Info Kesehatan Keluarga Indonesia

Kesehatan Gigi

Bruxism

Pengertian bruxism

Abrasi gigi (bruxism) Merupakan keadaan saat seseorang memiliki kebiasaan mengesek-gesek gigi ke atas dan ke bawah.

Kebiasaan ini selalu dilakukan saat tidur saat malam hari, atau beraktivitas sehari-hari. Saat tidur di malam hari, biasanya disebut sleep bruxism.

Sleep bruxism biasanya dimasukkan dalam golongan gangguan tidur. Pengidap sleep bruxism umumnya juga memiliki masalah dalam tidur, seperti mendengkur atau sleep apnea.

Pencegahan bruxism

Dalam mencegah bruxism, Anda bisa melakukan hal-hal sebagai berikut:

  • Usahakan untuk tidak membiasakan menggigit benda keras
  • Jangan menyikat gigi terlalu keras
  • Hindari stres berlebihan
  • Sebaiknya kurangi minum minuman beralkohol dan kafein
    dan semacamnya

Diagnosis Bruxism

Untuk miagnosis bruxism, dokter akan melakukan wawancara medis dan pemeriksaan fisik kepada pasien.

Dalam tanya jawab diatas, dokter akan menanyakan pertanyaan seputar kesehatan gigi umum, obat-obatan yang dikonsumsi, kegiatan harian, juga kebiasaan tidur.

Agar bisa dilihat sejauh mana bruxism penderita, dokter akan memeriksa otot rahang juga adanya kelainan gigi dan kerusakan gigi.

Apabila dokter mencurigai bruxism terpaut dengan masalah psikologis atau gangguan tidur, kemungkinan pasien akan dirujuk ke terapis, konselor, atau dokter spesialis tidur.

Gejala bruxism

Berikut adalah tanda dan gejala bruxism:

  • Menggesek-gesek gigi dengan keras-keras hingga terdengar
  • Posisi gigi terlihat retak, rata, atau longgar
  • Gigi menjadi sensitif
  • Nyeri pada rahang atau wajah
  • Otot  rahang menjadi terasa pegal dan tegang
  • Sakit kepala
  • Timbul lekukan-lekukan di lidah

Pengobatan bruxism

Seperti banyaknya kasus, bruxism tidak membutuhkan perawatan khusus. Akan tetai, bila sudah parah, Anda segera harus mendapatkan perawatan.

Untuk melakukan pengobatan pada bruxism tergantung dari penyebabnya. Misalnya, apabila gigi longgar, pasien membutuhkan mouth guard (pelindung mulut) dan splint (kawat).

Bila diakibatkan oleh stres, maka pasien harus melakukan manajemen stres serta terapi perilaku. Obat-obatan juga bisa diberikan, akan tetapi ke efektifannya masih belum terbukti.

Penyebab bruxism

Penyebab pasti dari bruxism belum diketahui dengan pasti. Kemungkinan besar bisa dipicu oleh hal fisik maupun psikologis, seperti:

  • Emosional, seperti stres, cemas, marah, dan frustrasi
  • Berkarakteristik agresif, kompetitif, dan hiperaktif
  • Terdapat ketidak normalan dalam posisi gigi rahang atas dan bawah
  • Gangguan tidur
  • Refluks asam lambung ke esofagus
  • Akibat dari konsumsi obat-obatan psikiatri
    Karena komplikasi penyakit lain, seperti Huntington atau Parkinson