Info Kesehatan Keluarga Indonesia

Kesehatan Gigi

Anodontia

Anodontia atau congenitally missing teeth (CMT) adalah suatu kondisi benih gigi tidak tercipta sama sekali. Meskipun semua gigi pertama terbentuk dengan jumlah yang tepat, anodontia bisa saja terjadi pada periode gigi tetap/ permanen. Namun kondisi ini sangat jarang terjadi.

Umumanya anodontia menyertakan gigi susu maupun gigi tetap. Hanya saja, banyak sebagian besar kasus didapati anodontia terjadi pada gigi tetap. Keadaan tersebut sering dipautkan dengan sindrom pada saraf, yaitu ektodermal displasia dan kelaian pada kulit.

Penyakit ini mengakibatkan terpicunya komplikasi berbentuk kesulitan dalam aktivitas yang melibatkan fungsi gigi. Seperti mengunyah, bicara, dan juga gangguan estetis.

Penetapan diagnosis anodontia atau bibit gigi tidak melibatkan pemeriksaan radiografik. Maksudnya guna membuktikan semua bibit gigi memang benar-benar tidak terbentuk.

Tanda anodontia terlihat dengan tidak terciptanya semua gigi. Umumnya gejala ini lebih sering ditemukan pada gigi tetap daripada gigi sulung.

Guna melakukan pengobatan. coba diskusi dengan dokter gigi seawal mungkin, jika ada kecurigaan terjadinya kelainan anodontia atau bibit gigi tidak muncul. Biasa dokter melakukan perawatan dengan membuat gigi palsu.

Penyebab anodontia atau benih gigi ada kalanya tidak didapati sebagai dari suatu sindrom. Ibarat keganjilan yang diikuti dengan berbagai tanda yang muncul dengan bersamaan. Misalnya pada sindrom perkembangan kulit, gigi, rambut, kuku, kelenjar keringat, dan bagian tubuh lainnya atau sindrom Ectodermal dysplasia.