Info Kesehatan Keluarga Indonesia

Kesehat Wajah, Kista

Kista Sebasea

Kista sebasea merupakan benjolan berisikan campuran minyak, keratin, dan sel kulit mati yang tumbuh dengan perlahan di bawah kulit. Penyakit kista sebasea bukanlah suatu hal yang berbahaya. Akan tetapi, selain bisa menyebabkan rasa tidak nyaman, kondisi ini terkadang juga dapat terinfeksi.

Biasanya kista sebasea dialami oleh orang dewasa dan jarang dialami anak-anak. Walau mungkin terlihat seperti tumor, kista sebasea biasanya tidak bersifat seperti kanker dan tidak berbahaya. Kondisi kista ini sebenarnya adalah kantung yang akan membesar disebabkan minyak alami dari kulit terus menumpuk di dalamnya.

KS (kista sebasea) juga dikenal dengan sebutan kista ateroma. Kista ini bisa tumbuh di bagian tubuh mana pun, namun lebih sering muncul di wajah, leher, dan punggung. Selain itu, kemunculannya juga bisa memiliki satu atau lebih kista di lokasi yang sama.

Penyebab Kista Sebasea

Kelenjar sebasea adalah kelenjar di bawah kulit yang memproduksi sebum, yakni minyak alami yang dihasilkan kulit untuk menjaga kelembapan kulit. Sebum dari kelenjar sebasea akan naik ke permukaan kulit lewat saluran yang bermuara di pori-pori kulit.

Kista sebasea muncul ketika kelenjar sebasea dan/atau salurannya tidak lancar atau mengalami kerusakan. Umumnya, hal ini dipicu oleh cedera atau peradangan yang terjadi pada area tersebut. Misalnya kondisi yang bisa memicu terjadinya kista sebasea adalah:

  • Luka (lecet atau gores)
  • Akibat garukan
  • Operasi atau tindakan invasif
  • Jerawat

Selain itu, kista sebasea juga bisa dipicu oleh faktor genetik, seperti sindrom Gardner atau sindrom Gorlin-Gotz.

Gejala Kista Sebasea

Kista sebasea biasanya terjadi di area tubuh berikut ini:

  • Kulit kepala
  • Wajah
  • Leher
  • Punggung

Berikut adalah beberapa gejala yang bisa muncul bila Anda menderita kista sebasea:

  • Tumbuh benjolan di bawah kulit
  • Benjolan mudah digerak-gerakkan
  • Benjolan terasa kenyal bila disentuh
  • Ada lubang di tengah-tengah benjolan

Benjolan yang tumbuh akibat kista sebasea mempunyai ukuran yang bervariasi. Pada benjolan berukuran kecil umumnya tidak menimbulkan sakit. Akan tetapi, benjolan yang ukurannya besar bisa membuat rasa tidak nyaman, atau menjadi terasa sakit.

Umumnya kista sebasea yang terinfeksi akan menimbulkan gejala, seperti:

  • Kemerahan
  • Nyeri bila disentuh
  • Hangat jika diraba
  • Cairan berwarna putih kekuningan dengan bau tidak sedap
  • Keluar nanah
Saatnya ke dokter

Jangan di tunda, segera lakukan pemeriksaan ke dokter bila timbul benjolan di kulit yang berlangsung lebih dari 2 minggu lamanya, khusunya bila benjolan tersebut disertai dengan rasa sakit.

Diagnosis Kista Sebasea

Dalam melaksanakan diagnosis kista sebasea, dokter akan menanyai seputar gejala yang muncul, penyakit yang pernah atau sedang diderita, dan pengobatan medis yang pernah dijalani.

Kemudian, dokter akan memeriksa benjolan yang dikeluhkan. Umumnya, dokter sudah bisa memperkirakan diagnosis kista sebasea dari pemeriksaan tersebut.

Akan tetapi, dokter juga dapat melakukan beberapa pemeriksaan penunjang, seperti:

  • Computed Tomography Scan CT scan)untuk melihat apakah kista mempunyai karakteristik yang tidak lazim, sekalian menentukan metode operasi yang terbaik
  • USG, untuk mendeteksi isi kista
  • Biopsiuntuk memastikan apakah kista termasuk kanker atau bukan

Pemeriksaan tersebut biasanya dilakukan bila:

  • Kista diduga kanker
  • Ukuran kista diatas 5 cm
  • Kista terinfeksi
  • Kista berulang untuk yang kesekian kalinya
  • Kista segera dioperasi

Umumnya kista sebasea tidak membutuhkan pengobatan apa pun sebab bisa hilang dengan sendirinya. Akan tetapi, jika kista terinfeksi atau pasien ingin memperbaiki penampilannya, dokter akan melakukan beberapa penanganan, seperti berikut:

  • Antibiotik, untuk mengobati kista yang terinfeksi bakteri
  • Operasi, untuk mengangkat kista secara keseluruhan
  • Terapi laser, guna membuang isi kista dan memperkecil ukuran kista

Harus diingat bahwa Anda tidak diizinkan untuk memecah dan mengeluarkan cairan di dalam kista dengan mandiri. Ini akan menyebabkan terjadinya infeksi.

Komplikasi Kista Sebasea

Walaupun tidak berbahaya, kista sebasea bisa menyebabkan terjadinya komplikasi, seperti:

  • Kista bisa pecah secara tiba-tiba
  • Timbul jaringan parut atau luka setelah kista pecah atau setelah operasi
  • Warna kulit berubah pada area bekas operasi
  • Kista bsa kambuh kembali

Pencegahan Kista Sebasea

Kista sebasea sangat bisa dicegah, dengan memperhatikan kesehatan dan kebersihan kulit. Dibawah ini adalah beberapa upaya yang bisa dilakukan untuk mencegah terjadinya kista sebasea:

  • Memakai alat pelindung sesuai standar kesehatan guna menghindari luka di kulit
  • Menjaga luka dengan baik dan mencegahnya dari infeksi
  • Mandi setiap kali berkeringat dan beraktivitas seharian
  • Rutin eksfoliasi kulit 3–4 minggu sekali agar daki tidak ada
  • Jangan menggaruk kulit secara berlebihan
  • Hindari menggaruk atau memencet jerawat
  • Periksakan diri ke dokter bila jerawat tidak juga membaik