Konsumsi alkohol berlebihan dan terus menerus dapat menyebabkan kerusakan fungsi hati, termasuk peradangan, pembengkakan, dan pembentukan jaringan parut. Ini dikenal sebagai penyakit hati terkait alkohol.
Liver atau hati membersihkan darah dari racun, obat, atau alkohol, dan menyimpan cadangan energi dan nutrisi. Mereka juga mampu meregenerasi atau memperbaiki kondisinya sendiri. Namun, konsumsi alkohol berlebihan dapat memperlambat regenerasi sel-sel hati.
Penyakit hati terkait alkohol, seperti perlemakan hati, hepatitis, dan sirosis, dapat muncul sebagai akibat dari konsumsi minuman beralkohol dalam jangka panjang.
Penyebab Penyakit Hati Terkait Alkohol
Per minggu, orang dewasa tidak boleh mengonsumsi lebih dari 14 unit alkohol; ini setara dengan 6 liter bir atau 10 gelas kecil anggur. Mereka berisiko menderita penyakit hati terkait alkohol.
Ada beberapa faktor risiko yang dapat meningkatkan kemungkinan terkena penyakit hati terkait alkohol, termasuk:
- Penyakit hati dalam keluarga
- Terlalu gemuk
- Tradisi untuk menikmati minuman beralkohol selama pesta
- Kecanduan terhadap alkohol
- konsumsi alkohol jangka panjang, biasanya lebih dari 8 tahun
- Problem metabolisme
Gejala Penyakit Hati Terkait Alkohol
Berikut ini adalah jenis gejala penyakit hati terkait alkohol dan gejalanya, yang berbeda-beda tergantung pada jenis pasien:
Perlemakan hati
Perlemakan hati adalah ketika hati menyimpan terlalu banyak lemak karena tubuh harus bekerja lebih keras untuk memecah alkohol.
Gejala perlemakan hati dapat termasuk:
- Sakit di perut kanan
- Hilang keinginan untuk makan
- Menurunkan berat badan
- Mual
- Penyakit kuning
- Edema pada kaki dan perut
- Tubuh mudah lelah
- Linglung
Hepatitis alkoholik
Mengonsumsi alkohol berlebihan selama bertahun-tahun dapat menyebabkan hepatitis alkoholik, yang memiliki gejala seperti:
- Mual serta muntah
- Sulit untuk makan
- Perut terasa sakit
- Demam
- Lemas
- Kumpulan cairan di rongga perut
- Gagal hati
Sirosis
Penyakit hati terkait alkohol yang paling parah adalah sirosis, di mana hati menjadi rusak karena banyak jaringan parut.
Salah satu gejala sirosis adalah:
- Gampang lelah
- Muntah dengan darah
- Tidak nafsu makan
- Berat badan menurun tanpa alasan yang jelas
- Bebaskan pergelangan kaki atau kaki
- Penyakit kuning (diabetes)
- Penyebaran cairan di rongga perut
- Tangan yang kemerahan
- Linglung
- Bicara seperti cadel
- Tidak mengalami menstruasi meskipun belum menopause
- Kehilangan gairah seks pada pria dan pembesaran payudara
Saatnya ke dokter
Segera periksakan diri ke dokter jika Anda mengalami gejala yang disebutkan di atas atau jika gejala penyakit hati muncul setelah lama mengonsumsi alkohol. Ini penting untuk mencegah komplikasi yang lebih serius.
Jika Anda sering mengonsumsi alkohol secara berlebihan atau dalam jangka waktu yang lama dan mengalami gejala berikut, segera pergi ke dokter:
- Sakit di dada
- Perut membengkak tanpa alasan yang jelas
- Demam
- Diare
- Penurunan tingkat kewaspadaan
- Tinja berwarna hitam yang mengandung air besar berdarah
- Muntah Darah
- Dada terasa sesak
Diagnosis Penyakit Hati Terkait Alkohol
Dokter akan menanyakan tentang gejala pasien, riwayat kesehatan mereka, dan kebiasaan alkohol mereka sebelum melakukan pemeriksaan fisik. Setelah itu, mereka akan melakukan pemeriksaan tambahan untuk memastikan diagnosis:
- Tes darah
Tes darah juga dapat dilakukan untuk mengevaluasi kemampuan pembekuan darah dan bertujuan untuk mendeteksi tanda-tanda kerusakan hati melalui kadar zat tertentu yang ada pada hati. - Pemindaian
Tujuan dari pemeriksaan ini adalah untuk memberikan gambaran mendalam tentang fungsi hati. Dokter dapat menyarankan pemeriksaan seperti USG, scan CT, atau MRI. - Endoskopi
Selang lentur berkamera, juga dikenal sebagai endoskop, dimasukkan melalui tenggorokan hingga mencapai lambung untuk melakukan pemeriksaan ini. - Biopsi hati
Sampel jaringan dari hati diambil untuk diperiksa di bawah mikroskop untuk pemeriksaan ini.
Pengobatan Penyakit Hati Terkait Alkohol
Penyakit hati terkait alkohol dapat diobati dengan beberapa metode, yang disesuaikan dengan tingkat keparahan penyakit pasien. Metode-metode ini termasuk:
Menghentikan konsumsi minuman beralkohol
Untuk mencegah kerusakan hati yang lebih serius, cara pertama untuk mengatasi penyakit hati adalah berhenti mengonsumsi alkohol. Jika pasien menghadapi kesulitan untuk menghentikan kecanduan alkohol, dokter akan menyarankan perawatan khusus.
Memperbaiki asupan nutrisi
Penderita kecanduan alkohol sering mengalami malnutrisi, yang dapat diobati dengan meningkatkan asupan nutrisi mereka, yang mencakup makan makanan yang sehat dan banyak minum air putih. Jika diperlukan, dokter juga dapat memberikan vitamin atau suplemen tambahan kepada pasien.
Mengonsumsi obat-obatan
Dokter dapat memberikan beberapa jenis obat untuk mengobati penyakit hati yang disebabkan oleh alkohol, yaitu:
- Kortikosteroid untuk pengobatan hepatitis alkoholik, seperti prednisolone
- Untuk mengobati sirosis tahap awal, gunakan antioksidan seperti phosphatidylcholine dan metadoxine
Operasi
Dokter akan menyarankan transplantasi hati jika hati pasien tidak lagi berfungsi dengan baik atau mengalami sirosis yang berpotensi menyebabkan gagal hati. Jika kondisinya terus memburuk meskipun mereka sudah berhenti mengonsumsi alkohol, pasien dapat mempertimbangkan untuk menjalani prosedur ini.
Komplikasi Penyakit Hati Terkait Alkohol
Jika Anda menderita penyakit hati yang disebabkan oleh alkohol, Anda dapat mengalami salah satu dari beberapa efek samping berikut:
- Hipertensi portal
Ketika aliran normal darah melalui hati melambat, menimbulkan tekanan pada pembuluh darah vena, ini disebut hipertensi portal. - Varises
Pembengkakan vena di kerongkongan (varises esofagus) atau di perut (varises lambung) dapat terjadi karena hipertensi portal. - Asites
Penyakit hati terkait alkohol yang terkena hipertensi portal juga dapat mengalami penumpukan cairan di rongga perut, yang dikenal sebagai asites. Kondisi ini juga dapat disebabkan oleh penurunan kemampuan hati untuk menghasilkan protein darah tertentu. - Ensefalopati hepatik
Kondisi ini terjadi karena kadar racun dalam darah meningkat, karena hati tidak dapat mengeluarkan racun dari tubuh. Tremor, kaku otot, kesulitan berbicara, linglung, dan koma adalah tanda-tanda ensefalopi hepatik. - Infeksi
Orang yang mengalami kerusakan hati menjadi lebih rentan terhadap penyakit seperti infeksi saluran kemih dan pneumonia karena daya tahan tubuh melemah. - Kanker hati
Orang yang mengalami sirosis dan menderita penyakit hati terkait alkohol juga berisiko terkena kanker hati.
Pencegahan Penyakit Hati Terkait Alkohol
Penyakit hati terkait alkohol dapat dicegah dengan berbagai cara, seperti:
- Mengurangi atau menghindari minuman beralkohol
- Berkonsultasi dengan psikolog jika Anda menderita kecanduan alkohol
- Memeriksa kesehatan hati Anda dengan rutin
- Menjaga kebiasaan makan yang sehat
- Menjaga berat badan yang diinginkan
- Berolahraga secara teratur setiap hari
- Menjaga pola tidur dan istirahat yang cukup