Info Kesehatan Keluarga Indonesia

Paru-paru dan Pernapasan

Atelektasis

Pengertian atelektasis

Saluran pernapasan adalah organ yang berbentuk menyerupai pipa bercabang-cabang dari hidung hingga paru. Di paru, pipa-pipa ini menjadi satu kesatuan dari sekian banyak cabang dengan ujung mirip balon. Ujung yang mirip balon ini disebut alveolus.

Alveolus berfungsi menadah oksigen serta membuang karbon dioksida. Dalam satu kondisi, bisa saja terjadi alveolus tidak bisa mengembang untuk menampung oksigen. Keadaan inilah yang disebut atelektasis.

Atelektasis bisa saja terjadi disebabkan berbagai hal. Misalnya karena efek fibrosis kistik, tindakan operasi, terdapatnya benda asing dalam saluran napas, tumor paru sampai benturan dada. Berat ringannya atelektasis bergantung pada seberapa lebar alveolus yang terdampak serta kondisi umum penderita itu sendiri.

Penyebab atelektasis

Atelektasis bisa terjadi disebabkan bebarapa hal, baik karena ada sumbatan di jalan napas ataupun adanya desakan yang berasal dari luar paru-paru.

Pemicu sumbatan pada jalan napas yang bisa menyebabkan atelektasis adalah:

  • Terdapat gumpalan lendir di jalan napas
  • Ada benda asing yang masuk seperti mainan atau kacang
  • Terbentuknya jaringan parut pada jalan napas akibat komplikasi dari penyakit tertentu, seperti tuberkulosis
  • Timbul tumor di sepanjang jalan napas
  • Darah yang bergumpal
Sedangkan desakan dari luar paru bisa saja:
  • Adanya benturan pada dada sebelumnya
  • Penumpukan cairan di lapisan paru (Efusi pleura)
  • Pneumonia (infeksi paru)
  • Terdapat udara bebas di lapisan antara paru dan dinding dada (Pneumotoraks) dan
  • Tumor

Diagnosis atelektasis

Diperlukan beberapa pemeriksaan agar atelektasis dapat terdiagnosis, seperti:

  • Rontgen dada
    Tindakan rontgen dada biasanya dilakukan untuk menilai, apakah ada benda asing yang bisa menjadi pemicu atelektasis.
  • CT-scan
    Sedangkan pada CT-scan, keadaan paru bisa dievaluasi dengan lebih rinci. Adakah tumor atau struktur serupa yang mengakibatkan desakan pada paru. Lewat pemeriksaan ini, semua bisa terlihat.
  • Oksimetri
    Pemeriksaan oksimetri dilakukan untuk memeriksa jumlah oksigen dalam darah.
  • Bronkoskopi
    Lewat pemeriksaan bronkoskopi tim medis dapat melihat langsung struktur dalam saluran napas. alat berupa selang yang dilengkapi dengan kamera akan dimasukkan lewat mulut, menelusuri jalan napas. apabila ada sumbatan, seperti benda asing bisa terlihat lewat kamera pada bronkoskopi.
Gejala yang timbul akibat atelektasis bisa meliputi:
  • Sesak napas
    Apabila atelektasis tersebar meluas, kinerja paru akan menjadi melemah sehingga berpotensi mengakibatkan gagal napas.
  • Detak jantung meningkat
    Disebabkan kadar oksigen dalam darah menurun, akhirnya jantung melakukan kompensasi dengan memompa darah lebih banyak, yang berefek meningkatnya frekuensi berdetaknya.
  • Sianosis atau tubuh membiru
    Hal ini terjadi disebabkan kadar oksigen yang rendah dalam darah.

Pengobatan atelektasis

Bervariasinya pengobatan terhadap atelektasis, tergantung dari penyebabnya. Biasanya, pasien akan diminta untuk menarik napas dalam-dalam dan batuk dengan kencang. Kemungkinan dengan batuk kencang ini akan mampu meredakan sumbatan jalan napas dan membuka alveolus dalam paru.

Selain cara diatas, beberapa metode juga dilakukan sebagai langkah tindakan pengobatan atelektasis:

  • Suction
    Suctioning merupakan tindakan penyedotan jalan napas oleh tenaga medis sebagai usaha menghilangkan sumbatan, misalnya yang disebabkan oleh tumpukan lendir.
  • Bronkoskopi
    Apabila suction dinilai tidak efektif, maka tindakan selanjutnya yang bisa dilanjutkan adalah bronkoskopi. Bronkoskopi merupakan pemeriksaan yang dikhususkan untuk memantau langsung struktur dalam saluran napas.

    Alat seperti selang berkamera dimasukkan lewat mulut, menelusuri jalan napas. Bila ada sumbatan seperti benda asing akan terlihat melalui kamera pada alat ini. Jika ada sumbatan yang mempengaruhi jalan napas, tindakan tepat untuk menghilangkan sumbatan bisa dilakukan setelah diketahui bentuk sumbatannya.

  • Operasi
    Tindakan berupa operasi ini dibutuhkan apabila penyebab atelektasis tidak mampu diobati dengan suction ataupun bronkoskopi. Seperti atelektasis yang disebabkan oleh tumor. Selain dengan operasi, tindakan seperti kemoterapi serta radiasi juga diperlukan pada kasus ini.
  • Obat-obatan
    Memberikan obatan medis seperti pengencer dahak juga bisa digunakan pada kasus atelektasis yang disebabkan sumbatan lendir.
Komplikasi atelektasis

Akibat atelektasis bisa saja berujung pada beragam komplikasi, seperti:

  • Kadar oksigen yang rendah didalam tubuh (Hipoksia)
  • Infeksi paru oleh bakteri (Pneumonia)
  • Terjadi kegagalan napas

Pencegahan atelektasis

Penyebab yang paling sering pada atelektasis pada anak adalah sumbatan jalan napas karena benda asing. Maka dari itu, jauhkan benda-benda yang berukuran kecil dari anak. Gunanya untuk mencegah benda-benda tersebut masuk ke jalan napas, agar atelaktasis tidak terjadi.

Sementara pada orang dewasa, biasanya atelektasis dipicu oleh efek operasi. Oleh karena itu, selalu koordinasi dan konsultasi dengan dokter yang akan merawat dan melakukan tindakan operasi sebagai kunci pencegahan.