Info Kesehatan Keluarga Indonesia

Paru-paru dan Pernapasan

Fibrosis Paru

Fibrosis paru adalah masalah gangguan pernapasan karena terbentuknya jaringan parut di paru-paru. Hal ini mengakibatkan paru-paru tidak berfungsi dengan normal.

Fibrosis paru adalah penyakit paru yang dengan perlahan-lahan mulai memburuk, tetapi tidak menular. Kondisi ini bisa dipicu oleh beberapa faktor dan bisa menyerang siapa saja, akan tetapi lebih sering terjadi pada orang dewasa dan lansia.

Kinerja paru-paru yang tidak normal bisa mengakibatkan penderitanya merasa sesak napas, bahkan cuma hanya melakukan kegiatan ringan, seperti berjalan atau hanya mengenakan pakaian.

Penyebab fibrosis paru

Penyakit fibrosis paru disebabkan akibat jaringan parut yang terjadi di dalam paru-paru.Terdapat berbagai faktor yang bisa memicu pembentukan jaringan parut tersebut, yaitu:

  1. Lingkungan pekerjaan
    Unsur zat kimia berbahaya, seperti serat asbes, bubuk batu bara, serta partikel-partikel logam, yang berisiko merusak organ paru, apalagi paparannya berlangsung dalam waktu lama. Unsur zat kimia ini biasa ditemukan di area pertambangan, pertanian, dan konstruksi bangunan.
  2. Penyakit tertentu
    Fibrosis paru bisa tumbuh dari beberapa penyakit, seperti pneumonia, rheumatoid arthritis, skileroderma, dan sarkoidosis.
  3. Obat-obatan tertentu
    Jenis-jenis obat-obatan bisa merusak jaringan paru-paru, seperti obat kemoterapi (methotrexate atau cyclophosphamide), obat penyakit jantung (amiodarone), antibiotik (nitrofurantoin), dan obat antiperadangan (rituximab dan sulfasalazine).
  4. Radioterapi
    Pengobatan dengan terapi radiasi atau radoterapi berisiko merusak paru-paru, apabila dilakukan dengan jangka waktu panjang. Rusaknya paru-paru dapat terlihat dalam beberapa bulan atau beberapa tahun sejak terekspose radiasi.

Kecuali beberapa penyebab di atas, terdapat beberapa faktor yang bisa menaikkan risiko seseorang terkena fibrosis paru, misalnya:

  • Usia dan jenis kelamin
    Kebanyakan penderita fibrosis paru berusia dikisaran 40-70 tahun. Walaupun begitu, Hal ini juga bisa dirasakan oleh bayi juga anak-anak. Fibrosis paru lebih banyak diderita oleh kaum pria dibandingkan wanita.
  • Kebiasaan merokok
    Perokok aktif atau mereka yang pernah merokok berisiko terkena fibrosis paru lebih tinggi dibandingkan mereka yang tidak pernah merokok sama sekali.
  • Faktor keturunan
    Fibrosis paru bisa diturunkan dalam keluarga. Dalam beberapa kasus sebelumnya, penderita fibrosis paru diketahui mempunyai anggota keluarga yang juga menderita penyakit yang sama.

Gejala Fibrosis Paru

Fibrosis paru mempunayi gejala sesak napas serta batuk. Selain itu, ada beberapa gejala tambahan fibrosis paru, yaitu:

  • Mudah lelah
  • Otot dan sendi nyeri
  • Berat badan menurun
  • Warna ujung jari tangan dan kaki kebiruan

Gejala diatas akan bertumbuh dengan perlahan sampai lebih dari 6 bulan.

Saatnya ke dokter

Mereka yang para pekerja yang berisiko terekspos partikel berbahaya, seperti abu silika atau serat asbes, membutuhkan pemeriksaan rutin ke dokter dengan berkala, paling itdak setahun sekali. Para pekerja itu juga harus menggunakan alat pelindung diri guna mencegah rusaknya paru-paru.

Segera periksakan diri ke dokter apabila merasakan batuk yang lama lebih dari 3 minggu, bahkan sampai sesak napas. Hal ini membutuhkan penanganan secara khusus dari dokter.

Diagnosis fibrosis paru

Dokter akan menanyakan gejala dan riwayat penyakit pasien, agar diagnosis bisa dilakukan. Dan dokter akan menggunakan stetoskop untuk memeriksa suara dalam organ paru-paru pasien. Dokter juga bisa melakukan tes tambahan untuk membuktikan adanya fibrosis paru, seperti:

  • Pemindaian
    Melakukan scanning menggunakan foto rontgen dada, CT scan, atau MRI, dilaksanakan untuk memeriksa kondisi dan struktur paru-paru.
  • Uji fungsi paru
    Uji ini bisa dilakukan menggunakan spirometri, oksimetri, dan analisis gas darah, untuk menguji kinerja paru-paru serta kadar gas oksigen dan karbon dioksida dalam darah.
  • Biopsi
    Cara ini dilakukan agar memastikan diagnosis dan menemukan tingkat keparahan fibrosis paru, lewat pemeriksaan sampel jaringan paru.

Diluar pemeriksaan analisis gas darah, uji darah juga dilakukan untuk mengecek fungsi organ lain, seperti hati serta ginjal, dan menemukan infeksi. Sebab gejala fibrosis paru serupa dengan gejala penyakit jantung.

Dokter bisa saja melakukan pemeriksaan echo jantung dan EKG treadmill untuk memeriksa kegiatan jantung.

Pengobatan fibrosis paru

Proses pengobatan fibrosis paru akan dipastikan oleh dokter atas dasar tingkat keparahan pasien. Proses yang bisa dilakukan adalah:

  • Pemberian obat
    Obat-obatan akan diberikan untuk mencegah perkembangan fibrosis paru. Jenis-jenis obat yang diberikan, seperti prednisone, azthioprine, pirfenidone, serta nintedanib.
  • Penambahan oksigen
    Pemberian oksigen guna mencegah kekurangan oksigen, sekalian untuk meningkatkan kualitas tidur pasien.
  • Pemulihan paru
    Pembenahan paru bertujuan untuk melatih ketahanan fisik dan teknik pernapasan, untuk menaikkan kerja paru-paru pasien. Dengan demikian, gejala yang diderita pasien cepat mereda.
  • Cangkok paru
    Cangkok paru dilakukan bila keadaan paru-paru sudah parah dan cara lain tidak manjur untuk mengatasi fibrosis paru. Proses ini dikerjakan dengan mengganti organ paru yang rusak dengan paru-paru sehat dari pendonor.

Tidak hanya tindakan medis, dokter juga akan menyarankan agar pasien merubah pola hidup, agar proses pengobatan serta pemulihannya berjalan lebih cepat dan tidak terjadi komplikasi. Dan upaya yang harus dilakukan adalah:

  • Berhenti merokok serta menghindar dari asap rokok
  • Mengonsumsi buah dan sayur. Karena makanan ini tinggi serat
  • Hindari makanan yang tinggi kadar garam serta makanan berlemak
  • Vaksinasi pneumonia serta flu dengan rutin
  • Cukup istirahat
  • Berolahraga

Penyakit seperti fibrosis paru jangan dianggap remeh. Sebab fibrosis paru berisiko menimbulkan komplikasi pada penderitanya, berupa:

  • Hipertensi pulmonal
    Ini merupakan tingginya tekanan darah pada pembuluh darah paru-paru. Hal ini terjadi saat aliran darah di dalam paru-paru terganggu karena terbentuknya jaringan parut.
  • Gagal jantung
    Apabila aliran darah di paru-paru terganggu, hal ini dapat membuat jantung memompa darah lebih keras. Pada akhirnya, kondisi ini bisa memicu gagal jantung.
  • Kanker paru
    Fibrosis paru yang berlangsung dalam kurun waktu yang panjang bisa berkembang menjadi kanker paru.
  • Gagal napas
    Berhneti nafas terjadi apabila paru-paru tidak kuat lagi mengambil udara serta mencukupi kebutuhan oksigen di dalam tubuh. Untuk kondisi ini, dibutuhkan alat bantu napas.

Gumpalan darah juga adalah gangguan lain yang bisaterjadi di paru-paru dan infeksi paru (pneumonia).

Pencegahan fibrosis paru

Untuk mencegah fibrosis paru ialah, cobalah untuk menghindari faktor-faktor penyebabnya, contohnya, dengan tidak merokok atau pergunakan alat pelindung diri selama bekerja di lingkungan yang rentan terpapar partikel berbahan kimia.