Kesehatan Pria

Spermatokel

Kenali spermatokel, penyebab benjolan di skrotum, pemeriksaan, serta kapan nyeri testis membutuhkan pertolongan darurat.

Ditulis oleh Tim SehatKitaDiperbarui 11 Agustus 2026Waktu baca 5 menit
Ilustrasi editorial untuk artikel Spermatokel
RingkasanSpermatokel adalah kantong berisi cairan yang biasanya jinak dan tumbuh di epididimis, dekat bagian atas atau belakang testis. Semua benjolan skrotum tetap perlu diperiksa untuk memastikan penyebabnya.

Ciri yang sering dirasakan

Spermatokel sering tidak nyeri dan ditemukan tanpa sengaja. Bila membesar, benjolan dapat menimbulkan rasa berat, penuh, atau tidak nyaman pada skrotum.

Mengapa harus diperiksa?

Benjolan skrotum dapat disebabkan oleh beberapa kondisi. Dokter melakukan pemeriksaan fisik dan mungkin ultrasonografi untuk membedakan kista dari masalah lain, termasuk massa pada testis.

Nyeri mendadak adalah keadaan daruratNyeri testis yang tiba-tiba dan berat, terutama disertai mual atau posisi testis berubah, dapat disebabkan torsi testis. Pergi ke IGD tanpa menunggu karena jaringan testis dapat rusak dalam hitungan jam.

Apakah perlu diobati?

Spermatokel kecil yang tidak mengganggu biasanya cukup dipantau. Obat pereda nyeri dapat membantu keluhan ringan sesuai anjuran dokter. Operasi dipertimbangkan bila ukurannya atau nyerinya mengganggu.

Dampak pada kesuburan

Spermatokel sendiri umumnya tidak menyebabkan infertilitas. Namun, tindakan operasi di sekitar epididimis dapat memengaruhi saluran sperma, sehingga rencana memiliki anak perlu dibicarakan sebelum tindakan.

Mencari bantuan di IndonesiaBenjolan skrotum dapat diperiksa di FKTP dan dirujuk ke dokter urologi bila diperlukan. Jangan mencoba menusuk atau mengeluarkan cairannya sendiri.
Sumber dan catatan editorial

Informasi dalam artikel ini merujuk pada Mayo Clinic. Informasi ini bukan diagnosis atau pengganti konsultasi dokter.