Beranda/Kesehatan Wanita/Kista Nabothi pada Serviks

Kesehatan Wanita

Kista Nabothi pada Serviks

Pahami kista Nabothi sebagai lendir yang terperangkap dalam kelenjar serviks dan sering ditemukan kebetulan, kaitannya dengan penyembuhan setelah persalinan atau peradangan, tampilan putih-kuning saat pemeriksaan panggul, mengapa tidak memengaruhi kesuburan atau memerlukan terapi rutin, peran kolposkopi, USG atau biopsi bila besar atau tidak khas, serta gejala yang bukan pola biasa.

Ditulis oleh Tim SehatKitaDiperbarui 12 Agustus 2026Waktu baca 7 menit
Ilustrasi editorial untuk artikel Kista Nabothi pada Serviks
RingkasanKista Nabothi adalah benjolan jinak berisi lendir pada leher rahim ketika permukaan serviks menutup saluran kelenjar. Kista ini umum, biasanya kecil, tidak bergejala, tidak menular, dan bukan kanker. Kebanyakan tidak memerlukan obat, pengangkatan, atau perubahan aktivitas.

Mengapa terbentuk

Perubahan normal jaringan serviks, penyembuhan setelah persalinan, atau peradangan dapat menutup kelenjar penghasil lendir. Satu atau beberapa kista tampak putih, kuning, bening, atau kebiruan. Menemukannya bukan bukti kebersihan buruk, IMS, atau masalah kesuburan.

Diagnosis

Tenaga kesehatan biasanya mengenali saat pemeriksaan spekulum. Bila sangat besar, dalam, banyak, menyebabkan gejala, atau tampil tidak khas, kolposkopi, USG, MRI, drainase, atau biopsi dapat membedakan polip, fibroid, endometriosis, dan lesi serviks yang jarang menyerupai kista.

Perdarahan abnormal bukan gejala yang boleh dianggap hanya kistaPeriksa segera bila perdarahan banyak, pingsan, nyeri panggul berat, demam, cairan berbau menetap, atau hamil dengan perdarahan. Jadwalkan pemeriksaan untuk perdarahan setelah hubungan atau menopause meski pernah diberi tahu memiliki kista Nabothi.

Terapi jarang dibutuhkan

Tanpa gejala dan dengan tampilan khas, observasi cukup. Kista yang menghalangi pemeriksaan serviks, menyebabkan tekanan, atau diagnosisnya meragukan dapat dibuka, dibakar, dibekukan, atau diangkat oleh dokter. Jangan mencoba mengeluarkan atau memasukkan obat sendiri.

Tetap ikuti skrining serviks

Kista Nabothi tidak menggantikan atau mengubah jadwal skrining HPV dan kanker serviks. Hasil Pap atau HPV dinilai terpisah. Perdarahan setelah hubungan, di antara haid atau setelah menopause, cairan menetap, dan nyeri panggul memerlukan evaluasi penyebab lain.

Sumber dan catatan editorial

Informasi dalam artikel ini merujuk pada Cleveland Clinic. Informasi ini bukan diagnosis atau pengganti konsultasi dokter.