dapat meningkat karena beberapa faktor risiko, antara lain:

  • usia di atas lima puluh tahun
  • Diabetes
  • Perilaku merokok
  • Berat badan berlebihan, juga dikenal sebagai obesitas
  • Kolesterol Tingg
  • Tekanan darah tinggi, juga dikenal sebagai hipertensi
  • Hyperhomocysteinemia adalah penyakit di mana jumlah homosistein meningkat.
  • riwayat keluarga penyakit arteri perifer, penyakit jantung koroner, atau stroke

Gejala Penyakit Arteri Perifer

Penderita penyakit arteri perifer biasanya tidak mengalami gejala apa pun atau hanya mengalami gejala ringan. Sebagian lain mengalami kram, panas di telapak kaki, atau nyeri otot di tungkai yang memburuk ketika mereka bergerak dan reda setelah beristirahat. Kondisi seperti itu dikenal sebagai klaudikasio.

Nyeri klaudikasio terletak di mana arteri tersumbat, tetapi biasanya terjadi di betis. Nyeri bervariasi dari ringan hingga berat, dan menyebabkan penderitanya kesulitan berjalan dan beraktivitas.

Penyakit arteri perifer juga dapat menyebabkan gejala seperti:

  • Kaki tidak kuat atau mati rasa
  • Bulu kaki rontok atau tidak tumbuh dengan cepat
  • Kuku kaki tidak berkembang dengan cepat
  • gangguan ereksi pada pria
Kapan harus ke dokter

Klaudikasio pada orang lanjut usia sebaiknya tidak dianggap sebagai keluhan yang normal akibat penuaan. Jika Anda mengalami gejala ini, terutama jika Anda berusia di atas lima puluh tahun, perokok, menderita diabetes, hipertensi, atau kolesterol tinggi, segera periksa ke dokter.

Penyakit arteri perifer dapat menyebabkan pembuluh darah arteri menyempit, yang dapat menyebabkan keluhan berikut:

  • Kaki membiru dan dingin
  • Luka kaki yang tidak sembuh
  • Kaki berwarna hitam dan rusak

Keluhan ini menunjukkan kematian jaringan yang meluas dan berisiko untuk diamputasi jika tidak ditangani segera.

Diagnosis Penyakit Arteri Perifer

Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menanyakan gejala yang dilaporkan, terutama dengan merasakan denyut nadi di tungkai. Dokter juga akan melakukan tes indeks ankle-brachial (ABI) untuk membandingkan tekanan darah di pergelangan kaki dan lengan. Tekanan darah yang lebih rendah di pergelangan kaki dapat menunjukkan penyakit arteri perifer.

Untuk memastikan diagnosis, dokter akan melakukan pemeriksaan tambahan seperti:

  • Tes darah
    Dokter akan mengambil sampel darah dari pasien untuk mengetahui kadar kolesterol dan gula darah, yang merupakan faktor risiko penyakit arteri perifer.
  • USG doppler
    Dengan menggunakan gelombang suara, USG doppler bertujuan untuk mengidentifikasi kondisi arteri yang tersumbat di tungkai.
  • Angiografi
    Angiografi adalah jenis pemindaian yang melibatkan suntikan cairan kontras untuk menghasilkan gambaran pembuluh darah yang lebih jelas dan rinci.

Pengobatan Penyakit Arteri Perifer

Pengobatan penyakit arteri perifer bertujuan untuk mengurangi gejala pasien sehingga mereka dapat kembali beraktivitas seperti sebelumnya. Mereka juga mencegah perburukan aterosklerosis, yang mencegah serangan jantung dan stroke.

Orang-orang akan disarankan untuk berolahraga secara teratur, makan makanan yang sehat dan seimbang, dan berhenti merokok. Semua upaya ini akan dikombinasikan dengan:

Obat-obatan

Mengobati penyakit arteri perifer, dokter dapat meresepkan beberapa obat berikut:

  • Simvastatin dan obat lain yang digunakan untuk menurunkan kolesterol
  • ACE inhibitor dan obat lain yang menurunkan tekanan darah
  • Metformin adalah salah satu obat antidiabetes
  • Obat yang membantu mengencerkan darah, seperti aspirin atau clopidogrel
  • Obat yang melebarkan pembuluh darah, seperti naftidrofuryl oxalate, pentoxifylline, atau cilostazol
  • Obat yang membantu membuka pembuluh darah dan mencegah penyumbatan, seperti beraprost
Operasi

Jika pengobatan tidak berhasil dan nyeri di kaki semakin parah, operasi dapat dilakukan untuk memperbaiki peredaran darah di kaki. Beberapa jenis operasi yang dapat dilakukan termasuk:

  • Angioplasti
    Untuk melebarkan arteri yang menyempit, angioplasti dilakukan dengan memasukkan balon kecil bersama kateter.
  • Operasi bypass pembuluh darah
    Operasi bypass pembuluh darah melibatkan pengambilan pembuluh darah dari bagian tubuh lain, sehingga darah dapat mengalir melalui pembuluh darah yang diambil sebelumnya.
  • Terapi trombolitik
    Untuk melakukan terapi trombolitik, obat pelarut gumpalan darah disuntikkan langsung ke arteri yang menyempit.

Komplikasi Penyakit Arteri Perifer

Infeksi atau luka di tungkai, terutama di jari kaki yang tidak kunjung sembuh, dapat terjadi karena kekurangan darah, yang dapat menyebabkan kematian jaringan atau gangrene yang membutuhkan amputasi.

Seperti yang disebutkan sebelumnya, aterosklerosis juga dapat terjadi pada pembuluh darah jantung dan otak, dan jika tidak diobati, dapat menyebabkan komplikasi berbahaya seperti stroke atau serangan jantung.

Pencegahan Penyakit Jantung Koroner

Mencegah aterosklerosis adalah cara terbaik untuk mencegah penyakit arteri perifer. Salah satu hal yang dapat dilakukan adalah:

  • Berhenti merokok
  • Mengkonsumsi makanan yang kaya nutrisi
  • Berolahraga secara teratur selama 30 hingga 45 menit setiap hari
  • Menjaga berat badan yang diinginkan
  • Mengurangi jumlah minuman beralkohol yang dikonsumsi
  • Mengikuti nasihat dokter tentang pengobatan diabetes, hipertensi, dan kolesterol tinggi