Info Kesehatan Keluarga Indonesia

Paru-paru dan Pernapasan

Asbestosis

Pengertian asbestosis

Asbestosis adalah masalah kesehatan yang terjadi karena terpapar dan terhirupnya debu asbestos dalam waktu yang lama.

Asbestos merupakan bahan mineral yang tidak bisa berkarat dan tahan panas. Bahan ini ramai dipakai pada keramik, semen dan bahan bangunan lainnya. Lantaran bentuknya yang kecil dan agak tajam, asbestos akan sukar disingkirkan dari saluran napas sehingga makin lama bisa mengiritasi paru.

Kemudian, iritasi tersebut bisa menyebabkan kecacatan sel di paru-paru dan membuat jaringan keloid atau jaringan parut. Penyusunan keloid (jaringan parut) tersebut mengakibatkan paru kekurangan kesanggupannya untuk memuai dan mengatur oksigen yang masuk. Akhirnya bisa Membuat napas menjadi sesak dan beragam keluhan pernapasan lainnya.

Penyebab asbestosis

Orang-orang yang berkegiatan atau bekerja di tambang asbestos, pabrik truk, besi, baja, pesawat, dan keramik yang selalu terpapar asbestos mempunyai risiko lebih tinggi mendapat gangguan asbestosis di waktu yang akan datang.

Dominasi buruk paparan bahan asbes ini manjadikan para pemangku jabatan (khususnya pemerintah), sekarang telah membuat peraturan terkait pemakaian asbestos. Kini asbestos telah banyak dialihkan dengan produk lain yang lebih ramah lingkungan sehingga tidak berbahaya bagi manusia.

Terjadinya asbestosis dikarenakan, terlalu intens terhadap paparan juga terhirupnya debu asbestos dalam masa yang cukup lama. Debu asbestos banyak terdapat di tambang dan pabrik, sehingga sangat mudah terhirup oleh orang-orang yang berada di sekitar lokasi tersebut.

Dalam keadaan wajar masuknya debu halus kedalam tubuh dengan jumlahnya yang sedikit, bisa dengan mudah dikeluarkan oleh tubuh lewat sistem pembersihan jalan napas. Beda dengan asbestos. Debu dengan ukuran begitu kecil dan dengan permukaan yang tajam ini dapat dengan mudah terjebak dalam saluran napas dan sulit dikeluarkan.

Lambat laun akumulasi dari tumpukan debu asbestos akan menyebabkan jalan napas jadi teriritasi, meradang, dan terciptalah jaringan parut. Dengan terbentuknya jaringan parut sehingga menjadikan paru kesulitan dalam melakukan pemompaan udara.

Gejala dan tanda asbestosis

Maka dari itu, ganjalan awal yang dirasakan penderitanya adalah pada gejala yang disebabkan saluran napas, misal batuk dan sesak. Jika tidak segera ditangani, keadaan ini akan berakhir pada rusaknya paru secara permanen dan mengganggu kerja jantung.

Gejala-gejala asbestosis biasanya kelihatan pada 10 hingga 40 tahun setelah kontak terus dengan debu asbestos. Gejala-gejala yang akan muncul, seperti:

  • Sukar menelan
  • Batuk dan sesak napas
  • Keluarmya darah dalam dahak
  • Membengkak pada daerah leher
  • Terjadi suara napas tambahan
  • Hypertensi (tekanan darah tinggi)
  • Ujung jari yang mulai berubah bentuk
  • Nafsu makan berkurang dan penurunan berat badan
Diagnosis asbestosis

Diagnosa awal asbestosis ditatapkan atas tindakan tanya jawab medis, pemeriksaan fisik, juga ketika ditemui sejarah terpapar asbestos yang telah berjalan dalam kurun waktu yang panjang. Guna menentukan diagnosa, bakal dilakukan serangkaian pemeriksaan, seperti:

  • CT-scan
  • Rontgen dada
  • Pengamatan fungsi paru
  • Semua pemeriksaan ini dijalankan guna memahami persentasi rusaknya paru dan tingkat kekuatan kerja paru saat itu.

Pengeobatan asbestosis

Sampai saat ini belum ada langkah medis yang sungguh-sungguh bisa memulihkan fungsi paru seperti sedia kala kepada penderita asbestosis. beragam gambaran pengobatan yang ada saat ini hanya membendung akan semakin memburuknya penyakit dan meredakan gejala.

Guna memonitor kelanjutan penyakit, beberapa pemeriksaan akan dilangsungkan secara periodik. Biasanya pemeriksaan yang dilakukan ialah foto rontgen dada serta pemeriksaan beban paru.

Orang dengan gangguan asbestosis sangat disarankan untuk menjauhi pusat paparan asbestos, tidak merokok lagi, dan memikirkan kembali vaksin flu dan pneumonia.

Orang dengan penderita asbestos, fungsi paru nya sudah menurun sehingga gampang mengalami infeksi. Oleh karena itu, dua jenis vaksin diatas dibutuhkan guna menolong menaikkan kekuatan tubuh dari serangan kuman penyebab penyakit tersebut.

Individu dengan asbestosis dicurigai juga berisiko mengidap kanker paru di masa yang akan datang. Terlebih lagi sipenderita merokok atau memiliki sejarah merokok sebelumnya.

Pencegahan asbestosis

Menjauhi terkena paparan oleh debu asbestos adalah suatu yang harus dilakukan guna mencegah asbestos. Gunakan bahan-bahan yang aman bagi kesehatn tubuh dan juga bagi lingkungan sekitar, jika kita akan membangun gedung baru.

Periksa bangunan dan lingkungan sekitar, jika rentan dengan debu asbestos, gunakan masker dan lakukan konsultasi dengan ahli lingkungan untuk meminimalkan paparan partikel berbahaya ini.