Info Kesehatan Keluarga Indonesia

Kesehatan Pria

Benign Prostate Hyperlasia; BPH

Pengertian benign prostate hyperplasia

Benign prostate hyperplasia (BPH) adalah terjadinya pembesaran kelenjar prostat. Prostat terus akan membesar sejalan dengan bertambahnya usia seorang pria. Membesarnya prostat ini bisa menjepit bagian dari saluran kemih (uretra) dan menyebabkan gejala gangguan berkemih. Keadaan inilah yang dierkirakan menandai adanya BPH.

Prostat adalah bagian dari organ reproduksi pria. Untuk keadaan normal, ukurannya seperti kacang kenari besarnya. Fungsi dari organ ini untuk menghasilkan cairan yang akan dikeluarkan dalam bentuk air mani ketika ejakulasi.

Penyebab benign prostate hyperplasia

Belum diketahui penyebab pasti dari BPH (benign prostate hyperplasia). Akan tetapi faktor usia sangat berpengaruh terhadap kejadian benign prostate hyperplasia. Masalah ini memang biasanya lebih banyak ditemukan pada pria dewasa yang sudah lanjut usia. Dicurigai penyakit ini terjadi oleh pengaruh hormon estrogen.

Semakin bertambah usia seorang, kadar hormon testosteron akan menurun, dan sebaliknya hormon estrogen akan meningkat. Keadaan ini diperkirakan mengakibatkan sel prostat berkembang dan terjadi pembesaran prostat.

Selain faktor usia, hal lain yang mengakibatkan seorang pria lebih rentan menderita BPH adalah:

  • Terdapat anggota keluarga yang mengalami benign prostate hyperplasia
  • Kelebihan berat badan
  • Mempunyai masalah gangguan jantung koroner dan diabetes melitus tipe 2
  • Menderita disfungsi ereksi
  • Malas melakukan aktivitas fisik atau olahraga

Diagnosis benign prostate hyperplasia

Jika seseorang menderita  tanda atau gejala yang diduga BPH (benign prostate hyperplasia), biasanya dokter akan melakukan pemeriksaan tusuk dubur untuk pemeriksaan awal. Lewat lubang dubur, jari dokter akan mencoba meraba kelenjar prostat agar mengetahui bentuk dan ukuran kelenjar prostat pasiennya. lalu, dokter akan melakukan pemeriksaan PSA (prostate specific antigen) dari darah supaya membedakan kondisi BPH dengan kanker prostat.

Melalukan pemeriksaan dengan USG bisa saja dilakukan juga guna mengetahui ukuran isi prostat dengan lebih tepat. Juga pemeriksaan uroflowmetri, yaitu pemeriksaan yang berguna untuk mengukur semburan air seni, juga akan dilakukan untuk mengetahui kadar beratnya sumbatan uretra yang terjadi karena pembesaran prostat.

Gejala benign prostate hyperplasia

Tanda dan gejala benign prostate hyperplasia dimulaii dengan gangguan berkemih seperti:

  • Intensitas berkemih menjadi lebih sering, bisa lebih dari 8 kali dalam sehari
  • Tidak mampu menahan buang air kecil
  • Ketika berkemih harus mengedan
  • Semburan air seni lemah
  • ada akhir buang air kecil, air seni keluar menetes
  • Beser atau ska mengompol
  • Sakit ketika ejakulasi dan juga buang air kecil

Pengobatan benign prostate hyperplasia

Orang dengan benign prostate hyperplasia (BPH), tidak semua harus diobati. Bahkan dokterpun sebelum memberikan pengobatan, akan memastikan dahulu berapa berat gejala BPH yang sangat mengganggu. apabila gejala yang timbul hanya gejala ringan dan tidak mengganggu kegiatan sehari-hari, maka pengobatan ditunda dahulu.

Akan tetapi, apabila penderita merasa terganggu ketika berkemih yang, barulah dokter akan memberikan obat guna meredam gejala yang terjadi. Obat yang diberikan adalah:

  • Obat dengan jenis penghambat alfa (alpha blocker), yaitu obat yang berguna untuk mengendurkan otot-otot di prostat serta kandung kemih agar air seni bisa mengalir dengan lancar.
  • Obat dengan golongan inhibitor fosfodiesterase lima, yakni obat untuk mengatasi disfungsi ereksi yang mempunayi manfaat mengendurkan otot-otot di saluran kemih agar bisa membuat aliran air seni lebih lancar kembali.
  • Golongan obat inhibitor 5-alfa reductase yang berfungsi menghambat pertumbuhan sel prostat.

apabila gejala BPH sangat berat serta tidak pulih setelah diberi obat-obatan, maka erlu dilakukan tindakan pembedahan. Biasanya untuk mengurangi ukuran prostat, pembedahan yang dilakukan bersifat tidak terlalu invasif. adalah dengan memasukkan sejenis jarum lewat lubang kencing, menuju ke arah prostat, juga akan dilakukan tindakan untuk mengecilkan ukuran prostat.

Pencegahan benign prostate hyperplasia

Sampai saat ini belum ada usaha yang terbukti ampuh dalam mencegah terjadinya BPH (benign prostate hyperplasia). Dengan menjaga berat badan yang ideal serta menerapkan pola hidup sehat dan menjauhi rokok dapat membantu menjaga kondisi tubuh.