Info Kesehatan Keluarga Indonesia

Gangguan Pembuluh Darah, Hipertensi, Pembuluh Darah, Stroke

Stroke Hemoragik

Stroke hemoragik adalah ketika pembuluh darah di otak pecah, menyebabkan perdarahan, menghentikan aliran nutrisi dan oksigen ke jaringan otak, menyebabkan kerusakan jaringan dan sel otak.

Salah satu penyebab paling umum stroke hemoragik adalah hipertensi yang tidak terkontrol; itu adalah kondisi gawat darurat yang memerlukan penanganan medis segera.

Stroke iskemik terjadi ketika pembuluh darah otak tersumbat. Stroke hemoragik tidak sama dengan stroke iskemik.

Jika seseorang menunjukkan gejala, bawa kerumah sakit, agar mendapat pertolongan medis dan perhatikan tanda-tanda berikut:.

  • Senyum yang tidak memiliki simetri
  • Melemahnya gerakan separuh tubuh
  • Bicara tidak jelas
  • Ketidaknyamanan karena kesemutan atau kebas
  • Rabun atau pandangan yang tidak jelas
  • Sakit kepala yang sangat parah

Perlu diingat bahwa menunda penanganan stroke iskemik atau hemoragik dapat meningkatkan risiko komplikasi seperti kerusakan otak permanen dan bahkan kematian.

Stroke hemoragik terbagi menjadi dua kategori berdasarkan jenisnya, yaitu:

  • Jenis stroke hemoragik yang paling umum disebabkan oleh pecahnya pembuluh darah arteri di otak adalah perdarahan intraserebral
  • Perdarahan subarachnoid adalah perdarahan pada pembuluh darah di subarachnoid, ruang antara selaput pembungkus otak dan otak

Penyebab Stroke Hemoragik

Ketika pembuluh darah di dalam atau sekitar otak pecah, darah mengalir ke dalam rongga tengkorak kepala, meningkatkan tekanan di dalam kepala dan merusak jaringan otak. Ini dikenal sebagai stroke hemoragik.

Beberapa penyakit atau kondisi yang mungkin menyebabkan pecahnya pembuluh darah di otak adalah:

  • Hipertensi, atau tekanan darah tinggi, terutama yang tidak terkontrol
  • Cedera kepala yang parah
  • Aneurisma otak, yaitu dinding pembuluh darah otak menonjol karena tekanan darah tinggi atau kelainan sejak lahir
  • Malformasi arteri vena otak adalah keadaan janin di mana pembuluh darah arteri dan vena otak tidak memiliki kapiler
  • Kelainan darah seperti anemia sel sabit dan hemofilia, yang meningkatkan risiko perdarahan
  • Tumor jinak dan ganas yang menekan pembuluh darah otak

Faktor risiko stroke hemoragik

Stroke hemoragik dapat terjadi pada semua usia, tetapi orang-orang dengan faktor risiko berikut lebih berisiko mengalaminya:

  • berusia lebih dari enam puluh tahun
  • Wanita
  • Kebiasaan merokok
  • Konsumsi alkohol berlebihan
  • Menggunakan obat pengencer darah atau antikoagulan, seperti warfarin
  • Menggunakan metode kontrasepsi hormonal
  • Menggunakan NAPZA berlebihan
  • Memiliki pola makan yang tidak sehat, seperti mengonsumsi makanan berlemak dan tinggi garam
  • Mengalami eklamsia atau gagal ginjal yang berlangsung lama
  • Mengalami masalah tidur, seperti sleep apnea
  • memiliki penyakit genetik seperti sindrom Ehler-Danlos yang membuat dinding pembuluh darah lemah dan mudah pecah

Gejala Stroke Hemoragik

Stroke hemoragik dapat menunjukkan gejala yang berbeda-beda tergantung pada seberapa besar jaringan yang terganggu, lokasi yang terkena, dan tingkat keparahan perdarahan. Ini adalah penjelasannya:

Stroke hemoragik intraserebral

Stroke hemoragik intraserebral biasanya memiliki gejala yang tiba-tiba, tetapi mereka juga dapat muncul secara bertahap. Perdarahan intraserebral dapat menyebabkan masalah berikut:

  • Lemah pada salah satu sisi tubuh
  • Satu sisi tubuh terasa sakit
  • Sulit untuk mengucapkan kata-kata, atau pelo, sehingga kalimat yang diucapkan menjadi tidak relevan atau bahkan tidak berbicara sama sekali
  • Wajah lumpuh sebelah, sehingga tampak bahwa senyum tidak simetris
  • Mual dan muntah menyembur
  • Sakit kepala yang menyiksa
  • Tampak linglung dan tidak dapat memahami apa yang dikatakan orang lain
  • Kejang
  • Kesadran menurun
Stroke hemoragik subarachnoid

Gejala awal stroke hemoragik subarachnoid dapat terjadi beberapa menit hingga minggu sebelum pembuluh darah pecah, termasuk penglihatan ganda, nyeri di mata, dan sakit kepala atau pusing berputar.

Pecah pembuluh darah dapat menyebabkan keluhan seperti:

  • Sakit kepala seumur hidup yang sangat parah
  • Mual dan muntah yang menyemburkan
  • Leher belakang terasa kaku
  • Penglihatan menjadi kabur atau silau
  • Pusing yang terlihat seperti melayang atau berputar
  • Bicara tidak jelas dan satu sisi tubuh lemah
  • Kesadaran menurun dengan cepat
  • Kejang
Kapan harus ke dokter

Stroke hemoragik menyebabkan perdarahan yang cepat dan kerusakan jaringan otak yang dapat menyebabkan gangguan permanen. Akibatnya, stroke hemoragik memerlukan pengobatan cepat.

Selain mengidentifikasi tanda Se-Ge-Ra-Ke-RS, Anda juga dapat menggunakan singkatan FAST untuk menentukan bahwa seseorang mungkin mengalami stroke:

  • Wajah terkulai atau wajah terkulai), yaitu melihat apakah seseorang dapat tersenyum dan apakah mata atau mulut mereka tampak terkulai
  • Lemah lengan atau lengan, yaitu dengan melihat apakah seseorang dapat mengangkat kedua tangannya
  • Masalah bicara atau gangguan berbicara), dengan mencari tahu apakah orang tersebut dapat berbicara dengan jelas dan memahami apa yang Anda katakan
  • Jika orang tersebut menunjukkan semua tanda-tanda di atas, hubungi ambulans dengan menghubungi 119 atau waktu menelepon 119

Tindakan terbaik untuk membantu orang yang mengalami stroke hemoragik adalah dengan menghubungi 119 (ambulans) secepat mungkin. Ini akan memungkinkan penderita mendapatkan pertolongan medis segera dari dokter dan petugas medis.

Diagnosis Stroke Hemoragik

Dokter akan melakukan pemeriksaan saraf setelah menanyakan riwayat kesehatan pasien dan gejala untuk membuat diagnosis.

Dokter juga dapat menjalankan pemeriksaan penunjang berikut untuk membuat diagnosis stroke hemoragik:

  • Untuk mengidentifikasi area perdarahan, tingkat kerusakan jaringan otak, dan adanya gangguan tambahan, seperti tumor
  • Angiografi dilakukan pada otak untuk menemukan pembuluh darah yang pecah dan mendeteksi perubahan bentuk
  • Tes darah lengkap untuk mengetahui kecepatan pembekuan darah
  • Untuk mengetahui apakah cairan serebrospinal bercampur dengan darah, yang merupakan tanda positif stroke hemoragik subarachnoid, lakukan pemeriksaan lumbal

Pengobatan Stroke Hemoragik

Penduduk yang mengalami stroke hemoragik akan dirawat di unit rawat intensif untuk menjalani pemantauan yang ketat atas kondisinya. Kondisi ini biasanya akan ditangani dengan mengendalikan perdarahan dan mencegah komplikasi, seperti yang disebutkan di bawah ini:

Mengatasi kondisi gawat daruratDokter akan bertindak cepat untuk menyelamatkan pasien pada tahap awal, dan mereka dapat melakukan hal-hal berikut:

  • Menurunkan tekanan kepala dengan obat diuretik atau kortikosteroid yang diberikan melalui infus
  • Jika pasien mengonsumsi pengencer darah, berikan obat yang membantu pembekuan darah seperti vitamin K, transfusi trombosit, atau faktor pembeku darah
  • Obat-obatan menurunkan tekanan darah secara bertahap
  • Mengobati atau mencegah kejang dengan obat antikonvulsan

Dalam kasus stroke hemoragik dengan banyak perdarahan, operasi terkadang diperlukan untuk mengeluarkan tumpukan darah yang terjebak di otak. Tindakan ini juga bertujuan untuk mengurangi tekanan di dalam kepala dan menghentikan perdarahan.

Salah satu hal yang dapat dilakukan adalah:

  • Neurosurgical clipping, yang berarti menjepit aneurisma yang pecah untuk mencegah perdarahan berulang
  • Endovaskular menyumbat: menyumbat pembuluh darah untuk mencegah aliran darah ke area aneurisma pecah kembali
Masa pengawasan dan pemulihan

Pasien stroke hemoragik akan menjalani pengawasan dan pemulihan selama setidaknya satu hari setelah kondisi pasien stabil.

Untuk menjaga kondisi pasien stabil selama masa pemulihan, obat seperti penurun tekanan darah, antikonvulsan, atau vitamin K dapat diberikan sesuai kebutuhan.

Untuk meredakan sakit kepala, pasien juga dapat menerima obat pereda nyeri. Namun, bagi pasien yang mengalami stroke hemoragik, obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS) tidak disarankan karena dapat memperburuk perdarahan.

Untuk mencegah pasien mengejan terlalu keras saat BAB, yang dapat meningkatkan tekanan di dalam kepala, obat pencahar juga dapat diberikan.

Terapi rehabilitasi dapat dimulai segera setelah kesadaran pasien kembali. Jenis terapi pascastroke yang dapat dilakukan termasuk fisioterapi, terapi okupasi, atau terapi bicara. Jenis terapi ini tidak hanya dilakukan di rumah sakit, tetapi juga harus dilanjutkan setelah pasien kembali ke rumah.

Komplikasi Stroke Hemoragik

Komplikasi yang serius dapat muncul dalam hitungan hari hingga minggu setelah stroke hemoragik, dan beberapa dari komplikasi tersebut adalah:

  • Hidrosefalus, yaitu penumpukan cairan di otak, dapat meningkatkan tekanan di kepala dan merusak jaringan otak
  • Vasospasme adalah penyempitan pembuluh darah yang mengurangi aliran darah yang membawa oksigen ke otak
  • Stroke hemoragik yang sering
  • Kejang

Stroke dapat menyebabkan kerusakan otak yang bervariasi, bahkan menyebabkan cacat permanen. Berikut adalah beberapa kondisi yang dapat terjadi sebagai akibat dari stroke:

  • Lumpuh adalah ketidakmampuan untuk menggerakkan bagian tubuh tertentu
  • Salah satu bagian tubuh mati rasa
  • Sakit kepala yang persisten
  • Mengalami masalah penglihatan
  • kesulitan berbicara atau memahami kata-kata yang diucapkan atau ditulis
  • Mengalami kesulitan mengingat dan berpikir
  • kesulitan mengunyah, makan, dan minum
  • Gangguan emosi atau perubahan kepribadian

Kondisi di atas dapat berdampak signifikan terhadap kualitas hidup penderita dan anggota keluarganya. Selain itu, kondisi ini juga dapat menyebabkan masalah tambahan, seperti:

  • Thrombosis pembuluh darah dalam, yang menyebabkan ketidakmampuan untuk bergerak selama waktu yang lama
  • Kekurangan nutrisi yang menyebabkan kesulitan menelan makanan
  • Pneumonia aspirasi, di mana orang tersedak saat berusaha makan atau minum
  • Kecemasan dan depresi, yang dapat muncul sebagai akibat dari perubahan fisik dan emosi

Namun, tidak semua penderita stroke hemoragik mengalami kondisi di atas seumur hidup. Dengan berkonsultasi dengan dokter secara teratur dan menjalani terapi rehabilitasi pascastroke secara teratur, kondisi ini dapat membaik.

Pencegahan Stroke Hemoragik

Dengan menghindari penyebab risiko perdarahan otak, stroke hemoragik dapat dicegah. Beberapa pilihan yang mungkin ada adalah:

  • Mengontrol hipertensi, atau penyakit darah tinggi, dengan mengonsumsi obat yang diresepkan dokter dan mengikuti saran gaya hidup sehat
  • Membatasi konsumsi makanan yang mengandung kolesterol jahat dan lemak jenuh melalui pengaturan pola makan yang sehat
  • Mengkonsumsi makanan yang penuh dengan serat, vitamin, dan mineral, seperti buah dan sayuran
  • Menjaga berat badan sesuai dengan standar
  • Berpartisipasi dalam aktivitas fisik secara teratur sesuai dengan kemampuan Anda dan kondisi Anda saat ini
  • Melakukan pemeriksaan tekanan darah rutin
  • Jangan merokok dan menghindari alkohol
  • Ketika mengendarai sepeda motor, pastikan untuk menggunakan helm, memakai sabuk pengaman, dan berhati-hati saat berkendara di mobil
  • Selalu ikuti aturan pakai dan dosis obat yang telah ditetapkan oleh dokter