Beranda/Kesehatan Wanita/Kista dan Abses Bartholin

Kesehatan Wanita

Kista dan Abses Bartholin

Kenali benjolan satu sisi dekat pintu vagina akibat saluran kelenjar Bartholin tersumbat, perbedaan kista tanpa gejala dan abses yang nyeri, mandi duduk dan larangan memencet, pemeriksaan serta tes IMS sesuai risiko, drainase dengan Word catheter atau marsupialisasi, penggunaan antibiotik terpilih, kekambuhan, dan evaluasi massa baru setelah usia 40 tahun.

Ditulis oleh Tim SehatKitaDiperbarui 12 Agustus 2026Waktu baca 9 menit
Ilustrasi editorial untuk artikel Kista dan Abses Bartholin
RingkasanKista Bartholin terbentuk ketika saluran kelenjar di salah satu sisi pintu vagina tersumbat. Kista kecil dapat tidak terasa; abses biasanya membesar cepat, merah, sangat nyeri saat duduk atau berjalan, dan dapat disertai demam. Memencet atau menusuk sendiri meningkatkan infeksi dan kekambuhan.

Penilaian

Lokasi, ukuran, nyeri, cairan, demam, kehamilan, kekambuhan, dan risiko IMS dinilai dengan pemeriksaan yang menjaga privasi serta menawarkan chaperone. Benjolan vulva lain dapat berupa kista kulit, hernia, lipoma, hidradenitis, atau tumor. Massa baru usia 40 tahun ke atas biasanya memerlukan biopsi atau rujukan.

Perawatan awal

Kista kecil yang telah dipastikan dan tidak bergejala dapat diamati. Berendam air hangat, kompres hangat, dan pereda nyeri sesuai keamanan membantu kenyamanan. Bila pecah sendiri, jaga bersih dan kering. Jangan memencet, menusuk, atau menuangkan antiseptik ke dalam vagina.

Nyeri cepat memburuk atau demam perlu pertolonganCari bantuan segera bila benjolan cepat membesar, nyeri berat, demam, menggigil, merah menyebar, sulit kencing, hamil dengan kondisi buruk, atau sangat lemah. Benjolan baru setelah usia 40 tahun jangan ditunda untuk diperiksa.

Drainase yang mengurangi kekambuhan

Abses atau kista besar bergejala sering didrainase. Word catheter membuat saluran baru selama beberapa minggu; marsupialisasi menjahit tepi terbuka dan digunakan pada kasus tertentu atau berulang. Sayatan-drainase sederhana tanpa saluran lebih mudah kambuh. Pengangkatan kelenjar adalah pilihan terakhir.

Antibiotik dan tindak lanjut

Antibiotik tidak selalu diperlukan setelah drainase; digunakan bila ada selulitis, gejala sistemik, kehamilan atau risiko tertentu. Tes serta terapi IMS mengikuti paparan. Kontrol menilai penyembuhan, posisi kateter, hasil biopsi bila ada, dan pilihan bila berulang.

Sumber dan catatan editorial

Informasi dalam artikel ini merujuk pada NHS, UCLH. Informasi ini bukan diagnosis atau pengganti konsultasi dokter.