Info Kesehatan Keluarga Indonesia

Kesehatan Pencernaan

Malabsorbsi

Kumpulan gejala yang dikenal sebagai malabsorbsi, juga dikenal sebagai sindrom malabsorbsi, disebabkan oleh gangguan penyerapan nutrisi tertentu di usus halus. Gangguan penyerapan ini dapat disebabkan oleh banyak hal, salah satunya adalah peradangan pada usus.

Kekurangan zat gizi atau malnutrisi dapat terjadi karena sindrom malabsorbsi. Pada anak-anak, kekurangan zat gizi yang disebabkan oleh sindrom malabsorbsi dapat berdampak pada pertumbuhan dan perkembangan mereka.

Stunting (tinggi badan anak lebih rendah dari seusianya) dan gizi buruk adalah dua konsekuensi sindrom malabsorbsi pada anak.

Penyebab Malabsorbsi

Proses pencernaan dan penyerapan makanan biasanya terdiri dari tiga tahap: makanan disimpan dan dihancurkan di lambung, nutrisi diserap oleh mukosa usus halus, dan dibawa ke seluruh tubuh melalui aliran darah.

Jika ada gangguan pada salah satu atau lebih dari tiga tahapan tersebut, absorbsi dapat terjadi.

Malabsorbsi dapat disebabkan oleh beberapa penyakit dan kondisi berikut:

  • gangguan saluran pencernaan
  • Penyakit pankreas, seperti pankreatitis kronis
  • Penyakit hati atau kantung empedu, seperti peradangan hati atau atresia bilier, yang berarti tidak ada saluran empedu
  • Penyakit usus seperti radang usus, penyakit celiac, atau sindrom usus pendek
  • Infeksi seperti giardiasis, cryptosporidiosis, infeksi cacing, atau HIV/AIDS
  • Penyakit atau kondisi medis seperti cystic fibrosis, penyakit Crohn, SIBO, alergi protein susu sapi, intoleransi laktosa, atau malabsorption glukosa-galaktosa kongenital
  • Riwayat operasi, seperti pembedahan bariatrik atau pengangkatan usus halus
  • Penggunaan antibiotik atau obat pencahar yang berlangsung lama

Gejala Malabsorbsi

Malabsorbsi adalah gangguan penyerapan zat gizi makro (protein, lemak, dan karbohidrat) atau mikro (vitamin dan mineral). Gangguan penyerapan ini dapat menyebabkan gejala yang berbeda, mulai dari malnutrisi hingga diare yang berkepanjangan.

Malabsorbsi dapat menyebabkan gejala berikut:

  • Kembung dan ketidaknyamanan perut
  • Tinja terang, terlihat beminyak, berbau busuk, atau lengket
  • Diare yang tidak berhenti
  • Melemahnya otot
  • Menurunkan berat badan
  • Kulit menjadi kering
  • rendahnya tekanan darah
  • Anemia
  • Rambut yang rontok
  • Malnutisi
  • Edema, yang ditunjukkan dengan pembengkakan tungkai
  • Rabun senja

Penderita malabsorbsi sering kali berpikir mereka sudah mengonsumsi makanan bergizi seimbang, tetapi mereka masih mengalami keluhan di atas. Malabsorbsi pada wanita dapat menyebabkan gangguan pada siklus menstruasi, seperti amenorrhea, atau bahkan menstruasi terhenti.

Malabsorbsi pada anak-anak, di sisi lain, dapat ditandai dengan gangguan dalam proses pertumbuhannya, seperti berat badan atau tinggi badan yang kurang dari normal.

Saatnya ke dokter

Jika Anda mengalami gejala malabsorbsi seperti yang disebutkan di atas, pergi ke dokter Anda. Jika Anda juga memiliki kondisi atau penyakit yang dapat menyebabkan malabsorbsi, seperti penyakit celiac atau radang usus, pergi ke dokter Anda untuk kontrol rutin.

Anda harus segera mengunjungi dokter jika Anda atau anak Anda mengalami sakit perut yang parah atau diare terus-menerus. Anda juga harus mengunjungi dokter jika anak Anda mengalami masalah perkembangan.

Diagnosis Malabsorbsi

Dokter akan menanyakan riwayat kesehatan pasien, termasuk penyakit sebelumnya dan obat-obatan yang pernah dikonsumsi, karena malabsorbsi sering menimbulkan gejala yang mirip dengan penyakit lain. Ini dilakukan untuk mendiagnosis malabsorbsi dan menentukan penyebabnya.

Dokter juga akan bertanya tentang kebiasaan makan pasien. Setelah itu, dokter akan melakukan tes fisik untuk mengetahui apakah ada masalah dengan penyerapan atau malabsorbsi zat gizi tertentu. Mengukur berat badan, mengidentifikasi edema, dan memeriksa kekuatan otot adalah beberapa bagian dari pemeriksaan yang dilakukan.

Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan tambahan untuk mengidentifikasi sumber malabsorbsi:

  • Tes darah lengkap untuk mengidentifikasi tanda-tanda infeksi dan untuk mengevaluasi tingkat zat gizi mikro, seperti albumin, kalsium, fosfor, zat besi, dan vitamin D
  • Tes pernapasan dilakukan untuk mengetahui apakah ada gas hidrogen, yang dapat menunjukkan intoleransi laktosa
  • Tes tinja untuk menemukan lemak, yang dapat menunjukkan malabsorbsi lemak
  • Gambar rontgen komputer (CT) untuk melihat kondisi organ dalam sistem pencernaan seperti hati, pankreas, dan kantong empedu
  • Biopsi mengambil dan memeriksa sampel jaringan usus halus untuk memastikan apakah ada jaringan atau sel abnormal
  • Endoskopi untuk mengidentifikasi gangguan pada sistem pencernaan

Pengobatan Malabsorbsi

Berikut ini adalah beberapa metode pengobatan malabsorbsi yang digunakan untuk mengurangi gejala, mengobati penyebab penyakit, dan mencegah komplikasi:

Pemenuhan cairan tubuh

Penderita malabsorbsi sering mengalami diare jangka panjang, yang membuat mereka rentan terhadap dehidrasi. Jika pasien masih bisa minum, oralit dapat diberikan untuk memenuhi kebutuhan cairan mereka. Jika itu tidak memungkinkan, cairan infus dapat diberikan untuk memenuhi kebutuhan cairan mereka.

Pengaturan nutrisi

Dokter akan membuat menu makanan yang sesuai dengan kondisi pasien untuk mencegah komplikasi akibat malabsorbsi.

Sebagai contoh, pasien yang menderita malabsorbsi yang disebabkan oleh penyakit celiac disarankan untuk menghindari makanan yang mengandung gluten, seperti sereal atau gandum.

Selain itu, pasien disarankan untuk menghindari makanan yang mengandung laktosa, seperti susu dan produk olahannya, jika mereka mengalami malabsorbsi karena intoleransi laktosa.

Pasien dapat memenuhi kebutuhan nutrisinya dengan jenis makanan yang berbeda dengan mengatur pola makan mereka.

Pemberian obat-obatan

Obat diberikan untuk mengurangi gejala pasien dan mengatasi sumber malabsorbsi makanan. Dokter dapat memberikan obat-obatan berikut:

  • Obat antidiare seperti loperamide
  • Jika malabsorbsi disebabkan oleh kondisi yang menyebabkan peradangan usus, obat antiradang atau antiinflamasi seperti kortikosteroid
  • Obat infeksi, seperti antibiotik untuk malabsorbsi yang disebabkan oleh infeksi bakteri atau obat cacing untuk infeksi cacing
  • Suplemen vitamin dan mineral untuk mengatasi malabsorbsi vitamin dan mineral
  • Suplemen protease atau lipase, untuk membantu pencernaan protein atau lemak jika malabsorbsi karena kekurangan enzim ini

Jika malabsorbsi disebabkan oleh sumbatan pada empedu atau atresia bilier, operasi juga dapat dilakukan.

Komplikasi Malabsorbsi

Jika malabsorbsi tidak ditangani atau ditangani terlambat, itu dapat meningkatkan risiko penyakit atau gangguan kesehatan tertentu, seperti:

  • Diare jangka panjang
  • Malnutrisi
  • Berat badan menurun
  • Pengeroposan tulang
  • Batu empedu di usus
  • Batu dalam ginjal
  • Anemia
  • Mandul
  • Peningkatan kemungkinan terkena infeksi
  • Tumbuh kembang yang tidak normal pada anak

Pencegahan Malabsorbsi

Pada beberapa situasi, tidak mungkin mencegah malabsorbsi yang disebabkan oleh penyakit celiac, cystic fibrosis, atau intoleransi laktosa. Namun, mengikuti saran dokter tentang pola makan dan kebiasaan makan dapat memperbaiki malabsorbsi yang diperburuk oleh kondisi-kondisi tersebut.

Jika malabsorbsi disebabkan oleh infeksi, cara terbaik untuk mencegah penyakit infeksi adalah menjalani pola hidup yang bersih dan sehat (PHBS).

Selain itu, jangan gunakan obat pencahar atau antibiotik tanpa resep dokter. Konsultasikan dengan dokter Anda sebelum menggunakannya jika Anda mengalami sembelit atau masalah buang air besar.

Lakukan kontrol rutin ke dokter Anda agar kondisi Anda tetap dipantau.