Info Kesehatan Keluarga Indonesia

Kesehatan Hati

Sindrom Reye

Sindrom Reye adalah kondisi serius yang dapat menyebabkan kerusakan pada hati dan otak. Ini biasanya terjadi pada anak-anak dan remaja yang baru sembuh dari infeksi virus, seperti flu.

Akan tetapi, sindrom Reye juga dapat menyerang orang dewasa, tetapi itu jarang terjadi.

Ketika seorang anak terkena infeksi virus, terganggunya proses metabolisme pada organ hati, yang dapat menyebabkan penurunan kadar gula darah dan penumpukan amonia dalam darah, yang pada gilirannya berdampak pada otak. Ini adalah alasan paling mungkin untuk sindrom Reye.

Anak-anak dapat mengalami kejang atau bahkan kehilangan kesadaran sebagai akibat dari kondisi ini.

Penyebab Sindrom Reye

Kerusakan mitokondria, struktur sel kecil yang sangat penting untuk menjaga fungsi hati, menyebabkan Sindrom Reye.

Racun, seperti amonia, menumpuk di dalam darah karena kerusakan pada mitokondria membuat hati tidak dapat menghilangkan racun dari dalam darah. Akibatnya, racun menumpuk di dalam darah, menyebabkan pembengkakan di otak dan kerusakan di seluruh tubuh.

Tidak ada yang diketahui tentang penyebab sindrom Reye, tetapi penggunaan aspirin pada anak yang terinfeksi virus mungkin memulai atau memperparah kerusakan mitokondria hati.

Dilaporkan bahwa penggunaan aspirin pada remaja dengan gangguan oksidasi asam lemak juga dapat menyebabkan sindrom Reye. Gangguan oksidasi asam lemak adalah kondisi genetik yang menyebabkan tubuh tidak dapat memecah asam lemak.

Gejala Sindrom Reye

Pada anak di bawah 2 tahun, gejala awal sindrom Reye biasanya muncul dalam 1 hingga 3 minggu setelah anak sembuh dari infeksi virus, seperti batuk pilek, flu, atau cacar air.

  • Diare, muntah dan mencret
  • Napas sesak tersengal-sengal

Namun, gejala awal sindrom Reye dapat ditemukan pada anak-anak dan remaja, seperti:

  • Letih dan lesu
  • Gampang ngantuk
  • Muntah tanpa henti

Jika keadaan bertambah buruk, gejala lain pun dapat menjadi lebih serius, seperti:

  • Bingung, gugup, mengigau, atau mengalami halusinasi
  • Sangat agresif dan mudah tersinggung
  • Lemah pada tungkai, mungkin lumpuh
  • Kejang
  • Tingkat kesadaran berkurangan
Saatnya ke dokter

Untuk mencegah sindrom Reye, jangan sembarangan memberikan obat apa pun kepada anak yang sakit, terutama jika mereka masih di bawah 16 tahun. Sebaliknya, pergilah ke dokter untuk mendapatkan perawatan medis yang tepat.

Setelah anak Anda sembuh dari batuk pilek, flu, atau cacar, segera bawa dan periksakan anak Anda ke dokter jika ia menunjukkan gejala awal sindrom Reye. Ini karena sindrom Reye adalah kondisi darurat yang membutuhkan tindakan cepat.

Jika anak mengalami kejang atau penurunan kesadaran, bawa anak ke ICU atau cari pertolongan medis terdekat.

Diagnosis Sindrom Reye

Hingga saat ini, belum ada pendekatan yang tepat untuk mendiagnosis sindrom Reye. Kelainan metabolisme atau gangguan oksidasi lemak dapat diidentifikasi melalui pemeriksaan sampel darah dan urine.

Dokter kadang-kadang dapat melakukan pemeriksaan seperti di bawah ini untuk memastikan bahwa gejala Anda mungkin disebabkan oleh penyakit lain:

  • Pungsi lumbal adalah pengambilan cairan dari otak untuk mencari gejala meningitis (radang selaput otak) atau ensefalitis (radang otak).
  • Pemindaian citra resonansi magnetik (CT) atau MRI untuk mengidentifikasi gangguan otak yang dapat menyebabkan perubahan perilaku pasien
  • Untuk mengidentifikasi potensi gangguan pada hati, sampel jaringan diambil dari hati melalui prosedur biopsi

Pengobatan Sindrom Reye

Tidak ada pengobatan untuk sindrom Reye hingga saat ini. Yang dapat dilakukan adalah meredakan gejala dan mengurangi risiko komplikasi.

Anak-anak dengan gejala yang parah harus dirawat di rumah sakit karena sindrom Reye. Selama perawatan, tekanan darah, suhu, detak jantung, dan jumlah oksigen yang masuk ke paru-paru akan dipantau oleh dokter.

Dokter dapat memberi obat melalui infus, seperti:

  • Cairan yang mengandung gula dan elektrolit untuk menjaga kadar garam, nutrisi, mineral, dan gula dalam darah dalam keseimbangan
  • Obat yang digunakan untuk mengeluarkan cairan dari tubuh dan meredakan pembengkakan otak
  • Untuk mencegah pendarahan yang disebabkan oleh kelainan organ hati, transfusi plasma darah dan platelet atau pemberian vitamin K
  • Untuk mengurangi kadar amonia dalam darah, amonia detoksikan
  • Obat yang mencegah dan mengatasi kejang

Dokter bisa memberikan obat-obatan dan alat bantu napas, juga dikenal sebagai ventilator, kepada anak yang mengalami masalah pernapasan. Selain itu, dokter juga dapat memberikan selimut untuk menjaga suhu anak stabil.

Dalam beberapa hari, fungsi tubuh lainnya akan kembali normal setelah bengkak di otak mereda. Namun, butuh beberapa minggu sampai anak cukup sehat untuk keluar dari rumah sakit.

Komplikasi Sindrom Reye

Komplikasi pada sindrom Reye dapat menyebabkan:

  • Gangguan pada cairan tubuh atau elektrolit
  • Penurunan tekanan pada otak
  • Diabetes tipe insipidus
  • Aritmia
  • Hipotensi, atau tekanan darah rendah
  • Pankreatik
  • Penyakit yang mempengaruhi sistem pernapasan, seperti pneumonia
  • Tubuh menghasilkan akumulasi ammonia
  • Perdarahan
  • Pergeseran tidak langsung jaringan otak
  • Kematian

Sindrom Reye dapat menyebabkan kerusakan otak permanen dalam beberapa kasus. Komplikasi tambahan yang mungkin terjadi termasuk:

  • Penurunan daya ingat dan konsentrasi
  • kesulitan menelan dan berkomunikasi
  • Bermasalah dengan pendengaran atau penglihatan
  • kesulitan melakukan aktivitas sehari-hari seperti berpakaian atau menggunakan kamar mandi

Pencegahan Sindrom Reye

Seperti yang disebutkan di atas, penggunaan aspirin pada anak dianggap berhubungan dengan sindrom Reye. Oleh karena itu, jangan memberikan aspirin kepada anak yang sakit atau sedang dalam masa pemulihan dari infeksi virus seperti batuk pilek, flu, atau cacar air.

Tidak diizinkan untuk memberi obat apa pun, termasuk aspirin, kepada anak di bawah 16 tahun:

  • Salisilat
  • Asam salisilat
  • Garam salisilat
  • Asetilsalisilat
  • Asam asetilsalisilat

Gunakan paracetamol atau ibuprofen untuk meredakan demam dan nyeri anak Anda jika mereka menderita cacar air, flu, atau infeksi virus lainnya. Namun, obat-obatan ini harus diberikan hanya setelah berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu.

Untuk beberapa anak, aspirin mungkin diperlukan karena masalah kesehatan mereka, seperti penyakit Kawasaki. Mencegah anak terinfeksi virus adalah satu-satunya hal yang dapat dilakukan dalam situasi seperti ini.

Salah satu cara adalah memastikan bahwa anak-anak diberikan vaksinasi lengkap, terutama vaksinasi cacar air dan flu setiap tahun.