Info Kesehatan Keluarga Indonesia

Pembuluh Darah

Deep Vein Thrombosis

Pengertian deep vein thrombosis

Deep Vein Thrombosis merupakan terbentuknya pembekuan darah (thrombus) di pembuluh darah vena dalam. Posisi tempat DVT yang sering ditemukan adalah pembuluh vena di paha atau kaki, meskipun dapat juga ditemukan pada bagian tubuh lainnya.

Penyebab Deep Vein Thrombosis

Ada beberapa hal bisa memicu terjadinya DVT atau pembentukan bekuan darah, seperti:

  • Aliran darah yang lambat. Ini disebabkan dengan kondisi tidak bergerak dalam waktu yang lama, misalkan ketika berada dalam perjalanan jauh atau bed rest dengan jangka waktu yang panjang.
  • Rusaknya lapisan di dalam dari pembuluh darah vena. Hal ini bisa dipicu oleh faktor fisik, biologis, atau kimiawi. Seperti pada proses peradangan, reaksi sistem imun, atau pada kondisi pembedahan.
  • Darah yang mengental atau mudah menggumpal. Hal ini bisa didapati pada penderita polisitemia vera. Polisitemia vera, adalah penyakit kelebihan darah, terjadi ketika sumsum tulang menghasilkan sel darah merah dalam jumlah berlebihan. Juga dehidrasi, penggunaan hormon, dan lainnya.

Diagnosis deep vein thrombosis

Agar diagnosis DVT dapat di tentukan, selain dengan mengumpulkan data informasi tentang pasien serta melakukan pemeriksaan fisik, terdapat beberapa jenis pemeriksaan yang bisa membantu, seperti:

  • D-dimer. Ini merupakan pemeriksaan darah untuk memeriksa unsur dari thrombus yang terurai di aliran darah. Apabila semakin tinggi hasil dari pemeriksaan D-dimer, akan semakin kuat mengarah dugaan kuat adanya bekuan darah.
  • Ultrasonografi, adalah pemeriksaan yang dilakukan guna menentukan bekuan darah dalam vena. Pemeriksaan khusus menggunakan Doppler bisa melihat aliran darah, hingga akan dipastikan, aliran tersebut lancar atau sudah terganggu.
  • Venogram. Adalah pemeriksaan radiologi dengan larutan kontras. Menggunakan tinta khusus yang akan dimasukkan ke dalam pembuluh vena kemudian berjalan ke atas kaki dan dicapture gambarannya menggunakan sinar X.

Gejala deep vein thrombosis

Orang yang mempunyai masalah Deep Vein Thrombosis biasanya akan mengalami beberapa gejala, seperti:

  • Sakit, yang biasanya ketika akan berdiri atau berjalan
  • Pembengkakan kaki di satu sisi
  • Kulit saat teraba terasa panas serta kelihatan merah pada area DVT
  • Darah beku/ thrombus pada area DVT bisa terlepas dan berjalan melewati pembuluh darah kemudian menyumbatnya, ini biasa disebut dengan emboli. Pulmonary Emboli adalah salah satu komplikasi yang bisa terjadi pada masalah DVT.

Pulmonary Emboli adalah emboli yang menutupi arteri pada paru-paru. Keadaan ini bisa mengakibatkan kerusakan pada paru-paru atau organ tubuh lainnya, bahkan dapat menyebabkan kematian.

Pengobatan deep vein thrombosis

Terdapat beberapa teknik pengobatan yang umumnya dilakukan untuk mengatasi Deep Vein Thrombosis (DVT), seperti:

  • Terapi obat-obatan:
  • Antikoagulan: yang dikenal dengan sebutan obat pengencer darah. Berguna untuk mencegah darah yang membeku dan menjadi thrombus atau darah bergumpal, akan tidak mampu memecah thrombus yang sudah terbentuk. Seperti: warfarin, heparin, dsb
  • Thrombolitik: yang berfungsi memecah thrombus yang telah terbentuk. Seperti: alteplase
  • Pembedahan: yaitu pemecahan thrombus dengan kateterisasi, thrombektomi, angioplasti, stent vena, dan penggunaan vena cava filter.
  • Dengan penggunaan stoking: penggunaan graduated compression stocking yang bisa menghasilkan tekanan yang mengakibatkan darah terus bergerak sehingga tidak statis dan menciptakan thrombus. Penggunaan stoking ini juga dapat membantu meredakan bengkak pada kaki

Pencegahan deep vein thrombosis

Umumnya, ada beberapa hal dapat dilakukan sebagai usaha tindakan pencegahan Deep Vein Thrombosis (DVT), misalnya:

  • Tidak merokok
  • Rajin berolahraga
  • Mengonsumsi pola makan sehat serta seimbang
  • Proporsi berat tubuh ideal

Mereka dengan faktor risiko berikut juga perlu lebih berhati-hati terhadap munculnya DVT, yaitu:

  • Sebelumnya mempunyai riwayat deep vein thrombosis
  • Ada riwayat penggumpalan darah pada keluarga
  • Ada dalam situasi yang membuat darah kental atau mudah menggumpal, seperti mereka yang memakai alat kontrasepsi hormonal atau menderita penyakit darah
  • Terdapat luka pada pembuluh vena dalam, misalnya pada saat pembedahan, patah tulang, atau trauma lainnya
  • Tidak banyak bergerak, seperti sedang dalam perjalanan jauh atau bed rest dengan jangka waktu lama
  • Hamil dan nifas
  • Sedang dalam perawatan untuk kanker
  • Usia di atas 60 tahun
  • Kegemukan
  • Merokok

Orang yang dengan faktor risiko ini ada baiknya rajin berkonsultasi ke dokter agar tetap bisa menjalani evaluasi secara menyeluruh. apabila Anda melakukan perjalanan jauh, biasakan untuk bergerak minimal sejam sekali dan hindari memakai pakaian yang ketat. Minum cukup air. Bila diperlukan, dokter akan menyarankan Anda agar menggunakan jenis stoking kompresi atau antikoagulan sebelum melakukan perjalanan jauh.