Gejala berkembang perlahan
Batuk yang makin berat, sakit tenggorokan, demam, sakit kepala, dan lelah adalah pola umum. Pneumonia dapat menambah menggigil, nyeri dada, dan sesak meski pasien tampak cukup aktif sehingga disebut walking pneumonia. Anak di bawah lima tahun lebih mungkin pilek, bersin, mata berair, mengi, muntah, atau diare.
Menular melalui kontak dekat
Percikan napas saat batuk atau bersin menyebarkan bakteri, terutama di rumah, sekolah, asrama, fasilitas perawatan, dan tempat padat. Kontak singkat tidak selalu menularkan. Tutup batuk, cuci tangan, jangan berbagi alat makan, perbaiki ventilasi, dan tinggal di rumah saat demam atau terlalu sakit untuk beraktivitas.
Diagnosis tidak selalu memerlukan tes
Dokter menilai gejala, saturasi, dan paru; rontgen digunakan bila pneumonia dicurigai. PCR dari swab napas dapat membantu, tetapi banyak kasus ringan tidak dites dan hasil perlu ditafsirkan bersama klinis. Tes darah antibodi kurang berguna untuk keputusan cepat. Penyebab virus dan bakteri lain dapat tampak sama.
Antibiotik dipilih khusus
Karena tidak memiliki dinding sel, penisilin dan antibiotik beta-laktam tidak bekerja terhadap M. pneumoniae. Macrolide, doxycycline, atau fluoroquinolone dipilih dokter berdasarkan usia, kehamilan, berat penyakit, pola resistansi, dan pedoman setempat. Sebagian infeksi resistan; jangan membeli atau mengganti antibiotik sendiri.
Informasi dalam artikel ini merujuk pada CDC — Mycoplasma pneumoniae infection. Informasi ini bukan diagnosis atau pengganti konsultasi dokter.



