Info Kesehatan Keluarga Indonesia

Kesehatan Hati

Atresia Bilier; Gangguan Hati

Pengertian atresia bilier

Atresia bilier merupakan salah satu jenis kelainan yang terjadi pada saluran metabolisme bayi yang baru lahir. Penyakit dengan jenis gangguan hati ini bersifat kronis, radikal, dan akan diketahui saat bayi sudah lahir.

Di dalam organ hati terdapat saluran empedu yang berfungsi mengalirkan cairan empedu yang diproduksi dari hati ke usus dan ginjal. Cairan tersebut mengangkut produk bekas metabolisme dan akan dikeluarkan dari tubuh lewat usus dan ginjal.

Pada atresia bilier sumbatan atau gangguan terjadi pada saluran empedu. Afeknya cairan empedu tidak bisa meninggalkan organ hati, lalu mengakibatkan terjadinya kerusakan hati, dan mempengaruhi fungsi tubuh lainnya. Keadaan ini membutuhkan tindakan penanganan secepatnya, karena bisa berakibat fatal aabila tidak ditangani dengan baik.

Penyebab atresia bilier

Sebab pasti dari atresia bilier sampai kini masih belum diketahui. Besar kemungkinan karena terjadinya gangguan ketika berlangsung proses tumbuh kembangnya hati dan saluran empedu saat bayi dalam kandungan.

Sangkaan lain adalah dengan adanya paparan terhadap infeksi atau zat beracun saat dalam kandungan atau asca lahir.

Walaupun begitu, sampai saat ini masih belum diketahui, apakah ada hubungannya dengan kelainan genetik, obat-obatan yang dikonsumsi ibu ketika hamil, penyakit ibu, atau hal lainnya yang dilakukan oleh sang ibu saat mengandung, dengan atresia bilier.

Penyakit ini jarang terjadi pada lebih dari satu penderita dalam sebuah keluarga. Biasanya, atresia bilier banyak menyerang anak perempuan dibandingkan anak laki-laki. Dan, penyakit ini juga lebih sering terjadi pada orang Asia, Afrika-Amerika, dan bayi prematur, dibandingkan ras Kaukasia.

Diagnosis atresia bilier

Kecurigaan terbesar dokter terjadinya atresia bilier pada bayi, yakni dengan gejala seperti kulit kekuningan (jaundice) serta berubahnya warna urine dan feses. Untuk pemeriksaan fisik bisa ditemui warna kuning di mata atau kulit juga pembesaran organ limpa.

Dokter juga akan melakukan pemeriksaan darah, agar dapat membantu dalam menetapkan diagnosis. Pemeriksaan darah yang akan dilakukan meliputi:

  • Enzim hati
  • Bilirubin atau hematoidin, yakni senyawa pigmen berwarna kuning yang merupakan produk katabolisme enzimatik
  • Albumin dan total protein
  • Waktu pembekuan darah
  • HIV atau nfeksi hepatitis
  • Kultur darah

Pemeriksaan lain yang dapat dilakukan adalah pemeriksaan ultrasonografi, sinar X di perut dan saluran empedu, HIDA (hepat obiliary iminodiacetic acid) pemindai dengan teknik kedokteran nuclear, serta biopsi hati. Dan pemeriksaan yang bisa memberikan kepastian diagnosis adalah biopsi hati.

Biopsi hati dipahami dapat menyingkirkan kemungkinan diagnosis lainnya. Diagnosis seperti ini bisa ditentukan pada saat dilakukan operasi yang disebut sebagai pembedahan diagnostik. Dengan pembedahan diagnostik tersebut, bisa pula dilakukan pembetulan atau koreksi.

Gejala atresia bilier

Biasanya bayi dengan atresia bilier kelihatan seperti bayi sehat saat lahir. Gejala timbul umumnya pada minggu kedua hingga bayi berusia dua bulan.

Umumnya gejala awal adalah muncul warna kuning pada mata dan kulit atau jaundice. Kuning terjadi disebabkan tingginya kadar bilirubin atau zat warna empedu dalam peredaran darah. Hiperbilirubin juga bisa terjadi karena gangguan organ hati lainnya.

Gejala atresia bilier lainnya meliputi:

  • Urine berwarna gelap
  • Feses abu-abu atau tekstur dempul mirip tanah liat
  • Perut yang membuncit
  • Feses mengambang dengan bau yang tajam
  • Berat badan turun

Untuk satu bulan pertama bayi akan mengalami kenaikan berat badan. Selanjutnya akan terjadi penurunan berat badan. Biasanya bayi akan rewel sehingga memperparah jaundice atau tubuh dan mata mulai kekuningan.

Pengobatan atresia bilier

Atresia bilier cuma bisa dilakukan pengobatan dengan metode pembedahan. Cara yang dipakai adalah prosedur Kasai, yang membentuk saluran penghubung antara organ hati dan usus halus. Saluran empedu yang tidak normal dilewati.

Besar kemungkinan operasi berhasil apabila dilakukan saat bayi berusia 8 minggu atau sebelum bayi memasuki usia 3 bulan. Proses ini dapat membantu anak akan tumbuh baik dan sehat dalam beberapa tahun. akan tetapi, penderita tetap membutuhkan pencangkokkan hati. Hal ini dibutuhkan karena umumnya tetap bisa terjadi gangguan hati karena menumpuknya cairan empedu pada hati.

Pencegahan atresia bilier

Kecil kemungkinan atresia bilier untuk dicegah, karena penyebab pasti dari penyakit ini masih belum diketahui.