SARS-CoV bukan SARS-CoV-2
Nama virus mirip tetapi penyakit dan epidemiologinya berbeda. Wabah SARS menyebar ke puluhan negara dan dihentikan melalui deteksi kasus, isolasi, contact tracing dan pengendalian infeksi. Kasus manusia terakhir pada 2004 terkait paparan terisolasi/laboratorium; informasi wabah baru harus selalu diverifikasi melalui WHO dan otoritas nasional.
Demam dan pneumonia memerlukan konteks paparan
SARS biasanya dimulai dengan demam, malaise, sakit kepala dan nyeri tubuh, diikuti batuk kering, sesak dan pneumonia; diarrhea dapat terjadi. Gejalanya tidak spesifik dan jauh lebih mungkin disebabkan infeksi pernapasan lain. Diagnosis SARS memerlukan hubungan epidemiologis dan tes laboratorium khusus, bukan rapid test COVID biasa.
Penularan terutama saat orang sudah sakit
Droplet dan kontak dekat, terutama dalam rumah tangga/fasilitas kesehatan, berperan besar; prosedur aerosol meningkatkan risiko. Bila kasus muncul kembali, pasien perlu isolasi dan tenaga kesehatan memakai perlindungan sesuai risiko. Masker, ventilasi, kebersihan tangan dan tidak bepergian saat sakit juga mengurangi banyak infeksi pernapasan.
Perawatan bersifat suportif
Tidak ada regimen antivirus spesifik SARS yang terbukti untuk penggunaan rutin. Rumah sakit menangani oksigenasi, cairan, komplikasi dan ventilasi bila perlu; antibiotik hanya untuk infeksi bakteri. Dugaan kasus harus segera dilaporkan agar testing, isolasi dan pelacakan kontak mengikuti protokol resmi yang berlaku saat itu.
Informasi dalam artikel ini merujuk pada World Health Organization — SARS overview, World Health Organization — 2003 SARS outbreak. Informasi ini bukan diagnosis atau pengganti konsultasi dokter.


