Beranda/Infeksi Pernapasan/SARS (Severe Acute Respiratory Syndrome)

Infeksi Pernapasan

SARS (Severe Acute Respiratory Syndrome)

Pahami SARS sebagai penyakit akibat SARS-CoV yang menyebabkan wabah 2002–2003, berbeda dari COVID-19 akibat SARS-CoV-2; gejala pneumonia, penularan, diagnosis berbasis paparan, isolasi, perawatan suportif, serta pentingnya mengikuti otoritas kesehatan bila muncul kasus baru.

Ditulis oleh Tim SehatKitaDiperbarui 20 Agustus 2026Waktu baca 9 menit
RingkasanSARS adalah severe acute respiratory syndrome akibat coronavirus SARS-CoV, yang menyebabkan wabah internasional pada 2002–2003. Ini berbeda dari COVID-19, yang disebabkan SARS-CoV-2. Tidak ada penularan komunitas SARS yang berlangsung saat ini, tetapi kesiapsiagaan laboratorium dan kesehatan masyarakat tetap penting.

SARS-CoV bukan SARS-CoV-2

Nama virus mirip tetapi penyakit dan epidemiologinya berbeda. Wabah SARS menyebar ke puluhan negara dan dihentikan melalui deteksi kasus, isolasi, contact tracing dan pengendalian infeksi. Kasus manusia terakhir pada 2004 terkait paparan terisolasi/laboratorium; informasi wabah baru harus selalu diverifikasi melalui WHO dan otoritas nasional.

Demam dan pneumonia memerlukan konteks paparan

SARS biasanya dimulai dengan demam, malaise, sakit kepala dan nyeri tubuh, diikuti batuk kering, sesak dan pneumonia; diarrhea dapat terjadi. Gejalanya tidak spesifik dan jauh lebih mungkin disebabkan infeksi pernapasan lain. Diagnosis SARS memerlukan hubungan epidemiologis dan tes laboratorium khusus, bukan rapid test COVID biasa.

Sesak atau paparan wabah resmi memerlukan tindakan cepatKe IGD untuk sulit bernapas, bibir kebiruan, nyeri dada, kebingungan atau sulit dibangunkan. Bila otoritas melaporkan SARS baru dan Anda memiliki paparan relevan, telepon fasilitas kesehatan sebelum datang dan ikuti instruksi isolasi—utamakan arahan resmi terbaru.

Penularan terutama saat orang sudah sakit

Droplet dan kontak dekat, terutama dalam rumah tangga/fasilitas kesehatan, berperan besar; prosedur aerosol meningkatkan risiko. Bila kasus muncul kembali, pasien perlu isolasi dan tenaga kesehatan memakai perlindungan sesuai risiko. Masker, ventilasi, kebersihan tangan dan tidak bepergian saat sakit juga mengurangi banyak infeksi pernapasan.

Perawatan bersifat suportif

Tidak ada regimen antivirus spesifik SARS yang terbukti untuk penggunaan rutin. Rumah sakit menangani oksigenasi, cairan, komplikasi dan ventilasi bila perlu; antibiotik hanya untuk infeksi bakteri. Dugaan kasus harus segera dilaporkan agar testing, isolasi dan pelacakan kontak mengikuti protokol resmi yang berlaku saat itu.

Sumber dan catatan editorial

Informasi dalam artikel ini merujuk pada World Health Organization — SARS overview, World Health Organization — 2003 SARS outbreak. Informasi ini bukan diagnosis atau pengganti konsultasi dokter.